Luhut Ingatkan OJK: Stabilitas Tak Cukup, Pasar Modal Indonesia Harus Bangun Kepercayaan Global
Jakarta, - Luhut Binsar Pandjaitan menegaskan pentingnya reformasi sektor keuangan dan penguatan kepercayaan investor terhadap pasar modal Indonesia saat menerima jajaran pimpinan baru Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Senin pagi.
Dalam pertemuan tersebut, Luhut menyoroti tantangan besar yang kini dihadapi sektor keuangan nasional di tengah ketidakpastian ekonomi global.
Menurutnya, tugas OJK saat ini bukan hanya menjaga stabilitas sistem keuangan, tetapi juga memastikan kepercayaan dunia internasional terhadap ekonomi Indonesia tetap terjaga.
“Pasar modal itu kuncinya hanya satu:
trust,” tegas Luhut. Ia menilai konsistensi kebijakan dan kepastian hukum jangka panjang menjadi faktor utama dalam membangun kredibilitas pasar modal Indonesia di mata investor global.
Investor Global Masih “Wait and See”
Dalam diskusi bersama pimpinan OJK, sejumlah isu strategis dibahas mulai dari dinamika nilai tukar rupiah, kondisi pasar keuangan domestik, hingga persepsi investor internasional terhadap Indonesia.
Luhut mengakui langkah reformasi yang dilakukan OJK sejauh ini sudah berada di jalur yang tepat. Namun, ia mengingatkan bahwa sebagian investor global masih menunggu konsistensi implementasi kebijakan sebelum meningkatkan eksposur investasi mereka di Indonesia.
Ia bahkan mengungkapkan, saat tim dari MSCI bertemu dengannya beberapa waktu lalu, lembaga indeks global tersebut menyampaikan besarnya harapan terhadap perkembangan pasar modal Indonesia.
“Ini bukti bahwa potensi kita sangat besar. Momentum emas ini tidak boleh disia-siakan,” ujarnya.
Soroti Lonjakan Kredit Bermasalah BPR
Selain pasar modal, Luhut juga memberi perhatian serius terhadap kondisi Bank Perkreditan Rakyat (BPR). Berdasarkan data yang diterimanya, angka non-performing loan (NPL) atau kredit bermasalah mengalami peningkatan.
Ia meminta OJK melakukan penguatan sektor BPR secara menyeluruh agar tidak menjadi titik rawan baru bagi perekonomian daerah, khususnya yang menyangkut masyarakat kecil dan pelaku UMKM.
Menurutnya, langkah strategis yang telah diambil OJK perlu diperkuat dengan tata kelola yang lebih baik dan pengawasan risiko yang ketat.
“Jangan Takut Selama Bekerja Benar”
Di akhir pertemuan, Luhut menegaskan bahwa reformasi tata kelola dan manajemen risiko tidak boleh dikompromikan, meskipun OJK juga dituntut mendukung berbagai program prioritas pemerintah.
Ia meminta seluruh jajaran regulator keuangan bekerja profesional, jujur, dan patuh terhadap aturan.
“Saya sampaikan agar mereka tidak perlu khawatir selama bekerja dengan benar, jujur, dan patuh pada aturan,” kata Luhut.
Menurutnya, menjaga kepercayaan terhadap ekonomi Indonesia bukan hanya tugas pemerintah atau regulator semata, melainkan tanggung jawab bersama seluruh pemangku kepentingan.
(Dali).
Komentar Anda :