Garcin Papua Kutuk Aksi Oknum yang Menaikkan Bendera Bintang Kejora Saat Konser Lucky Dube
Minggu, 07-12-2025 - 05:14:01 WIB
Baca juga:
   
 

Jayapura - Aksi seorang oknum yang menaikkan bendera Bintang Kejora saat konser Lucky Dube di  Lapangan Karang PTC Entrop, Jayapura Papua yang berlangsung pada Rabu, 3 Desember 2025,  baru-baru ini memicu reaksi keras dari  Ketua  Garcin Papua. HYU, yang mengutuk tindakan tersebut, menganggapnya sebagai provokasi yang dapat mengganggu stabilitas dan keamanan. Namun, apakah reaksi berlebihan ini justru mengaburkan akar masalah yang sebenarnya, atau malah sekadar mencari sensasi populis?
 
Simbol Bintang Kejora, bagi sebagian masyarakat Papua, bukan sekadar  adalah simbol bendera Kultur Papua. Ia adalah representasi identitas, sejarah, dan aspirasi yang terpendam. Mengutuk simbol tanpa memahami alasan mengapa simbol itu muncul adalah tindakan yang dangkal dan kontraproduktif.
 
Tentu saja, tindakan menaikkan bendera tersebut

Tentu saja, tindakan menaikkan bendera tersebut di ruang publik dapat dianggap melanggar hukum dan mengganggu ketertiban. Namun, respons yang tepat bukanlah dengan mengutuk dan menstigmatisasi, melainkan dengan membuka dialog yang konstruktif. Mengapa simbol itu masih relevan bagi sebagian masyarakat Papua? Apa yang membuat mereka merasa perlu untuk mengekspresikan identitas mereka melalui simbol tersebut?
 
HYU, sebagai organisasi kepemudaan yang memimpin Garcin Papua, seharusnya berperan sebagai jembatan antara pemerintah dan masyarakat Papua. 
Alih-alih mengutuk, HYU seharusnya mendorong pemerintah untuk lebih serius menangani masalah-masalah mendasar yang menjadi penyebab munculnya aspirasi - aspirasi ini. Ketidakadilan ekonomi, diskriminasi rasial, pelanggaran HAM masa lalu, dan kurangnya ruang partisipasi politik adalah beberapa faktor yang perlu diatasi.
 
Mengutuk simbol hanya akan memperdalam jurang pemisah antara Papua dan Indonesia. Tindakan yang lebih bijak adalah dengan mendengarkan, memahami, dan mencari solusi bersama. Pemerintah perlu menunjukkan komitmen yang sungguh-sungguh untuk membangun Papua yang lebih adil, sejahtera, dan inklusif.
 
Jika pemerintah dan masyarakat sipil mampu menciptakan iklim yang kondusif, di mana aspirasi masyarakat Papua dapat diakomodasi dan dihormati, maka simbol-simbol separatisme akan kehilangan daya tariknya. Sebaliknya, jika hanya ada represi dan stigmatisasi, maka simbol-simbol tersebut akan semakin mengakar dan sulit dihilangkan.
 
Reaksi berlebihan HYU terhadap bendera Bintang Kejora adalah contoh bagaimana kita seringkali terjebak dalam simbol-simbol, tanpa mau melihat akar masalah yang sebenarnya. Mari kita belajar untuk lebih bijak dalam merespons perbedaan, dan lebih fokus pada upaya membangun persatuan yang sejati, bukan hanya persatuan di atas kertas.
 
Seperti yang diungkapkan oleh seorang netizen di Papua  yang menamakan diri LMG,  katakan ( HYU )  Tidak Pantas mengeluarkan kutukan untuk orang? Pengibaran Bintang Kejora itu bukan tindakan kriminal yang brutal atau Genosida,.... Bintang Kejora adalah Tanda Kehormatan dan Identitas Cultur, bahkan Simbol Kedaulatan Orang Papua,...jadi kalau HYU mau kutuk, itu hanya cari sensasi Populis, tidak paham tentang makna dan arti sebuah kutukan." Pernyataan ini semakin memperkuat argumen bahwa mengutuk simbol tanpa memahami konteks dan akar masalah adalah tindakan yang sia-sia dan kontraproduktif.

