Menhan Sjafrie Sjamsoeddin Pimpin Rakor Persiapan Pembentukan Satgas Kuala di Aceh Tamiang
Minggu, 04-01-2026 - 23:50:58 WIB
 |
| Menteri Pertahanan (Menhan) Sjafrie Sjamsoeddin saat Rapat Koordinasi pembentukan Satgas Kuala di Kabupaten Aceh Tamiang, Provinsi Aceh, Minggu 4 Januari 2026. |
Aceh Tamiang, - Menteri Pertahanan (Menhan) Sjafrie Sjamsoeddin melaksanakan kunjungan kerja ke Kabupaten Aceh Tamiang, Provinsi Aceh, Minggu 4 Januari 2026
Dalam kunjungan tersebut, Menhan
meninjau langsung kondisi Sungai dan Muara Tamiang sekaligus memimpin Rapat Koordinasi (Rakor) persiapan pembentukan Satuan Tugas (Satgas) Kuala.
Rangkaian kegiatan diawali dengan peninjauan udara guna memperoleh gambaran menyeluruh kondisi alur sungai, sedimentasi, dan kawasan muara, kemudian dilanjutkan peninjauan langsung hingga muara menggunakan kapal.
Usai peninjauan, Menhan memimpin rapat koordinasi yang dihadiri oleh sejumlah pejabat tinggi, antara lain Wakil Panglima TNI, Staf Khusus Presiden Bidang Infrastruktur, Pangdam Iskandar Muda, hingga Bupati Aceh Tamiang.
Peninjauan ini bertujuan memastikan kesiapan teknis pengerukan sungai yang mengalami pendangkalan hebat.
Sjafrie menegaskan bahwa pengerahan alat berat oleh Satgas Kuala akan dimulai dalam dua pekan ke depan. Langkah ini diambil agar normalisasi sungai dapat berjalan selaras dengan program rekonstruksi yang sedang dijalankan oleh pemerintah daerah maupun kementerian/lembaga terkait.
Normalisasi sungai dan muara harus segera berjalan. Kami menargetkan pengerahan alat berat dimulai dua minggu lagi agar pemulihan akses transportasi air dan aktivitas nelayan kembali normal," ujar Menhan Sjafrie.
Sjafrie menekankan bahwa pembentukan Satgas Kuala memiliki misi strategis yang melampaui sekadar pengerukan fisik.
"Proyek ini diharapkan menjadi mesin penggerak pemulihan ekonomi bagi warga yang menggantungkan hidup di sepanjang bantaran sungai dan kawasan muara," jelas Menhan.
Lanjutnya, pembentukan Satgas ini tidak hanya soal normalisasi alur, tetapi untuk menguatkan kembali perekonomian masyarakat, mulai dari sektor pertanian hingga perdagangan lokal yang lumpuh akibat pendangkalan dan banjir.
(Ahmad).
Komentar Anda :