London, - Pemerintah Indonesia dan Inggris secara resmi menandai babak baru hubungan bilateral melalui penandatanganan 'Economic Growth Partnership Indonesia-United Kingdom', Selasa 20 Januari 2026.
Penandatanganan kerjasama ini Pemerintah Indonesia diwakili oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartato dan Pemerintah Inggris oleh State Secretary of Business and Trade, Peter Kyle.
Menko Perekonomian Airlangga mengatakan, kerjasama ini babak baru untuk memperkuat kerja sama ekonomi yang adaptif terhadap tantangan global, sekaligus berorientasi pada pertumbuhan yang inklusif dan berkelanjutan.
"Economic Growth Partnership menjadi kerangka strategis untuk memperdalam kolaborasi di berbagai sektor prioritas, mulai dari perdagangan dan investasi. Penguatan industri bernilai tambah, hingga transisi energi, iklim, dan pembangunan berkelanjutan," ujar Menko Airlangga.
Menurut Airlangga, di tengah ketidakpastian ekonomi global dan fragmentasi perdagangan, Indonesia dan Inggris sepakat untuk mendorong kemitraan yang saling melengkapi, berbasis kepercayaan, serta selaras dengan prinsip tata kelola ekonomi global yang terbuka dan berbasis aturan.
Menko Airlangga menjelaskan, kemitraan ini juga memperkuat peran Inggris sebagai mitra strategis Indonesia dalam mendorong agenda reformasi ekonomi, peningkatan daya saing, dan integrasi Indonesia dalam rantai nilai global, termasuk dalam konteks aksesi Indonesia ke OECD.
"Melalui kerja sama yang semakin erat, Indonesia dan Inggris berkomitmen membangun fondasi pertumbuhan ekonomi jangka panjang yang tangguh, berkelanjutan, dan berorientasi masa depan," ujar Menko Hartato.
Hadir dalam acara penandatanganan ini adalah: Menko Perekonomian Airlangga Hartato, utusan khusus Presiden RI untuk Iklim dan Energi, Hashim Djojohadikusumo, Wakil Menteri Keuangan RI, Thomas Djiwandono, Ketua Umum KADIN Indonesia, Anindya Bakrie, beserta jajaran, Duta Besar RI untuk Inggris Raya, Desra Percaya dan Duta Besar Inggris untuk Republik Indonesia, Dominic Jermey.
(***).
Komentar Anda :