Terima Yayasan Sukun, Wamen Viva Yoga: Sukun Komoditas dan Tanaman Pangan Masa Depan
Rabu, 25-02-2026 - 10:28:32 WIB
Viva Yoga saat dirinya menerima Yayasan Sukun Nusantara Sejahtera, di Gedung C, Komplek Kantor Kementerian Transmigrasi (Kementrans), Kalibata, Jakarta, (24/2/2026). 
Baca juga:
   
 

 


Jakarta, - Wakil Menteri Transmigrasi Viva Yoga Mauladi mengatakan pada tahun 1995 Departemen Transmigrasi dan Pemukiman Perambah Hutan pernah memiliki program sukunisasi. 


Program yang dihela pada masa Menteri Siswono Yudo Husodo, 1993-1998, melakukan uji coba dengan penanaman pohon sukun di pekarangan-pekarangan rumah di kawasan transmigrasi. 


"Dengan kehadiran Bapak-Ibu mengingatkan kembali program itu dan perlu dikaji kembali untuk kemungkinan bisa kita kembangkan sukun di kawasan transmigrasi," ujarnya.
 
Harapan untuk kembali melakukan sukunisasi disampaikan Viva Yoga saat dirinya menerima Yayasan Sukun Nusantara Sejahtera, di Gedung C, Komplek Kantor Kementerian Transmigrasi (Kementrans), Kalibata, Jakarta, (24/2/2026). 


Hadir dari pihak yayasan, Ketua Bidang Kerjasama dan Pengembangan Bisnis Joediantoro, Sekretaris Umum Riyan Sumindar, dan pengurus lainnya.
 
Diakui tanaman dan buah sukun memiliki banyak kelebihan, seperti mampu tumbuh di berbagai jenis lahan, tidak memerlukan pupuk dan pestisida saat tanam, sumber karbohidrat setara beras, menyimpan karbon, dan memiliki nilai ekonomi tinggi. 


"Saya setuju untuk kembali menanam sukun sebab kehadiran tanaman ini mendukung diversifikasi pangan, ujarnya. Sukun merupakan tanaman pangan masa depan," pungkas Wamen Yoga.
 
Peluang menanam sukun di kawasan transmigrasi menurutnya sangat terbuka lebar. Kementrans saat ini memiliki 154 kawasan transmigrasi yang tersebar dari Sabang sampai Merauke. Komoditas yang dikembangkan di kawasan-kawasan itu seperti padi, jagung, singkong, porang, ubi, dan sagu. Di samping juga ada tanaman industri perkebunan, perikanan, dan wisata, ungkap mantan Anggota Komisi IV DPR dua periode itu.
 
Diakui komoditas sukun belum dikembangkan secara massif di kawasan transmigrasi. Komoditas sukun belum banyak dibudidayakan oleh masyarakat, ada tapi belum banyak. Tidak menjadi program, sifatnya hanya personal. ujarnya. Menanam sukun dikatakan sebagai upaya untuk mendukung swasembada pangan. Viva Yoga menyebut sukun bisa sebagai makanan pengganti nasi dan sumber karbohidrat, “sukun dapat menjadi salah satu alternatif pangan,” ujarnya.
 
Dengan banyaknya kawasan transmigrasi, Yayasan Sukun Nusantara Sejahtera bisa menimbang di mana hendak melakukan sukunisasi bahkan industrialisasi sukun. Menanam sukun dikatakan tidak hanya untuk mendiversifikasi pangan namun juga untuk menciptakan kesejahteraan bagi pelaku usaha. Hasil olahan dari komoditas ini mampu menjadi beragam bentuk seperti tepung, snack, beras analog, produk untuk bayi dan balita, mie instan, dan pakan ternak.  
 
Untuk mengembangkan kembali sukun, didorong yayasan ini kerap melakukan sosialisasi programnya kepada masyarakat dan kementerian terkait. Diungkap dulu masyarakat banyak yang belum tahu manfaat dan nilai ekonomi yang tinggi dari pohon sawit. Dalam perjalanan waktu, tanaman ini sekarang menjadi pilihan sebagai penopang kehidupan. “Ke depan masyarakat juga akan memilih sukun sebagai komoditas unggulan,” paparnya.
 
