Patungan Rp400 Ribu/KK Bangun Sekolah, Enam Tahun Berlalu Warga Puo Raya Pertanyakan Nasib Lahan
Senin, 08-06-2026 - 16:11:30 WIB
Baca juga:
   
 

 


Rokan Hulu, - Harapan warga Desa Puo Raya, Kecamatan Tandun, Kabupaten Rokan Hulu, untuk memiliki sekolah dasar (SD) baru kini berubah menjadi tanda tanya besar. Enam tahun setelah masyarakat diminta patungan untuk pembelian lahan sekolah, bangunan yang dijanjikan tak kunjung berdiri.


Warga kini mempertanyakan nasib lahan yang dibeli dari hasil swadaya masyarakat tersebut, setelah muncul informasi bahwa sebagian lahan telah dimanfaatkan untuk kepentingan lain.


Berdasarkan keterangan sejumlah warga, sekitar tahun 2020 lalu masyarakat di Dusun Simpang TB dan Dusun Sepunggu diminta menyetorkan uang sebesar Rp400 ribu per kepala keluarga untuk pembelian lahan yang disebut akan diperuntukkan bagi pembangunan sekolah dasar.


Saat itu, warga mengaku mendukung penuh rencana tersebut karena diyakini akan memberikan manfaat bagi pendidikan anak-anak di wilayah mereka.


"Kami dulu ikut menyumbang karena diberitahu untuk pembangunan sekolah. Tujuannya baik, jadi masyarakat mendukung," ujar salah seorang warga kepada awak media.


Namun hingga tahun 2026, sekolah yang dijanjikan belum juga terealisasi. Kondisi tersebut memunculkan berbagai pertanyaan di tengah masyarakat mengenai kelanjutan program yang pernah disepakati bersama itu.


Kekecewaan warga semakin bertambah setelah mengetahui lahan yang disebut dibeli dari hasil patungan masyarakat diduga tidak lagi digunakan sesuai tujuan awal. Berdasarkan informasi yang berkembang di masyarakat, di atas lahan tersebut kini berdiri bangunan Koperasi Merah Putih, sementara sebagian lahan lainnya disebut telah dipatok menjadi beberapa kavling.


Tak hanya mempertanyakan peruntukan lahan, warga juga menyoroti mekanisme pengumpulan dana yang dilakukan saat itu.


Dalam rekaman video yang beredar, sejumlah warga mengaku sempat mendapat tekanan terkait program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL). Mereka mengklaim bahwa warga yang tidak ikut menyetor dana pembelian lahan dikhawatirkan tidak mendapatkan pelayanan dalam program tersebut.


Pernyataan itu kini menjadi perhatian masyarakat karena PTSL merupakan program pemerintah yang diperuntukkan bagi masyarakat sesuai ketentuan yang berlaku.


Merasa tidak mendapatkan kejelasan, warga mulai mengumpulkan bukti pembayaran, dokumen pendukung, serta keterangan saksi. Mereka berharap pemerintah daerah, Inspektorat, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD), maupun aparat penegak hukum dapat menelusuri persoalan tersebut secara terbuka dan transparan.


"Kami hanya ingin kejelasan. Kalau memang lahan itu masih untuk sekolah, jelaskan kepada masyarakat. Kalau ada perubahan peruntukan, masyarakat juga berhak tahu," kata warga lainnya.


Pihak Desa Sebut Sudah Dimusyawarahkan


Menanggapi persoalan tersebut, awak media berupaya mengonfirmasi Kepala Desa Puo Raya, Yasrijon. Namun, keterangan disampaikan melalui Kepala Dusun Lumban Gaul.


Menurut Kepala Dusun, rencana pembangunan sekolah tersebut sebelumnya telah melalui proses musyawarah desa yang melibatkan berbagai pihak terkait.


Ia menjelaskan bahwa proses pencarian lahan sengaja dilakukan dengan mempertimbangkan lokasi yang berada di antara Dusun I dan Dusun II karena sekolah tersebut direncanakan untuk melayani anak-anak dari kedua dusun.


"Rencana pembangunan sekolah ini telah melalui musyawarah desa yang matang dan melibatkan berbagai pihak. Lokasi yang dicari juga mempertimbangkan akses bagi anak-anak dari Dusun I dan Dusun II," ujarnya.


Namun saat awak media mempertanyakan keberadaan berita acara musyawarah yang menjadi dasar pengambilan keputusan tersebut, Kepala Dusun tidak dapat menunjukkan maupun memperlihatkan dokumen dimaksud.


