Tradisi Peusijuek Lepas Dua Kader Menuju Tanah Suci di Kantor PPP Aceh Berlangsung Haru
Banda Aceh, - Suasana haru dan penuh kekhidmatan menyelimuti aula Kantor DPW Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Aceh, Selasa sore (21/4/2026). Tradisi peusijuek—ritual adat khas Aceh—menjadi penanda pelepasan dua kader terbaik partai berlambang Ka’bah yang akan menunaikan ibadah haji tahun ini.
Ketua DPW PPP Aceh, Dr. H. Amiruddin Idris, SE, M.Si, didampingi Sekretaris Wilayah Ilmiza Sa’aduddin Djamal, MBA, secara langsung memimpin prosesi tepung tawar kepada dua calon jamaah haji (calhaj) dari jajaran pengurus partai.
Keduanya adalah Rosalinda, Wakil Ketua Bidang Pemenangan Dapil 7 (Kota Langsa dan Aceh Tamiang), serta Hj. Jafnimar Jakfar—yang akrab disapa Bu JJ—Wakil Ketua Pemenangan Dapil 9 (Abdya, Aceh Selatan, Subulussalam, dan Aceh Singkil).
Rosalinda dijadwalkan bertolak pada 5 Mei 2026 melalui Bandara Sultan Iskandar Muda, sementara Bu JJ akan menyusul pada kloter berikutnya.
Dalam sambutannya, Amiruddin menegaskan bahwa peusijuek bukan sekadar seremoni adat, melainkan bentuk penghormatan kepada tamu Allah sekaligus penguatan nilai spiritual dalam kehidupan berorganisasi.
“Ibadah haji hari ini bukan perkara mudah. Dengan kuota terbatas, antrean bisa mencapai 20 hingga 25 tahun. Karena itu, ini harus kita muliakan,” ujarnya.
Ia juga memanjatkan doa agar kedua kader PPP tersebut diberi kesehatan, kelancaran dalam menjalankan rukun Islam kelima, serta kembali ke tanah air sebagai haji yang mabrur.
Namun di balik nuansa spiritual itu, terselip harapan yang lebih luas. Amiruddin berharap doa-doa dari Tanah Suci juga membawa keberkahan bagi perjalanan partai ke depan.
“Mohon doakan di Baitullah agar PPP semakin baik dan terus memberi manfaat bagi masyarakat,” katanya.
Momen paling mengharukan terjadi saat Rosalinda menerima prosesi peusijuek. Ia tak mampu menahan air mata, terlebih ketika sang anak turut menyaksikan langsung prosesi tersebut.
Dengan suara bergetar, ia mengaku tidak menyangka acara pelepasan itu digelar secara resmi dan penuh penghormatan oleh pimpinan partai.
“Anak saya sempat bertanya, kenapa acara peusijueknya resmi sekali. Saya bilang, begitulah PPP menghargai kader,” tuturnya.
Air mata yang jatuh bukan sekadar ungkapan emosional, melainkan cerminan perjalanan panjang menuju panggilan suci yang bagi banyak orang harus dinanti hingga puluhan tahun.
Acara yang dipandu oleh Wakil Ketua Bidang Sosial DPW PPP Aceh, Syarifah Munira, ditutup dengan doa yang dipimpin Ilmiza Sa’aduddin Djamal, dilanjutkan pembacaan selawat dan sesi foto bersama.
Tradisi peusijuek dalam momen ini bukan hanya ritual budaya, tetapi juga simbol kuat solidaritas dan kebersamaan di tubuh partai—mempertemukan nilai-nilai adat, spiritualitas, dan politik dalam satu harmoni.
Di tengah dinamika politik yang kerap keras dan pragmatis, momen seperti ini menjadi pengingat: bahwa politik juga memiliki sisi humanis—tempat nilai tradisi dan kemanusiaan tetap dijunjung tinggi.
(Rifai).
Komentar Anda :