(Ardi).


 




 
Berita Lainnya :
  • Panglima TNI Resmikan Markas Baru Koopssus TNI
  • Tak Kenal Lelah, TNI dan Warga Kompak Kejar Target Pengecoran Jalan TMMD di Desa Wates
  • Gempur Sarang Narkoba, Polresta Deli Serdang Tetapkan 57 Tersangka, Sita 23 Kg Sabu dan 24 Kg Ganja
  • Patroli Malam Cipta Kondisi, Babinsa Ajak Masyarakat Peduli Keamanan Lingkungan
  • Kaster TNI Pimpin Sertijab Wakaster, Mayjen TNI Achiruddin Gantikan Mayjen TNI Suhardi
  •  
    Komentar Anda :

     
     
     
    + Indeks Berita +
    01 Panglima TNI Resmikan Markas Baru Koopssus TNI
    02 Tak Kenal Lelah, TNI dan Warga Kompak Kejar Target Pengecoran Jalan TMMD di Desa Wates
    03 Gempur Sarang Narkoba, Polresta Deli Serdang Tetapkan 57 Tersangka, Sita 23 Kg Sabu dan 24 Kg Ganja
    04 Patroli Malam Cipta Kondisi, Babinsa Ajak Masyarakat Peduli Keamanan Lingkungan
    05 Kaster TNI Pimpin Sertijab Wakaster, Mayjen TNI Achiruddin Gantikan Mayjen TNI Suhardi
    06 Sekda Meranti Resmi Buka Peluncuran Inovasi Pelita ASN dan Ikan Patin
    07 Kemendagri Perkuat Integrasi Perlindungan Anak dalam Perencanaan Pembangunan Daerah
    08 Babinsa Kemlayan Pererat Silaturahmi dengan Warga Melalui Komsos
    09 Kapolri Mutasi Kapolres Sukoharjo dan Nonaktifkan Tiga Personel Terkait Penggeledahan Ponpes HQ
    10 Perkuat Koordinasi Peradilan Militer, Kaotmilti I Medan Kunjungi Pangdam II/Sriwijaya
    11 56 Siswa TK Pertiwi Slogohimo Kunjungi Koramil 22, Kenali Tugas TNI Sejak Dini
    12 Tinjau RSUD Kondosapata, Gibran Tekankan Kesiapan Dokter dan Alat Kesehatan
    13 Polres Tebing Tinggi Tingkatkan Kesiapsiagaan Personel Melalui Latihan Dalmas
    14 Bupati Asmar Tinjau Progres Tanjung Samak–Tanjung Kedabu Sepanjang 1,4 Kilometer
    15 Workshop Pengelolaan Sampah, Pemda Belajar Menyeimbangkan Biaya dan Kemampuan Warga
    16 Satgas TMMD Kodim 0724/Boyolali Gelar Donor Darah dan Sosialisasi Kesehatan
    17 Soroti Dugaan Kekerasan terhadap Mahasiswa, PMII Minta Pengawasan Internal PDAM Palopo Diperiksa
    18 Babinsa Peleman Perkuat Kedekatan dengan Peternak Kambing di Desa
    19 Tiga Wajah Kejahatan Digital Terkuak, Polres Tebing Tinggi Bongkar Judol dan Revenge Porn
    20 Kemendagri Sinkronkan PSN Pantura Jawa dengan Tata Ruang Daerah di Jawa Tengah
    21 Doa Kebangsaan Lintas Agama Warnai Harlah Ke-5 RBPI, 700 Pengemudi Serukan Persatuan Bangsa
    22 Didampingi FERADI WPI, Korban BMT Dinar Mulia Jalani Pemeriksaan di Polda Jateng
     
     
     
    Galeri Foto | Advertorial | Indeks Berita
    Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Tentang Kami | Info Iklan
    © zoinnews.com