Kisruh MTs GUPPI Malintang Memanas, Warga akan Laporkan Dana BOS ke APH
Minggu, 24-05-2026 - 14:34:10 WIB
Baca juga:
   
 

 


Malintang,.- Polemik berkepanjangan yang melanda MTs GUPPI Malintang terus menjadi perbincangan hangat warga dan makin memanas. Gelombang desakan warga yang makin besar agar Amir Mahmud mundur dari jabatannya sebagai Kepala Madrasah ternyata dianggap "sebelah mata' dan kini mendapatkan reaksi keras dari sejumlah warga.


"Kita bicara fakta. Kondisi madrasah makin memprihatinkan dan tidak ada perubahan positif. Malahan makin mundur. Selama hampir setahun, tidak ada prestasi yang dapat dibanggakan dari Amir Mahmud, malahan madrasah makin amburadul," ujar warga Malintang yang minta identitasnya dirahasiakan bermarga Matondang ketika memberikan keterangan pers kepada media, Sabtu, 23 Mei 2026.


Sumber yang berstatus mahasiswa tsb menyatakan, kezaliman yang nyata telah terjadi di institusi pendidikan berlabelkan Islam tsb sejak dipimpin oleh Amir Mahmud.  Dia membeberkan berbagai persolan termasuk pengangkatan beliau sebagai Kepala Madrasah dinilai warga penuh rekayasa, tertutup dan tidak prosedural. 


Selanjutnya, sosok Amir juga dinilai warga "jarang hadir" serta tidak peduli dengan kondisi madrasah. Kemudian kedisiplinan dan kwalitas madrasah makin merosot tajam, sarana-prasarana madrasah juga makin rusak parah, kondisi fisik madrasah juga makin memprihatinkan. 


"Sederet persoalan parah diatas diduga kuat karna pengelolaan dana BOS Madrasah telah disalahgunakan oleh Kepala Madrasah. Kita mengendus aroma dugaan bau korupsi, memperkaya diri sendiri dan berpotensi merugikan keuangan negara, rawan penyimpangan akibat tata kelola dana BOS diduga tidak transparan dan hanya main sendiri/"one man show" ujar aktivis sosial.


Sumber tsb juga mengaku telah mendapatkan restu dan dukungan dari  beberapa tokoh masyarakat, aparat desa, tokoh agama, tokoh mahasiswa, pemuda setempat untuk melaporkan Amir Mahmud ke APH (Aparat Penegak Hukum) untuk mempertanggungjawabkan pengelolaan dana BOS ke ranah hukum. "Dana BOS itu bersumber dari keuangan negara. Itu bukan uang pribadi Amir Mahmud. Jadi dana BOS harus dikelola secara transparan, prosedural dan akuntabel. Itu sudah lama jadi sorotan serius sejumlah pihak. Jangan ada yang ditutupi" ujarnya dengan geram.


Pihaknya juga telah melakukan konsolidasi bersama dengan sejumlah Ormawa (Organisasi Mahasiswa) dan OKP di tingkat kabupaten untuk meminta support moral dan mengawal kasus hukum tsb bila telah dilaporkan nantinya.


Sumber tsb, ujarnya bersama tim hukum dan sejumlah warga Malintang telah lama mempelajari dan mengantongi sejumlah bukti awal dugaan penyimpangan dana BOS di MTs GUPPI Malintang.


Sedangkan warga lain, bermarga Nasution kepada Media ini menguraikan sejumlah data/fakta dugaan Dana BOS di madrasah tsb tidak transparan dan dinilai bermasalah. Pertama, tidak ditemukan papan informasi rencana kerja dan anggaran penggunaan dana BOS di area yang mudah diakses publik sesuai aturan juknis Kemenag. Kedua, Kepala MTs diduga kuat tidak pernah membuat Tim pengelola dana BOS. Ketiga, tidak pernah melibatkan dewan guru dan komite madrasah dalam menyusun Rencana Kerja Anggaran Madrasah (RKAM), Keempat, Kepala Madrasah juga diduga "wan man show/main sendiri", tidak transparan dalam pengelolaan Dana BOS. Kelima, posisi Bendahara Madrasah diduga hanya pajangan nama dan tidak difungsikan dan sejumlah bukti konkrit lainnya. Dijelaskan, indikasi kuat makin mengemuka adanya dugaan sejumlah nota belanja yang mark up, belanja fiktif, atau menganggarkan kegiatan pembangunan yang tidak dilaksanakan serta pembelanjaan yang tidak sesuai aturan sehingga berpotensi merugikan keuangan negara.


"Dalam waktu dekat, kami akan langsung melaporkan Dana BOS MTs GUPPI ke penegak hukum baik Polres atau Kejaksaan serta Kemenag Madina untuk melakukan serangkaian penyelidikan intensif terkait penggunaan dana BOS yang dinilai bermasalah. Kita akan menyeret masalah ini ke ranah hukum untuk diproses," tegasnya.


Sedangkan wali siswa bermarga Batubara menyebutkan, indikasi pengelolaan Dana BOS yang bermasalah kemudian diperparah dengan pemeliharaan sarana prasarana sekolah yang sangat jauh dari kata layak untuk fasilitas pendidikan.


Dia kemudian membeberkan  fakta penting seperti tidak adanya sumber air di fasilitas kamar mandi madrasah, sejumlah asbes/plafon dalam kondisi rusak parah dan bolong, mobiuler meja dan kursi dalam jumlah yang banyak dalam kondisi rusak parah dan tidak layak pakai, sejumlah jendela kaca yang pecah dan membahayakan, kondisi madrasah yang terlihat kumuh dan tidak terawat.