(Vicky Ririhena).




 
Berita Lainnya :
  • Panglima TNI Resmikan Markas Baru Koopssus TNI
  • Tak Kenal Lelah, TNI dan Warga Kompak Kejar Target Pengecoran Jalan TMMD di Desa Wates
  • Gempur Sarang Narkoba, Polresta Deli Serdang Tetapkan 57 Tersangka, Sita 23 Kg Sabu dan 24 Kg Ganja
  • Patroli Malam Cipta Kondisi, Babinsa Ajak Masyarakat Peduli Keamanan Lingkungan
  • Kaster TNI Pimpin Sertijab Wakaster, Mayjen TNI Achiruddin Gantikan Mayjen TNI Suhardi
  •  
    Komentar Anda :

     
     
     
    + Indeks Berita +
    01 Panglima TNI Resmikan Markas Baru Koopssus TNI
    02 Tak Kenal Lelah, TNI dan Warga Kompak Kejar Target Pengecoran Jalan TMMD di Desa Wates
    03 Gempur Sarang Narkoba, Polresta Deli Serdang Tetapkan 57 Tersangka, Sita 23 Kg Sabu dan 24 Kg Ganja
    04 Patroli Malam Cipta Kondisi, Babinsa Ajak Masyarakat Peduli Keamanan Lingkungan
    05 Kaster TNI Pimpin Sertijab Wakaster, Mayjen TNI Achiruddin Gantikan Mayjen TNI Suhardi
    06 Sekda Meranti Resmi Buka Peluncuran Inovasi Pelita ASN dan Ikan Patin
    07 Kemendagri Perkuat Integrasi Perlindungan Anak dalam Perencanaan Pembangunan Daerah
    08 Babinsa Kemlayan Pererat Silaturahmi dengan Warga Melalui Komsos
    09 Kapolri Mutasi Kapolres Sukoharjo dan Nonaktifkan Tiga Personel Terkait Penggeledahan Ponpes HQ
    10 Perkuat Koordinasi Peradilan Militer, Kaotmilti I Medan Kunjungi Pangdam II/Sriwijaya
    11 56 Siswa TK Pertiwi Slogohimo Kunjungi Koramil 22, Kenali Tugas TNI Sejak Dini
    12 Tinjau RSUD Kondosapata, Gibran Tekankan Kesiapan Dokter dan Alat Kesehatan
    13 Polres Tebing Tinggi Tingkatkan Kesiapsiagaan Personel Melalui Latihan Dalmas
    14 Bupati Asmar Tinjau Progres Tanjung Samak–Tanjung Kedabu Sepanjang 1,4 Kilometer
    15 Workshop Pengelolaan Sampah, Pemda Belajar Menyeimbangkan Biaya dan Kemampuan Warga
    16 Satgas TMMD Kodim 0724/Boyolali Gelar Donor Darah dan Sosialisasi Kesehatan
    17 Soroti Dugaan Kekerasan terhadap Mahasiswa, PMII Minta Pengawasan Internal PDAM Palopo Diperiksa
    18 Babinsa Peleman Perkuat Kedekatan dengan Peternak Kambing di Desa
    19 Tiga Wajah Kejahatan Digital Terkuak, Polres Tebing Tinggi Bongkar Judol dan Revenge Porn
    20 Kemendagri Sinkronkan PSN Pantura Jawa dengan Tata Ruang Daerah di Jawa Tengah
    21 Doa Kebangsaan Lintas Agama Warnai Harlah Ke-5 RBPI, 700 Pengemudi Serukan Persatuan Bangsa
    22 Didampingi FERADI WPI, Korban BMT Dinar Mulia Jalani Pemeriksaan di Polda Jateng
     
     
     
    Galeri Foto | Advertorial | Indeks Berita
    Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Tentang Kami | Info Iklan
    © zoinnews.com