Tragedi PETI di Kabupaten Madina Kembali Makan Korban, Mahasiswa Desak Kapoldasu Ambil Tindakan
Selasa, 30-06-2026 - 20:38:01 WIB
Penambang berinisial AR (37) dilaporkan tewas tertimbun material tanah di kawasan lahan sitaan Satgas BLBI (eks PT PSU), Desa Simpang Koje, Kecamatan Lingga Bayu, pada Selasa (23/6/2026) silam sekitar pukul 17.00 WIB.
Baca juga:
   
 

 


Mandailing Natal, - Aktivitas Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di Kabupaten Mandailing Natal kembali memakan korban jiwa. Seorang penambang dilaporkan tewas tertimbun material tanah di kawasan lahan sitaan Satgas BLBI (eks PT PSU), Desa Simpang Koje, Kecamatan Lingga Bayu, pada Selasa (23/6/2026) silam sekitar pukul 17.00 WIB. 


Korban diketahui berinisial AR (37), warga Desa Simpang Koje Kecamatan Lingga Bayu Kabupaten Mandailing Natal, Provinsi Sumatera Utara (Sumut).


 Berdasarkan informasi dari warga setempat, korban tertimbun longsoran tanah saat melakukan penambangan menggunakan mesin dompeng. Proses evakuasi berlangsung dramatis dan jenazah korban baru berhasil dikeluarkan dari timbunan material pada pukul 21.00 WIB.


Na'asnya, lokasi maut tersebut diduga kuat berada di dalam kawasan Hutan Produksi Terbatas (HPT) atau lahan seluas 611 hektare yang berstatus sitaan Satgas Negara.


Kepala Desa Simpang Koje Ahmad Saleh Nasution ketika dikonfirmasi Wartawan melalui sambungan komunikasi WatshApp (30/06/2026) membenarkan kejadian tersebut. 


"Iya  memang benar musibah tersebut, kita dari aparat desa langsung terjun ke TKP pada hari H kejadian," ujar Ahmad Saleh.


Menanggapi tragedi ini, sejumlah elemen masyarakat mengecam keras adanya pembiaran yang terkesan terstruktur di wilayah hukum Kecamatan Linggabayu dan di Kabupaten Madina.


Mahasiswa menilai aktivitas destruktif ini diketahui telah berlangsung lama tanpa ada tindakan preventif maupun represif yang konkret dari Aparat Penegak Hukum (APH) bahkan diduga dibekingi oleh oknum aparat.


"Kami melihat ada indikasi pembiaran dan dugaan konspirasi serta perlindungan dari oknum aparat sehingga Kapolsek Lingga Bayu dan Kapolres Mandailing Natal selaku pemilik wilayah hukum, terkesan pura-pura 'buta, tuli, bisu' dengan aktivitas illegal kejahatan lingkungan yang kian makin merebak di Kabuoaten Madina, khususnya di Kecamatan Lingga Bayu," kata  Ahmad Rifai Nasution.


Lebih parah, sebagian dari lahan sitaan negara tersebut kini bahkan telah berubah fungsi menjadi hamparan tambang ilegal yang merusak lingkungan. Ini tamparan keras bagi kedaulatan supremasi dan kewibawaan hukum," tegas Ketua Presidium SIPLAH (Solidaritas Mahasiswa Peduli Penyelamatan Hutan dan Lingkungan Hidup) Ahmad Rifai Nasution kepada pers di Panyabungan (29/06/2026).


Disebutkan, tragedi ini menjadi alarm keras bagi penegakan hukum di Mandailing Natal apalagi disaat Polri akan merayakan HUT Bhayangkara ke 80.


Pihaknya pun mendesak agar Kapolda Sumut Irjen Pol Whisnu Hermawan Februanto beserta jajaran untuk segera mengambil langkah konkret untuk menutup total lokasi PETI tersebut. 


"Kapoldasu kita minta  untuk segera turun tangan dan bertindak tegas untuk menertibkan serta menghentikan seluruh aktivitas penambangan ilegal di lahan eks PT PSU dan kawasan HPT Lingga Bayu tanpa pandang bulu," ujar Ahmad Rifai.


Senada dengan itu, Direktur Eksekutif The Madina Green Insitute Ridwandy Nasution meminta aparat penegak hukum untuk membongkar sindikat pemilik modal dan segera  meringkus aktor intelektual aktivitas illegal PETI di lahan sitaan negara tersebut. 


"Mustahil aktivitas illegal tersebut bisa lebih leluasa dan merajalela bila tidak diback-up oleh oknum aparat," ucap nya.


Santer diperbincangkan publik, oknum aparat yang diduga membekingi aktivitas illegal tersebut oknum TNI inisial "Lbn'.


 "Secepatnya kita akan menyurati Pangdam agar oknum tersebut segera diperiksa secara intensif oleh Kodam I/BB dan Propam karna telah lama membuat keresahan warga dan telah nyata melakukan perbuatan melanggar hukum yang merusak nama baik institusi negara," ujar Ridwandy Nasution.


