Prabowo di Penutupan Munas-Konbes NU 2026: Ulama dan Umara Harus Bersatu Kawal Kepentingan Rakyat
Rabu, 24-06-2026 - 11:59:13 WIB
Bangkalan, - Presiden Prabowo Subianto menegaskan pentingnya sinergi antara ulama dan pemerintah dalam menjaga persatuan nasional serta mengawal kesejahteraan rakyat saat menghadiri penutupan Musyawarah Nasional (Munas) Alim Ulama dan Konferensi Besar (Konbes) Nahdlatul Ulama 2026 di Bangkalan, Jawa Timur, Selasa (23/6/2026).
Di hadapan para kiai dan tokoh NU dari berbagai daerah, Presiden memberikan apresiasi tinggi terhadap peran NU yang selama ini dinilai konsisten menjaga keutuhan bangsa. Menurutnya, NU tidak hanya menjadi kekuatan keagamaan terbesar di Indonesia, tetapi juga tampil sebagai organisasi yang nasionalis, patriotik, dan berada di garda depan dalam merawat persatuan di tengah berbagai tantangan kebangsaan.
Presiden menekankan bahwa kolaborasi antara ulama dan umara merupakan fondasi penting dalam membangun Indonesia yang kuat dan berkeadilan. Ia menilai perjuangan membela kepentingan rakyat membutuhkan kesamaan visi antara pemimpin negara dan para tokoh agama agar pembangunan nasional berjalan seiring dengan nilai-nilai moral dan kebangsaan.
Dalam kesempatan tersebut, Prabowo juga menegaskan komitmen pemerintah untuk memperkuat tata kelola pemerintahan yang bersih dan berintegritas. Ia menyoroti pentingnya pemberantasan kebocoran anggaran serta pengelolaan kekayaan negara secara transparan agar hasil pembangunan benar-benar dirasakan masyarakat.
“Seluruh sumber daya dan kekayaan Indonesia harus dikelola untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat, bukan untuk kepentingan segelintir pihak,” tegas Presiden.
Penutupan Munas dan Konbes NU 2026 berlangsung khidmat dan penuh semangat kebangsaan. Acara ditandai dengan penabuhan kenteng oleh Presiden Prabowo bersama jajaran Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), sebagai simbol berakhirnya forum strategis tersebut sekaligus penegasan komitmen bersama untuk terus mengabdi demi kemaslahatan umat, bangsa, dan negara.
Forum Munas dan Konbes NU 2026 sendiri menjadi ruang penting bagi para ulama untuk merumuskan pandangan keagamaan dan kebangsaan dalam menghadapi berbagai dinamika sosial, ekonomi, dan politik nasional ke depan. Dengan berakhirnya agenda tersebut, NU menegaskan kembali posisinya sebagai mitra strategis negara dalam menjaga stabilitas, memperkuat persatuan, dan mendorong pembangunan yang berpihak kepada rakyat.
(Dali).
Komentar Anda :