Gubernur Mahyeldi: Penting Menghidupkan Kembali Nilai Pendidikan Berbasis Keluarga
Senin, 04-05-2026 - 17:44:54 WIB
Baca juga:
   
 

 


Padang, - Gubernur Sumatera Barat (Sumbar), Mahyeldi Ansharullah menegaskan pentingnya menghidupkan kembali nilai-nilai pendidikan berbasis keluarga saat membuka Seminar Nasional “Kiprah Rahmah El Yunusiyyah sebagai Pahlawan Nasional dalam Pengembangan Pendidikan di Indonesia” di Auditorium Universitas Negeri Padang (UNP), Senin (4/5/2026).


Di hadapan sekitar 1.000 peserta dari kalangan akademisi, mahasiswa, guru, hingga organisasi perempuan, Mahyeldi menekankan bahwa seminar ini bukan sekadar mengenang sejarah, melainkan momentum mencari solusi atas krisis pendidikan yang kian kompleks.


“Seminar ini kita gagas bukan hanya untuk mengenang sejarah. Nilai-nilai yang diajarkan Ibu Rahmah El Yunusiyyah sangat realistis untuk menjawab persoalan pendidikan terkini, sehingga perlu kembali diimplementasikan dalam proses pembelajaran saat ini,” tegas Mahyeldi.


Ia lalu menyoroti fenomena hubungan guru dan murid yang kian memprihatinkan, bahkan tak jarang berujung konflik hingga masuk ranah hukum. Menurutnya, kondisi tersebut menunjukkan adanya krisis yang perlu ada solusi agar nilainya tidak lari dari esensi pendidikan itu sendiri.


“Kita melihat sekarang hubungan guru dan murid tidak jarang mengalami gesekan yang tidak sepatutnya. Bahkan ada yang sampai dilaporkan ke kepolisian. Ini sudah keluar dari ruh pendidikan,” ujarnya.


Mahyeldi menilai akar dari berbagai persoalan sosial tersebut karena lemahnya ketahanan keluarga. Ironisnya, menurut Mahyeldi, kendati Peraturan Daerah terkait ketahanan keluarga sudah ada di Sumbar, namun menurut Mahyeldi, sisi implementasinya masih lemah.


“Kita bicara narkoba, kembali permasalahan dasarnya ada di tingkat keluarga. Perilaku menyimpang, juga kembali ke keluarga. Tapi ironisnya, setiap orang yang akan berkeluarga justru tidak dibekali secara serius tentang ketahanan keluarga,” katanya.


Ia mencontohkan sistem pendidikan keluarga yang diterapkan Rahmah El Yunusiyyah melalui Diniyyah Puteri, yang sejak usia dini telah membekali perempuan dengan ilmu rumah tangga dan kehidupan. Selain nantinya juga diberikan ilmu agama, bertutur dan berlogika serta disiplin ilmu lainnya.


“Saya pernah tanya alumni Diniyyah Puteri, ternyata pelajaran tentang ketahanan keluarga itu sudah diajarkan sejak SMP. Sementara kita, menjelang menikah hanya dapat pembekalan dua jam. Ini tentu tidak cukup,” tegasnya.


Menurut Mahyeldi, konsep pendidikan yang dirintis Rahmah El Yunusiyyah terbukti melahirkan generasi perempuan tangguh, bahkan telah terbukti mampu melahirkan tokoh besar seperti Rasuna Said.


“Beliau mempersiapkan perempuan bukan hanya untuk rumah tangga, tapi juga menjadi pribadi mandiri dan berwawasan luas. Hasilnya, bisa kita lihat, banyak tokoh-tokoh besar lahir dari sana,” ujarnya.


Turut hadir dalam kegiatan seminar nasional tersebut Menteri Kebudayaan RI yang diwakili oleh Direktur Sarana dan Prasarana Kebudayaan, Feri Arlius. Dalam sambutannya ia menegaskan bahwa Rahmah El Yunusiyyah merupakan pelopor pendidikan perempuan di Indonesia yang pemikirannya masih relevan hingga kini.


“Beliau adalah arsitek pendidikan perempuan pertama di Indonesia melalui Diniyyah Puteri. Di tengah keterbatasan akses pendidikan saat itu, beliau membuka jalan bagi kemandirian intelektual dan spiritual perempuan,” ungkap Feri.


Pemerintah, lanjutnya, memberikan perhatian serius terhadap pengembangan Diniyyah Puteri sebagai bagian dari warisan budaya dan sejarah pendidikan nasional.


“Keberadaan Diniyyah Puteri masih sangat relevan. Kementerian Kebudayaan akan memberikan dukungan, yang saat ini masih dalam tahap pembahasan,” katanya.


