Belarus Tegaskan Indonesia Mitra Strategis di Asia Tenggara, Prabowo-Lukashenko Sepakati 7 MoU
Jumat, 03-07-2026 - 14:56:05 WIB
Jakarta, - Presiden Republik Belarus, Aleksandr Lukashenko, menegaskan Indonesia merupakan salah satu mitra paling penting Belarus di kawasan Asia Tenggara. Penegasan itu disampaikan usai menggelar pertemuan bilateral dengan Presiden RI Prabowo Subianto di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (02/07/2026).
Dalam pernyataannya, Presiden Lukashenko menyebut hubungan Indonesia-Belarus terus menunjukkan perkembangan yang positif dalam beberapa tahun terakhir. Menurutnya, kedua negara memiliki kesamaan visi dalam memperkuat kerja sama strategis serta saling mendukung di berbagai bidang demi kepentingan bersama.
Pertemuan bilateral tersebut menghasilkan capaian konkret berupa penandatanganan dan penyaksian tujuh nota kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) serta satu perjanjian kerja sama yang mencakup sektor industri, kebudayaan, keuangan, kesehatan, riset, intelijen keuangan, hingga akreditasi nasional.
Tujuh dokumen yang disepakati meliputi kerja sama antara Kementerian Perindustrian RI dan Kementerian Perindustrian Belarus, Kementerian Kebudayaan kedua negara, Otoritas Jasa Keuangan dengan Bank Nasional Belarus, Kementerian Kesehatan RI dengan Kementerian Kesehatan Belarus, BRIN dengan Akademi Ilmu Pengetahuan Nasional Belarus, PPATK dengan Departemen Pemantauan Keuangan Komite Kontrol Negara Belarus terkait pertukaran laporan intelijen pencucian uang, pendanaan terorisme, dan proliferasi senjata pemusnah massal, serta kerja sama bidang akreditasi nasional.
Selain itu, Indonesia dan Belarus juga menyepakati Peta Jalan Pengembangan Bidang-Bidang Utama Kerja Sama Republik Indonesia–Republik Belarus Tahun 2026–2030 sebagai arah strategis untuk memperkuat kemitraan bilateral dalam jangka menengah.
Kesepakatan tersebut menjadi tonggak penting dalam memperluas hubungan Indonesia dan Belarus, sekaligus menegaskan komitmen kedua negara untuk meningkatkan kolaborasi di berbagai sektor strategis yang diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi, inovasi, serta memperkuat hubungan diplomatik di masa mendatang.
(Dali).
Komentar Anda :