Pihaknya juga mendesak Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo dan Kapolda Sumatera Utara Irjen Whisnu Hermawan Februanto mengevaluasi kinerja dan mencopot jabatan Kapolres Madina dan Kapolsek Lingga Bayu atas dugaan pembiaran dan dugaan perlindungan terhadap aktivitas ilegal yang berujung pada hilangnya nyawa warga. 


Kinerja kedua pimpinan Polri tingkat resort dan sektor tersebut dinilai mahasiswa, telah gagal dalam mengeksekusi intruksi dan program prioritas Presiden Prabowo Subianto dan Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo dalam pemberantasan dan penindakan tambang illegal.


"Kita meminta  agar hukum dapat hadir dan tidak kalah oleh para pelaku kejahatan lingkungan. Penertiban dan penindakan hukum secara tegas adalah harga mati agar tidak ada lagi nyawa masyarakat kecil yang dikorbankan demi keuntungan segelintir mafia tambang,'" tutupnya.


Sampai berita ini diterbitkan, Kapolsek Lingga Bayu  masih bungkam dan belum merespon apapun terkait daftar konfirmasi wartawan.


(Marifatulloh).


 




 
Berita Lainnya :
  • Panglima TNI Resmikan Markas Baru Koopssus TNI
  • Tak Kenal Lelah, TNI dan Warga Kompak Kejar Target Pengecoran Jalan TMMD di Desa Wates
  • Gempur Sarang Narkoba, Polresta Deli Serdang Tetapkan 57 Tersangka, Sita 23 Kg Sabu dan 24 Kg Ganja
  • Patroli Malam Cipta Kondisi, Babinsa Ajak Masyarakat Peduli Keamanan Lingkungan
  • Kaster TNI Pimpin Sertijab Wakaster, Mayjen TNI Achiruddin Gantikan Mayjen TNI Suhardi
  •  
    Komentar Anda :

     
     
     
    + Indeks Berita +
    01 Panglima TNI Resmikan Markas Baru Koopssus TNI
    02 Tak Kenal Lelah, TNI dan Warga Kompak Kejar Target Pengecoran Jalan TMMD di Desa Wates
    03 Gempur Sarang Narkoba, Polresta Deli Serdang Tetapkan 57 Tersangka, Sita 23 Kg Sabu dan 24 Kg Ganja
    04 Patroli Malam Cipta Kondisi, Babinsa Ajak Masyarakat Peduli Keamanan Lingkungan
    05 Kaster TNI Pimpin Sertijab Wakaster, Mayjen TNI Achiruddin Gantikan Mayjen TNI Suhardi
    06 Sekda Meranti Resmi Buka Peluncuran Inovasi Pelita ASN dan Ikan Patin
    07 Kemendagri Perkuat Integrasi Perlindungan Anak dalam Perencanaan Pembangunan Daerah
    08 Babinsa Kemlayan Pererat Silaturahmi dengan Warga Melalui Komsos
    09 Kapolri Mutasi Kapolres Sukoharjo dan Nonaktifkan Tiga Personel Terkait Penggeledahan Ponpes HQ
    10 Perkuat Koordinasi Peradilan Militer, Kaotmilti I Medan Kunjungi Pangdam II/Sriwijaya
    11 56 Siswa TK Pertiwi Slogohimo Kunjungi Koramil 22, Kenali Tugas TNI Sejak Dini
    12 Tinjau RSUD Kondosapata, Gibran Tekankan Kesiapan Dokter dan Alat Kesehatan
    13 Polres Tebing Tinggi Tingkatkan Kesiapsiagaan Personel Melalui Latihan Dalmas
    14 Bupati Asmar Tinjau Progres Tanjung Samak–Tanjung Kedabu Sepanjang 1,4 Kilometer
    15 Workshop Pengelolaan Sampah, Pemda Belajar Menyeimbangkan Biaya dan Kemampuan Warga
    16 Satgas TMMD Kodim 0724/Boyolali Gelar Donor Darah dan Sosialisasi Kesehatan
    17 Soroti Dugaan Kekerasan terhadap Mahasiswa, PMII Minta Pengawasan Internal PDAM Palopo Diperiksa
    18 Babinsa Peleman Perkuat Kedekatan dengan Peternak Kambing di Desa
    19 Tiga Wajah Kejahatan Digital Terkuak, Polres Tebing Tinggi Bongkar Judol dan Revenge Porn
    20 Kemendagri Sinkronkan PSN Pantura Jawa dengan Tata Ruang Daerah di Jawa Tengah
    21 Doa Kebangsaan Lintas Agama Warnai Harlah Ke-5 RBPI, 700 Pengemudi Serukan Persatuan Bangsa
    22 Didampingi FERADI WPI, Korban BMT Dinar Mulia Jalani Pemeriksaan di Polda Jateng
     
     
     
    Galeri Foto | Advertorial | Indeks Berita
    Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Tentang Kami | Info Iklan
    © zoinnews.com