Akses Kesehatan Terancam? Pengamat Lhokseumawe Angkat Suara soal JKA
Selasa, 21-04-2026 - 17:53:20 WIB
Sofyan, S.Sos.
Baca juga:
   
 

 


Lhokseumawe, - Kebijakan terbaru terkait Jaminan Kesehatan Aceh (JKA) kembali menuai sorotan. Kali ini datang dari pengamat sosial asal Lhokseumawe, Sofyan, S.Sos, yang menyuarakan kegelisahan publik terhadap arah kebijakan yang dinilai mulai menjauh dari realitas masyarakat.


Dalam catatannya, Sofyan mengungkapkan bahwa keluhan masyarakat terus berdatangan, baik melalui pesan pribadi maupun percakapan sehari-hari di warung kopi. Persoalan yang muncul terbilang mendasar: kesulitan mengakses layanan kesehatan akibat perubahan status desil hingga ancaman tidak tertanganinya kebutuhan medis, termasuk persalinan.


“Ini bukan sekadar persoalan administratif. Ini menyangkut rasa aman masyarakat ketika mereka sakit,” ujarnya.


Menurut Sofyan, pernyataan pemerintah yang menyebut kebijakan ini sebagai “penyesuaian” justru menimbulkan tanda tanya baru. Dalam praktik kebijakan publik, istilah tersebut kerap menjadi pintu masuk bagi pembatasan akses yang tidak disadari sejak awal.


“Kalau masalahnya ada pada data, maka yang harus diperbaiki adalah sistem datanya, bukan akses layanan masyarakat,” tegasnya.


Ia juga menyoroti momentum lahirnya kebijakan tersebut yang dinilai terlalu cepat. Dalam rentang waktu yang berdekatan pada Januari 2026, terjadi sejumlah keputusan penting, mulai dari pernyataan pemerintah pusat terkait izin berobat ke luar negeri, penetapan Pergub Aceh Nomor 2 Tahun 2026, hingga proses sosialisasi kebijakan.


Bagi Sofyan, rangkaian tersebut patut menjadi bahan evaluasi serius. “Dalam pemerintahan, waktu adalah bagian dari kualitas keputusan. Jika kebijakan lahir terlalu cepat, risiko yang muncul bukan hanya teknis, tetapi juga kepercayaan publik,” katanya.


Lebih jauh, ia menilai persoalan JKA kini telah bergeser dari isu teknis menjadi persoalan mendasar tentang bagaimana negara memandang rakyatnya.


“Apakah rakyat diposisikan sebagai subjek yang harus dilindungi, atau sekadar objek yang harus menyesuaikan diri dengan sistem?” ujarnya.


Sofyan juga menekankan pentingnya integrasi antara JKA dan skema nasional melalui BPJS Kesehatan. Menurutnya, kebijakan daerah seharusnya memperkuat sistem yang ada, bukan menimbulkan ketidakpastian baru di tengah masyarakat.


Di tengah meningkatnya keresahan publik, ia mendorong Pemerintah Aceh untuk tidak ragu mengambil langkah korektif, termasuk mengevaluasi secara menyeluruh bahkan mencabut kebijakan jika terbukti menimbulkan dampak negatif.


“Ini bukan soal mundur, tapi keberanian untuk meluruskan arah,” katanya.


Ia menutup dengan penegasan bahwa Aceh saat ini membutuhkan kepastian, bukan sekadar narasi.


“Rakyat tidak butuh penjelasan yang berulang. Mereka butuh kepastian: saat sakit, mereka dilayani. Negara harus hadir, bukan hanya dalam aturan, tapi dalam kenyataan,” tutup Sofyan.


(Rifai).


 




 
Berita Lainnya :
  • Dugaan Intimidasi dalam Kasus Sengketa Tanah, Warga Medan Minta Kapolri Turun Tangan
  • FERADI WPI Kembangkan Pelatihan Hukum Daring dan Pendidikan Profesi Advokat
  • Gebosan Emas di Nagajuang, Kapolsek Siabu Iptu A.J. Nasution Belum Beri Penjelasan
  • Kodam II/Sriwijaya Evaluasi Kerja Sama TNI AD dengan Perbankan
  • Prof. Zudan: BKN Siap Bantu Penerapan Manajemen Talenta ASN di Banggai Laut dan Banggai Kepulauan
  •  
    Komentar Anda :

     
     
     
    + Indeks Berita +
    01 Dugaan Intimidasi dalam Kasus Sengketa Tanah, Warga Medan Minta Kapolri Turun Tangan
    02 FERADI WPI Kembangkan Pelatihan Hukum Daring dan Pendidikan Profesi Advokat
    03 Gebosan Emas di Nagajuang, Kapolsek Siabu Iptu A.J. Nasution Belum Beri Penjelasan
    04 Kodam II/Sriwijaya Evaluasi Kerja Sama TNI AD dengan Perbankan
    05 Prof. Zudan: BKN Siap Bantu Penerapan Manajemen Talenta ASN di Banggai Laut dan Banggai Kepulauan
    06 Polisi Bersama Masyarakat, Kapolda Gorontalo Perkuat Sinergi dengan Kalangan Akademisi UNG
    07 Cegah Tabrakan Maut di Jalinsum, Kapolres Sergai Turun Langsung Pasang Stiker Pemilik Kendaraan
    08 Tak Sesuai Sistem Merit, BKN Tegaskan Pengisian Jabatan ASN Sulbar Harus Segera Dibenahi
    09 Sat Lantas Polres Tebing Tinggi Ops Patuh Toba 2026 di Titik Rawan Macet dan Kecelakaan
    10 Audiensi dengan Kemendikdasmen, Bupati Asmar Perjuangkan Kelanjutan Revitalisasi 72 Sekolah di Meranti
    11 Polres Sergai Ungkap Kasus Pupuk Palsu Bermerek Naga Mas dan Penyalahgunaan BBM
    12 Wamendagri Wiyagus Dorong Kolaborasi Pemerintah Daerah Percepat Penanggulangan TBC
    13 Pastikan Kualitas dan Keamanan, Tim Dalwas Tinjau Lima Jembatan Garuda di Boyolali
    14 Istana Tegaskan Dugaan Penyadapan dan Akses Ilegal terhadap Kepala Negara Harus Diusut Transparan
    15 Hakim Candra Pimpin Sidang Praperadilan Larisman Sihombing dengan Cermat dan Tenang
    16 Kemendagri Terima Konsultasi Bapperida Jepara, Perkuat Implementasi e-DALEV SIPD
    17 Kawal Ketahanan Pangan, Babinsa Koramil Kedawung Bantu Panen Padi Bersama Petani Desa Pengkok
    18 Tiga Syarat Jadi Kades Hebat Versi Wamendagri, Berikut Penjelasannya
    19 Wakapolres Tebing Tinggi Ajak Masyarakat Bersama Jaga Kamtibmas
    20 Transformasi Digital Jangan Hanya Aplikasi, Kemendagri Tekankan Dampak Nyata bagi Warga
    21 Skandal Penyadapan, Ketum DePA-R : Usut Tuntas, Jangan Ada Penyalahgunaan Kekuasaan!
    22 Babinsa Kemlayan Rutin Sambang Warga Jaga Kondusifitas Wilayah
     
     
     
    Galeri Foto | Advertorial | Indeks Berita
    Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Tentang Kami | Info Iklan
    © zoinnews.com