Revitalisasi SMKN 1 SIMPATI Terbengkalai, Kepsek: Proyek Tersebut di Awasi Kodim
Kamis, 02-07-2026 - 19:04:01 WIB
Lubuk Sikaping, - Program Revitalisasi Satuan Pendidikan SMKN 1 Simpang Alahan Mati, Pasaman, senilai Rp2,1 miliar bersumber APBN 2026 diduga tidak sesuai prosedur. Dari 6 Febuari hingga 1 juli 2026, pekerjaan terbengkalai padahal kontrak berakhir 19 Juni 2026.
Berdasarkan plang proyek yang terpasang di lokasi, kegiatan bertajuk `Revitalisasi Terdampak Bencana` itu seharusnya dikerjakan oleh Panitia Pembangunan Satuan Pendidikan (P2SP) SMKN 1 Simpang Alahan Mati. Nilai bantuan Rp2.121.084.000 dengan waktu pelaksanaan 6 Februari s.d. 19 Juni 2026.
Saat dikonfirmasi awak media, Kepala SMKN 1 Simpati, Wirdayeti, menyebut proyek tersebut diawasi oleh Kodim.
“Dandim sudah mengetahui proyek tersebut, dan kini saya dalam keadaan kurang sehat,” ujarnya via WhatsApp.
Namun, pihak pelaksana diduga pihak ketiga saat dihubungi hanya menjawab singkat.
“Saya lagi di Padang dan tidak bisa diganggu,” kata kontraktor.
Menyikapi hal ini, LSM tipikor, OYON, menyayangkan keterlambatan dan dugaan penyimpangan.
“Sangat disayangkan apabila bantuan pemerintah dilakukan penyimpangan-penyimpangan yang diduga untuk kepentingan pribadi. Proyek terbengkalai, anggaran untuk pendidikan diduga diselewengkan,” ujar OYON.
Ia menyatakan agar APH (Kejaksaan) untuk segera melakukan pemeriksaan dan menindak lanjuti temuan ini.
OYON menambahkan bahwa diduga pembangunan tersebut gagal kontruksi dan bahan bangunan yang digunakan mengangkangi dokumen perencanaan, karena tidak satupun adanya uji labor, untuk menentukan mutu dan kualitas dari sebuah bangunan.
Hingga berita ditayang, Dinas Pendidikan Sumbar, dan Kemendikdasmen belum memberikan keterangan resmi.
(Jaya).
Komentar Anda :