Wapres Gibran Tinjau Pengungsi Tanah Gerak di Tegal, Minta Warga untuk Tidak Kembali ke Rumah
Sabtu, 07-02-2026 - 10:11:01 WIB
 |
| Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka, saat meninjau langsung kondisi pengungsi dan lokasi terdampak bencana tanah bergerak di Desa Padasari, Kecamatan Jatinegara, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah, Jumat (6/2/2026). |
Tegal, - Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka meninjau langsung kondisi pengungsi dan lokasi terdampak bencana tanah bergerak di Desa Padasari, Kecamatan Jatinegara, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah, Jumat (6/2/2026).
Dalam kunjungannya, Wapres menegaskan bahwa keselamatan jiwa menjadi prioritas utama. Ia meminta warga tidak memaksakan diri kembali ke rumah masing-masing karena kondisi tanah masih labil dan sangat berbahaya.
“Tadi saya naik motor melihat langsung lokasi. Aspal sudah terbuka dan tanah masih bergerak. Ini sangat berbahaya, rumah bisa roboh kapan saja. Saya minta Bapak dan Ibu jangan paksakan kembali ke sana,” ujar Gibran di hadapan pengungsi di Posko Majelis Az Zikir Wa Rotibain.
Wapres juga menjamin pengurusan cepat bagi warga yang kehilangan dokumen penting seperti sertifikat tanah, akta kelahiran, dan Kartu Keluarga (KK).
“Sertifikat atau akta yang hilang nanti langsung diurus, satu hari jadi. Bapak Ibu tidak perlu risau,” tegasnya.
Selain itu, Gibran menitipkan penanganan kelompok rentan kepada Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi dan Bupati Tegal Ischak Maulana Rohman. Ia meminta agar kebutuhan lansia, ibu hamil, ibu menyusui, anak-anak, dan penyandang disabilitas dipenuhi secara layak, termasuk layanan medis 24 jam.
Gubernur Ahmad Luthfi menegaskan relokasi menjadi langkah mutlak demi keselamatan warga. Pemerintah, kata dia, akan menyiapkan hunian sementara hingga hunian tetap yang dilengkapi sertifikat kepemilikan.
“Tanahnya masih bergerak dan berbahaya. Barang-barang nanti kami amankan. Warga akan mendapatkan rumah berikut sertifikatnya,” ujarnya.
Sebelumnya, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah telah menyalurkan bantuan dengan total nilai Rp338.035.551. Bantuan tersebut terdiri atas logistik makanan dan nonmakanan dari BPBD Provinsi Jawa Tengah sebesar Rp35.200.000 dan bantuan dari Dinas Sosial Provinsi Jawa Tengah sebesar Rp212.068.980.
Selain itu, bantuan beras sebanyak dua ton senilai Rp27 juta disalurkan melalui Dinas Ketahanan Pangan, obat-obatan senilai Rp11.766.571 dari Dinas Kesehatan, serta seragam dan perlengkapan sekolah senilai Rp52 juta dari Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Tengah.
Pemerintah Provinsi Jawa Tengah juga mengalokasikan Belanja Tidak Terduga (BTT) sebesar Rp120 juta untuk penanganan rumah warga terdampak bencana tanah gerak di Kabupaten Tegal.
Bencana tanah gerak di Desa Padasari berdampak pada 464 unit rumah warga, dengan rincian 205 unit rusak berat, 174 unit rusak sedang, dan 85 unit rusak ringan. Jumlah pengungsi tercatat mencapai 1.686 jiwa yang saat ini tersebar di sejumlah lokasi pengungsian.
(Rls).
Komentar Anda :