Aksi Tambang Ilegal Bukik Malintang Nagari Ganggo Hilia, Kabupaten Pasaman Makan Korban
Kamis, 16-04-2026 - 17:52:01 WIB
Korban Wadi (50) tertimpa pohon di Bukik Malintang, Nagari Ganggo Hilia, Kecamatan Bonjol, Kabupaten Pasaman, Rabu (15/4/2026) sekitar pukul 10.00 WIB.
Baca juga:
   
 

 


Pasaman, - Tragedi maut kembali terjadi di balik aktivitas tambang ilegal di Bukik Malintang, Nagari Ganggo Hilia, Kecamatan Bonjol, Kabupaten Pasaman.


Di tengah upaya mencari nafkah, seorang penambang harus meregang nyawa setelah tertimpa pohon tumbang di Bukik Malintang, meninggalkan duka mendalam bagi keluarga yang ditinggalkan, Rabu kemaren  (15/4/2026) sekitar pukul 10.00 WIB


Korban diketahui bernama Wadi (50), warga Bukit Talang, Jorong Baru Badindiang, Nagari Limo Koto. Ia meninggal dunia di lokasi kejadian setelah tertindih batang pohon besar yang roboh secara tiba-tiba dan menghantam pondok darurat tempat para penambang beristirahat.


Peristiwa nahas itu bermula saat sejumlah pekerja tambang tengah beristirahat di pondok sederhana yang berada di depan lubang galian. Tanpa tanda-tanda sebelumnya, sebuah pohon besar di lereng bukit mendadak tumbang dan langsung menghancurkan atap pondok. 


Para pekerja yang berada di lokasi panik dan berusaha menyelamatkan diri.Namun, Wadi tidak sempat menghindar dari reruntuhan kayu besar tersebut. Ia mengalami luka parah dan dinyatakan meninggal dunia di tempat. Kepergiannya meninggalkan duka mendalam bagi keluarga, mengingat korban merupakan tulang punggung keluarga.


Selain korban jiwa, dua penambang lainnya turut mengalami luka serius. Saum (32), warga Bukit Talang, dan Kiki (35), warga Padang Laweh, mengalami cedera akibat tertimpa material. Keduanya berhasil dievakuasi oleh rekan-rekan penambang dan warga sekitar ke Puskesmas Bonjol untuk mendapatkan perawatan intensif.


Kejadian ini kembali membuka tabir aktivitas tambang ilegal di Bukik Malintang yang telah berlangsung bertahun-tahun. Meski berstatus ilegal, aktivitas pertambangan di kawasan tersebut diduga masih terus berjalan secara sembunyi-sembunyi dan luput dari pengawasan aparat penegak hukum (APH).


Selain berisiko tinggi terhadap keselamatan pekerja, praktik PETI di kawasan ini juga membawa dampak lingkungan yang serius.


 Informasi yang dihimpun menyebutkan, para penambang menggunakan bahan kimia berbahaya seperti merkuri (raksa) dan sianida dalam proses pengolahan emas.


 Penggunaan zat beracun ini berpotensi mencemari tanah dan aliran sungai di wilayah Nagari Ganggo Hilia, serta mengancam kesehatan masyarakat sekitar.


Ironisnya, aktivitas ilegal ini juga diduga menyalahgunakan subsidi pemerintah. Para pelaku PETI disebut-sebut menggunakan gas elpiji 3 kilogram dalam jumlah besar untuk proses pembakaran material tambang. Padahal, gas subsidi tersebut seharusnya diperuntukkan bagi masyarakat kurang mampu.


Sejumlah warga mendesak aparat penegak hukum untuk segera bertindak tegas menutup aktivitas tambang ilegal di Bukik Malintang.


 Mereka juga meminta adanya pengawasan ketat terhadap distribusi bahan kimia berbahaya serta penyaluran gas subsidi agar tidak disalahgunakan.


