RJI Sulsel Perkuat Kompetensi Pengelola Jurnal Ilmiah Melalui Bimtek Tata Kelola OJS dan Strategi Indeksasi
Kamis, 09-07-2026 - 21:54:01 WIB
Baca juga:
   
 

 


Sulawesi Selatan, - Di tengah meningkatnya tuntutan mutu publikasi ilmiah nasional, Pengurus Daerah Relawan Jurnal Indonesia (RJI) Sulawesi Selatan kembali menunjukkan kontribusinya dalam meningkatkan kapasitas pengelola jurnal ilmiah melalui gan Teknis (Bimtek) Tata Kelola Open Journal Systems (OJS) dan Indeksasi Jurnal Ilmiah. 


Kegiatan yang berlangsung selama dua hari, 8–9 Juli 2026, di Aula Hotel W Three, Jalan Lagaligo, Makassar, ini menjadi ruang belajar berbagi pengalaman, sekaligus memperkuat jejaring pengelola jurnal dari berbagai perguruan tinggi di Sulawesi Selatan.


Sebanyak 123 peserta yang terdiri atas dosen, editor, dan staf pengelola jurnal ilmiah mengikuti kegiatan tersebut dengan antusias. Mereka berasal dari sekitar 35 perguruan tinggi negeri dan swasta, di antaranya Universitas Hasanuddin, Universitas Negeri Makassar, Universitas Muslim Indonesia, UIN Alauddin Makassar, IAIN Parepare, Universitas Bosowa, IAIM Sinjai, Universitas Islam Makassar, Universitas Dipa Makassar, IAIN Bone, Universitas Muhammadiyah Bone, Universitas Muhammadiyah Palopo, Universitas Pejuang RI, Universitas Atma Jaya Makassar, STAI DDI Parepare, Institut Teknologi BJ Habibie, UIN Palopo, serta berbagai perguruan tinggi lainnya di Sulawesi Selatan.


Memeriahkan HUT RJI yang ke_10, aAtmosfer pelatihan terasa berbeda karena seluruh materi disampaikan oleh para praktisi yang telah berpengalaman mengelola jurnal bereputasi nasional maupun internasional. Mereka tidak hanya menyampaikan teori, tetapi juga membagikan pengalaman nyata menghadapi tantangan pengelolaan jurnal hingga berhasil mencapai indeksasi bereputasi.


Ketiga narasumber yang tampil adalah Dr. Ir. Akbar Iskandar, S.Pd., M.Pd., M.Kom., Ketua RJI Sulawesi Selatan; Dr. Aan Aswari, S.H., M.H., Pengurus RJI Sulawesi Selatan sekaligus pengelola jurnal yang telah terindeks Scopus; serta Rizal Bakri, S.Si., M.Si., dosen Statistika Universitas Negeri Makassar yang juga berpengalaman mengelola jurnal terakreditasi SINTA dan terindeks Scopus.


Dalam sambutannya, Ketua RJI Sulawesi Selatan, Dr. Ir. Akbar Iskandar, menyampaikan bahwa bimtek ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan RJI dalam memperkuat ekosistem publikasi ilmiah di Indonesia, khususnya di Sulawesi Selatan. Menurutnya, kualitas jurnal ilmiah menjadi salah satu indikator penting kemajuan riset dan reputasi perguruan tinggi.


"Kami berharap kegiatan ini dapat menjadi ruang belajar bersama yang mampu mendorong peningkatan kualitas tata kelola jurnal ilmiah di Sulawesi Selatan. Semakin baik kualitas jurnal yang kita kelola, semakin besar pula kontribusi kita terhadap perkembangan ilmu pengetahuan dan publikasi ilmiah Indonesia," ujar Akbar di hadapan peserta.


Pada sesi pertama, Rizal Bakri membawakan materi mengenai Manajemen Open Journal Systems (OJS) dan Tata Kelola Jurnal Ilmiah. Dengan gaya penyampaian yang komunikatif, ia menguraikan alur penerbitan jurnal mulai dari proses submission, review, copyediting, layout editing, hingga publikasi artikel. Ia juga menjelaskan berbagai peran editorial yang harus dijalankan dalam sistem OJS serta tantangan yang sering dihadapi pengelola jurnal dengan sumber daya manusia yang terbatas.


Tidak hanya menyampaikan konsep, Rizal yang didampingi moderator Nani Harlinda juga berbagi berbagai tips dan praktik terbaik dalam menghadapi proses akreditasi jurnal nasional (SINTA) melalui platform ARJUNA. Peserta diajak melihat langsung contoh jurnal yang telah memenuhi standar nasional, sekaligus mendiskusikan berbagai kekurangan yang masih sering ditemukan pada pengelolaan jurnal sehingga dapat diperbaiki sebelum proses asesmen.


Memasuki sesi berikutnya, Akbar Iskandar mengulas secara mendalam mengenai Strategi Indeksasi Directory of Open Access Journals (DOAJ). Ia menjelaskan berbagai persyaratan administrasi dan teknis yang harus dipenuhi, mulai dari kualitas metadata, kebijakan editorial, etika publikasi, keterbukaan akses, hingga tahapan evaluasi yang dilakukan oleh tim DOAJ. 


ÀMateri tersebut mendapat perhatian besar dari peserta karena DOAJ kini menjadi salah satu indikator penting dalam meningkatkan visibilitas jurnal ilmiah di tingkat internasional.