Kepala Dinas Sosial Provinsi Sumbar, Syaifullah selaku ketua pelaksana Seminar Nasional “Kiprah Rahmah El Yunusiyyah sebagai Pahlawan Nasional dalam Pengembangan Pendidikan di Indonesia” mengatakan seminar ini bertujuan menggali kembali pemikiran Rahmah El Yunusiyyah serta mengontekstualisasikannya dengan tantangan pendidikan modern.


“Seminar ini diharapkan melahirkan gagasan baru serta menginspirasi generasi muda, khususnya perempuan, untuk meneladani perjuangan beliau,” ujarnya.


Seminar menghadirkan sejumlah narasumber nasional dan internasional, di antaranya Tan Sri Dato’ Seri Utama Dr. Rais Yatim, Prof. Dr. dr. Fasli Jalal, Ph.D., serta wartawan senior Khairul Jasmi. 


(Adpsb/cen/bud).


 


 




 
Berita Lainnya :
  • Polisi Bersama Masyarakat, Kapolda Gorontalo Perkuat Sinergi dengan Kalangan Akademisi UNG
  • Cegah Tabrakan Maut di Jalinsum, Kapolres Sergai Turun Langsung Pasang Stiker Pemilik Kendaraan
  • Tak Sesuai Sistem Merit, BKN Tegaskan Pengisian Jabatan ASN Sulbar Harus Segera Dibenahi
  • Sat Lantas Polres Tebing Tinggi Ops Patuh Toba 2026 di Titik Rawan Macet dan Kecelakaan
  • Audiensi dengan Kemendikdasmen, Bupati Asmar Perjuangkan Kelanjutan Revitalisasi 72 Sekolah di Meranti
  •  
    Komentar Anda :

     
     
     
    + Indeks Berita +
    01 Polisi Bersama Masyarakat, Kapolda Gorontalo Perkuat Sinergi dengan Kalangan Akademisi UNG
    02 Cegah Tabrakan Maut di Jalinsum, Kapolres Sergai Turun Langsung Pasang Stiker Pemilik Kendaraan
    03 Tak Sesuai Sistem Merit, BKN Tegaskan Pengisian Jabatan ASN Sulbar Harus Segera Dibenahi
    04 Sat Lantas Polres Tebing Tinggi Ops Patuh Toba 2026 di Titik Rawan Macet dan Kecelakaan
    05 Audiensi dengan Kemendikdasmen, Bupati Asmar Perjuangkan Kelanjutan Revitalisasi 72 Sekolah di Meranti
    06 Polres Sergai Ungkap Kasus Pupuk Palsu Bermerek Naga Mas dan Penyalahgunaan BBM
    07 Wamendagri Wiyagus Dorong Kolaborasi Pemerintah Daerah Percepat Penanggulangan TBC
    08 Pastikan Kualitas dan Keamanan, Tim Dalwas Tinjau Lima Jembatan Garuda di Boyolali
    09 Istana Tegaskan Dugaan Penyadapan dan Akses Ilegal terhadap Kepala Negara Harus Diusut Transparan
    10 Hakim Candra Pimpin Sidang Praperadilan Larisman Sihombing dengan Cermat dan Tenang
    11 Kemendagri Terima Konsultasi Bapperida Jepara, Perkuat Implementasi e-DALEV SIPD
    12 Kawal Ketahanan Pangan, Babinsa Koramil Kedawung Bantu Panen Padi Bersama Petani Desa Pengkok
    13 Tiga Syarat Jadi Kades Hebat Versi Wamendagri, Berikut Penjelasannya
    14 Wakapolres Tebing Tinggi Ajak Masyarakat Bersama Jaga Kamtibmas
    15 Transformasi Digital Jangan Hanya Aplikasi, Kemendagri Tekankan Dampak Nyata bagi Warga
    16 Skandal Penyadapan, Ketum DePA-R : Usut Tuntas, Jangan Ada Penyalahgunaan Kekuasaan!
    17 Babinsa Kemlayan Rutin Sambang Warga Jaga Kondusifitas Wilayah
    18 LPP Atlantara Sambangi Kejari Makassar, Dorong Sinergi Pengawasan Dunia Pendidikan
    19 Gagalkan Pengiriman 15 Kg Sabu Lintas Provinsi, Kapolresta Deli Serdang Apresiasi Kinerja Satresnarkoba
    20 H. Ulung Purnama, SH., MH. Ucapkan Selamat atas Pelantikan 154 Kepala Desa se-Kabupaten Bekasi
    21 Panglima TNI Resmikan Markas Baru Koopssus TNI
    22 Tak Kenal Lelah, TNI dan Warga Kompak Kejar Target Pengecoran Jalan TMMD di Desa Wates
     
     
     
    Galeri Foto | Advertorial | Indeks Berita
    Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Tentang Kami | Info Iklan
    © zoinnews.com