Tragedi ini menjadi pengingat bahwa praktik tambang ilegal tidak hanya melanggar hukum, tetapi juga terus mengancam keselamatan jiwa dan keberlanjutan lingkungan di Kabupaten Pasaman.  


(Sandi).


 




 
Berita Lainnya :
  • Panglima TNI Resmikan Markas Baru Koopssus TNI
  • Tak Kenal Lelah, TNI dan Warga Kompak Kejar Target Pengecoran Jalan TMMD di Desa Wates
  • Gempur Sarang Narkoba, Polresta Deli Serdang Tetapkan 57 Tersangka, Sita 23 Kg Sabu dan 24 Kg Ganja
  • Patroli Malam Cipta Kondisi, Babinsa Ajak Masyarakat Peduli Keamanan Lingkungan
  • Kaster TNI Pimpin Sertijab Wakaster, Mayjen TNI Achiruddin Gantikan Mayjen TNI Suhardi
  •  
    Komentar Anda :

     
     
     
    + Indeks Berita +
    01 Panglima TNI Resmikan Markas Baru Koopssus TNI
    02 Tak Kenal Lelah, TNI dan Warga Kompak Kejar Target Pengecoran Jalan TMMD di Desa Wates
    03 Gempur Sarang Narkoba, Polresta Deli Serdang Tetapkan 57 Tersangka, Sita 23 Kg Sabu dan 24 Kg Ganja
    04 Patroli Malam Cipta Kondisi, Babinsa Ajak Masyarakat Peduli Keamanan Lingkungan
    05 Kaster TNI Pimpin Sertijab Wakaster, Mayjen TNI Achiruddin Gantikan Mayjen TNI Suhardi
    06 Sekda Meranti Resmi Buka Peluncuran Inovasi Pelita ASN dan Ikan Patin
    07 Kemendagri Perkuat Integrasi Perlindungan Anak dalam Perencanaan Pembangunan Daerah
    08 Babinsa Kemlayan Pererat Silaturahmi dengan Warga Melalui Komsos
    09 Kapolri Mutasi Kapolres Sukoharjo dan Nonaktifkan Tiga Personel Terkait Penggeledahan Ponpes HQ
    10 Perkuat Koordinasi Peradilan Militer, Kaotmilti I Medan Kunjungi Pangdam II/Sriwijaya
    11 56 Siswa TK Pertiwi Slogohimo Kunjungi Koramil 22, Kenali Tugas TNI Sejak Dini
    12 Tinjau RSUD Kondosapata, Gibran Tekankan Kesiapan Dokter dan Alat Kesehatan
    13 Polres Tebing Tinggi Tingkatkan Kesiapsiagaan Personel Melalui Latihan Dalmas
    14 Bupati Asmar Tinjau Progres Tanjung Samak–Tanjung Kedabu Sepanjang 1,4 Kilometer
    15 Workshop Pengelolaan Sampah, Pemda Belajar Menyeimbangkan Biaya dan Kemampuan Warga
    16 Satgas TMMD Kodim 0724/Boyolali Gelar Donor Darah dan Sosialisasi Kesehatan
    17 Soroti Dugaan Kekerasan terhadap Mahasiswa, PMII Minta Pengawasan Internal PDAM Palopo Diperiksa
    18 Babinsa Peleman Perkuat Kedekatan dengan Peternak Kambing di Desa
    19 Tiga Wajah Kejahatan Digital Terkuak, Polres Tebing Tinggi Bongkar Judol dan Revenge Porn
    20 Kemendagri Sinkronkan PSN Pantura Jawa dengan Tata Ruang Daerah di Jawa Tengah
    21 Doa Kebangsaan Lintas Agama Warnai Harlah Ke-5 RBPI, 700 Pengemudi Serukan Persatuan Bangsa
    22 Didampingi FERADI WPI, Korban BMT Dinar Mulia Jalani Pemeriksaan di Polda Jateng
     
     
     
    Galeri Foto | Advertorial | Indeks Berita
    Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Tentang Kami | Info Iklan
    © zoinnews.com