Pada hari kedua, sesi penutup diisi oleh Dr. Aan Aswari, S.H.,MH. yang didampingi moderator Ahmad Zulfikar, membahas Strategi Pengembangan Jurnal Menuju Indeksasi Scopus. Ia menekankan bahwa keberhasilan sebuah jurnal untuk masuk ke Scopus tidak hanya ditentukan oleh kualitas artikel, tetapi juga konsistensi penerbitan, tata kelola editorial, internasionalisasi dewan editor, serta kualitas abstrak dan naskah ilmiah. Berbekal pengalamannya mengelola jurnal bereputasi internasional, Aan membagikan berbagai strategi praktis yang dapat diterapkan oleh pengelola jurnal di perguruan tinggi.


Menutup seluruh rangkaian kegiatan, jajaran Pengurus Daerah RJI Sulawesi Selatan, di antaranya Dr. Nani Harlinda, Dr. Jenisa Pascawati, M.Si., Dr. Amrullah, M.Pd., Nasri A. Muhammad Abduh, Ansari Saleh Ahmar, Ph.D., Syahrul Sarea, M.Pd. dan lainnya menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta atas antusiasme dan semangat belajar selama dua hari pelaksanaan bimtek. 


Mereka berharap forum ini tidak berhenti sebagai kegiatan pelatihan semata, tetapi menjadi awal lahirnya kolaborasi yang lebih luas untuk meningkatkan kualitas jurnal ilmiah Indonesia. Melalui semangat berbagi yang menjadi ruh Relawan Jurnal Indonesia, RJI Sulawesi Selatan optimistis mampu melahirkan lebih banyak jurnal yang terakreditasi unggul, terindeks internasional, dan berkontribusi nyata terhadap perkembangan ilmu pengetahuan di Indonesia.


(Rls/Robby).


 




 
Berita Lainnya :
  • Istana Tegaskan Dugaan Penyadapan dan Akses Ilegal terhadap Kepala Negara Harus Diusut Transparan
  • Hakim Candra Pimpin Sidang Praperadilan Larisman Sihombing dengan Cermat dan Tenang
  • Kemendagri Terima Konsultasi Bapperida Jepara, Perkuat Implementasi e-DALEV SIPD
  • Kawal Ketahanan Pangan, Babinsa Koramil Kedawung Bantu Panen Padi Bersama Petani Desa Pengkok
  • Tiga Syarat Jadi Kades Hebat Versi Wamendagri, Berikut Penjelasannya
  •  
    Komentar Anda :

     
     
     
    + Indeks Berita +
    01 Istana Tegaskan Dugaan Penyadapan dan Akses Ilegal terhadap Kepala Negara Harus Diusut Transparan
    02 Hakim Candra Pimpin Sidang Praperadilan Larisman Sihombing dengan Cermat dan Tenang
    03 Kemendagri Terima Konsultasi Bapperida Jepara, Perkuat Implementasi e-DALEV SIPD
    04 Kawal Ketahanan Pangan, Babinsa Koramil Kedawung Bantu Panen Padi Bersama Petani Desa Pengkok
    05 Tiga Syarat Jadi Kades Hebat Versi Wamendagri, Berikut Penjelasannya
    06 Wakapolres Tebing Tinggi Ajak Masyarakat Bersama Jaga Kamtibmas
    07 Wabup Meranti Muzamil Baharudin Jabat Kabid Hubungan Antar Lembaga IMI Riau 2026-2030
    08 Transformasi Digital Jangan Hanya Aplikasi, Kemendagri Tekankan Dampak Nyata bagi Warga
    09 Skandal Penyadapan, Ketum DePA-R : Usut Tuntas, Jangan Ada Penyalahgunaan Kekuasaan!
    10 Babinsa Kemlayan Rutin Sambang Warga Jaga Kondusifitas Wilayah
    11 LPP Atlantara Sambangi Kejari Makassar, Dorong Sinergi Pengawasan Dunia Pendidikan
    12 Gagalkan Pengiriman 15 Kg Sabu Lintas Provinsi, Kapolresta Deli Serdang Apresiasi Kinerja Satresnarkoba
    13 H. Ulung Purnama, SH., MH. Ucapkan Selamat atas Pelantikan 154 Kepala Desa se-Kabupaten Bekasi
    14 Panglima TNI Resmikan Markas Baru Koopssus TNI
    15 Tak Kenal Lelah, TNI dan Warga Kompak Kejar Target Pengecoran Jalan TMMD di Desa Wates
    16 Gempur Sarang Narkoba, Polresta Deli Serdang Tetapkan 57 Tersangka, Sita 23 Kg Sabu dan 24 Kg Ganja
    17 Patroli Malam Cipta Kondisi, Babinsa Ajak Masyarakat Peduli Keamanan Lingkungan
    18 Kaster TNI Pimpin Sertijab Wakaster, Mayjen TNI Achiruddin Gantikan Mayjen TNI Suhardi
    19 Sekda Meranti Resmi Buka Peluncuran Inovasi Pelita ASN dan Ikan Patin
    20 Kemendagri Perkuat Integrasi Perlindungan Anak dalam Perencanaan Pembangunan Daerah
    21 Babinsa Kemlayan Pererat Silaturahmi dengan Warga Melalui Komsos
    22 Kapolri Mutasi Kapolres Sukoharjo dan Nonaktifkan Tiga Personel Terkait Penggeledahan Ponpes HQ
     
     
     
    Galeri Foto | Advertorial | Indeks Berita
    Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Tentang Kami | Info Iklan
    © zoinnews.com