Ketika diminta menjelaskan lebih lanjut terkait berita acara maupun dokumen pendukung lainnya, Kepala Dusun juga belum dapat memberikan keterangan secara rinci.


Hingga berita ini diterbitkan, Kepala Desa Puo Raya, Yasrijon, belum memberikan tanggapan secara langsung terkait penggunaan dana swadaya masyarakat maupun dugaan perubahan peruntukan lahan yang awalnya disebut untuk pembangunan sekolah dasar tersebut. 


(Tim).


 




 
Berita Lainnya :
  • Panglima TNI Resmikan Markas Baru Koopssus TNI
  • Tak Kenal Lelah, TNI dan Warga Kompak Kejar Target Pengecoran Jalan TMMD di Desa Wates
  • Gempur Sarang Narkoba, Polresta Deli Serdang Tetapkan 57 Tersangka, Sita 23 Kg Sabu dan 24 Kg Ganja
  • Patroli Malam Cipta Kondisi, Babinsa Ajak Masyarakat Peduli Keamanan Lingkungan
  • Kaster TNI Pimpin Sertijab Wakaster, Mayjen TNI Achiruddin Gantikan Mayjen TNI Suhardi
  •  
    Komentar Anda :

     
     
     
    + Indeks Berita +
    01 Panglima TNI Resmikan Markas Baru Koopssus TNI
    02 Tak Kenal Lelah, TNI dan Warga Kompak Kejar Target Pengecoran Jalan TMMD di Desa Wates
    03 Gempur Sarang Narkoba, Polresta Deli Serdang Tetapkan 57 Tersangka, Sita 23 Kg Sabu dan 24 Kg Ganja
    04 Patroli Malam Cipta Kondisi, Babinsa Ajak Masyarakat Peduli Keamanan Lingkungan
    05 Kaster TNI Pimpin Sertijab Wakaster, Mayjen TNI Achiruddin Gantikan Mayjen TNI Suhardi
    06 Sekda Meranti Resmi Buka Peluncuran Inovasi Pelita ASN dan Ikan Patin
    07 Kemendagri Perkuat Integrasi Perlindungan Anak dalam Perencanaan Pembangunan Daerah
    08 Babinsa Kemlayan Pererat Silaturahmi dengan Warga Melalui Komsos
    09 Kapolri Mutasi Kapolres Sukoharjo dan Nonaktifkan Tiga Personel Terkait Penggeledahan Ponpes HQ
    10 Perkuat Koordinasi Peradilan Militer, Kaotmilti I Medan Kunjungi Pangdam II/Sriwijaya
    11 56 Siswa TK Pertiwi Slogohimo Kunjungi Koramil 22, Kenali Tugas TNI Sejak Dini
    12 Tinjau RSUD Kondosapata, Gibran Tekankan Kesiapan Dokter dan Alat Kesehatan
    13 Polres Tebing Tinggi Tingkatkan Kesiapsiagaan Personel Melalui Latihan Dalmas
    14 Bupati Asmar Tinjau Progres Tanjung Samak–Tanjung Kedabu Sepanjang 1,4 Kilometer
    15 Workshop Pengelolaan Sampah, Pemda Belajar Menyeimbangkan Biaya dan Kemampuan Warga
    16 Satgas TMMD Kodim 0724/Boyolali Gelar Donor Darah dan Sosialisasi Kesehatan
    17 Soroti Dugaan Kekerasan terhadap Mahasiswa, PMII Minta Pengawasan Internal PDAM Palopo Diperiksa
    18 Babinsa Peleman Perkuat Kedekatan dengan Peternak Kambing di Desa
    19 Tiga Wajah Kejahatan Digital Terkuak, Polres Tebing Tinggi Bongkar Judol dan Revenge Porn
    20 Kemendagri Sinkronkan PSN Pantura Jawa dengan Tata Ruang Daerah di Jawa Tengah
    21 Doa Kebangsaan Lintas Agama Warnai Harlah Ke-5 RBPI, 700 Pengemudi Serukan Persatuan Bangsa
    22 Didampingi FERADI WPI, Korban BMT Dinar Mulia Jalani Pemeriksaan di Polda Jateng
     
     
     
    Galeri Foto | Advertorial | Indeks Berita
    Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Tentang Kami | Info Iklan
    © zoinnews.com