Prabowo Tutup KSTI 2026, Tegaskan Kolaborasi Riset dan Industri Kunci Kemandirian Bangsa
Minggu, 28-06-2026 - 23:55:21 WIB
 |
| Presiden Prabowo Subianto, saat menutup Sarasehan Kebangsaan Konvensi Sains, Teknologi, dan Industri Indonesia (KSTI) Tahun 2026 di Jakarta International Convention Center (JICC), Jakarta, Minggu (28/06/2026). |
Jakarta, - Presiden Prabowo Subianto secara resmi menutup Sarasehan Kebangsaan Konvensi Sains, Teknologi, dan Industri Indonesia (KSTI) Tahun 2026 di Jakarta International Convention Center (JICC), Jakarta, Minggu (28/6/2026).
Momentum tersebut menjadi penegasan komitmen pemerintah dalam memperkuat kolaborasi nasional untuk mempercepat kemajuan ilmu pengetahuan, teknologi, dan kemandirian ekonomi Indonesia.
Dalam sambutannya, Presiden Prabowo menekankan bahwa masa depan Indonesia tidak dapat dibangun secara sektoral, melainkan melalui sinergi seluruh kekuatan bangsa. Pemerintah, perguruan tinggi, dunia usaha, sektor industri, hingga para peneliti didorong untuk membangun kolaborasi yang kuat guna melahirkan riset dan inovasi yang mampu menjawab berbagai tantangan pembangunan nasional.
Menurut Presiden, hasil riset harus mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, memperkuat daya saing industri nasional, sekaligus menjadi fondasi dalam mewujudkan kemandirian ekonomi di tengah persaingan global yang semakin ketat.
Sarasehan Kebangsaan KSTI 2026 menjadi forum strategis yang mempertemukan para pemangku kepentingan dari berbagai sektor untuk menyatukan gagasan, pengalaman, dan kepakaran dalam merumuskan arah pengembangan sains, teknologi, dan industri nasional.
Berbagai rekomendasi yang dihasilkan dalam forum tersebut akan ditindaklanjuti melalui pembentukan kelompok kerja tematik sebagai langkah percepatan implementasi solusi berbasis riset.
Kelompok kerja tersebut diharapkan mampu menghasilkan inovasi yang aplikatif, mendorong hilirisasi hasil penelitian, memperkuat ekosistem inovasi nasional, serta meningkatkan daya saing Indonesia di berbagai sektor strategis.
Penutupan KSTI 2026 sekaligus menjadi tonggak penting dalam memperkuat ekosistem sains, teknologi, dan inovasi nasional. Pemerintah menegaskan komitmennya untuk terus membangun kolaborasi lintas sektor sebagai fondasi menuju Indonesia yang maju, mandiri, berdaya saing global, serta mampu memanfaatkan ilmu pengetahuan dan teknologi sebagai motor utama pertumbuhan ekonomi nasional.
(Dali).
Komentar Anda :