Tampak papan tulis di madrasah juga masih menggunakan kapur belum white board dan spidol,  papan struktur pengurus madrasah sudah puluhan tahun tak pernah diganti, plank merk masih tertulis Departemen Agama belum diganti menjadi Kemenag, kedisiplinan madrasah yang turun drastis, suasana madrasah yang jauh dari nilai kekeluargaan, kepemimpinan Amir Mahmud yang dinilai arogan dan tidak demokratis dan sejumlah persoalan  lainnya.


"Kami akan berjuang di muka hukum sampai titik darah penghabisan. Dana BOS ini harus diusut hingga tuntas oleh Aparat Penegak Hukum (APH),"  ungkapnya.


Dia menjelaskan sikap warga ini sebagai ekses karna  tertantang melihat sikap Amir Mahmud yang makin arogan dan menghalalkan segala cara untuk mempertahankan jabatannya sebagai Kepala Madrasah. 


Beredar informasi, Amir Mahmud dikabarkan telah membentuk Yayasan baru yang penuh rekayasa, kontroversi, tidak aspiratif dan tidak prosedural serta mengklaim yayasan tersebut adalah milik sekelompok orang tertentu dan menafikan keberadaan warga Malintang secara keseluruhan .


"Kita akan berjuang di depan hukum. Biar kita lihat siapa nanti yang benar dan siapa yang salah di mata hukum. Dana BOS Madrasah yang diduga bermasalah ini pasti akan bisa dijerat dengan konsekwensi hukum" ungkapnya kesal.


(Magrifatulloh).


 




 
Berita Lainnya :
  • Panglima TNI Resmikan Markas Baru Koopssus TNI
  • Tak Kenal Lelah, TNI dan Warga Kompak Kejar Target Pengecoran Jalan TMMD di Desa Wates
  • Gempur Sarang Narkoba, Polresta Deli Serdang Tetapkan 57 Tersangka, Sita 23 Kg Sabu dan 24 Kg Ganja
  • Patroli Malam Cipta Kondisi, Babinsa Ajak Masyarakat Peduli Keamanan Lingkungan
  • Kaster TNI Pimpin Sertijab Wakaster, Mayjen TNI Achiruddin Gantikan Mayjen TNI Suhardi
  •  
    Komentar Anda :

     
     
     
    + Indeks Berita +
    01 Panglima TNI Resmikan Markas Baru Koopssus TNI
    02 Tak Kenal Lelah, TNI dan Warga Kompak Kejar Target Pengecoran Jalan TMMD di Desa Wates
    03 Gempur Sarang Narkoba, Polresta Deli Serdang Tetapkan 57 Tersangka, Sita 23 Kg Sabu dan 24 Kg Ganja
    04 Patroli Malam Cipta Kondisi, Babinsa Ajak Masyarakat Peduli Keamanan Lingkungan
    05 Kaster TNI Pimpin Sertijab Wakaster, Mayjen TNI Achiruddin Gantikan Mayjen TNI Suhardi
    06 Sekda Meranti Resmi Buka Peluncuran Inovasi Pelita ASN dan Ikan Patin
    07 Kemendagri Perkuat Integrasi Perlindungan Anak dalam Perencanaan Pembangunan Daerah
    08 Babinsa Kemlayan Pererat Silaturahmi dengan Warga Melalui Komsos
    09 Kapolri Mutasi Kapolres Sukoharjo dan Nonaktifkan Tiga Personel Terkait Penggeledahan Ponpes HQ
    10 Perkuat Koordinasi Peradilan Militer, Kaotmilti I Medan Kunjungi Pangdam II/Sriwijaya
    11 56 Siswa TK Pertiwi Slogohimo Kunjungi Koramil 22, Kenali Tugas TNI Sejak Dini
    12 Tinjau RSUD Kondosapata, Gibran Tekankan Kesiapan Dokter dan Alat Kesehatan
    13 Polres Tebing Tinggi Tingkatkan Kesiapsiagaan Personel Melalui Latihan Dalmas
    14 Bupati Asmar Tinjau Progres Tanjung Samak–Tanjung Kedabu Sepanjang 1,4 Kilometer
    15 Workshop Pengelolaan Sampah, Pemda Belajar Menyeimbangkan Biaya dan Kemampuan Warga
    16 Satgas TMMD Kodim 0724/Boyolali Gelar Donor Darah dan Sosialisasi Kesehatan
    17 Soroti Dugaan Kekerasan terhadap Mahasiswa, PMII Minta Pengawasan Internal PDAM Palopo Diperiksa
    18 Babinsa Peleman Perkuat Kedekatan dengan Peternak Kambing di Desa
    19 Tiga Wajah Kejahatan Digital Terkuak, Polres Tebing Tinggi Bongkar Judol dan Revenge Porn
    20 Kemendagri Sinkronkan PSN Pantura Jawa dengan Tata Ruang Daerah di Jawa Tengah
    21 Doa Kebangsaan Lintas Agama Warnai Harlah Ke-5 RBPI, 700 Pengemudi Serukan Persatuan Bangsa
    22 Didampingi FERADI WPI, Korban BMT Dinar Mulia Jalani Pemeriksaan di Polda Jateng
     
     
     
    Galeri Foto | Advertorial | Indeks Berita
    Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Tentang Kami | Info Iklan
    © zoinnews.com