MCW Desak Kejari Madina Bongkar Kasus Smart Village Madina hingga Pendamping Desa
Kamis, 30-07-2026 - 21:46:50 WIB
Baca juga:
   
 

 


Panyabungan, - Kasus dugaan korupsi proyek Smart Village di Kabupaten Mandailing Natal (Madina) memasuki babak baru pasca penetapan tersangka kedua oleh Kejaksaan Negeri (Kejari) Madina. Sosok AML selaku mantan Plt Kadis PMD (Pemberdayaan Masyarakat Desa) resmi dijebloskan ke tahanan usai menjalani pemeriksaan dan ditetapkan sebagai tersangka, kemaren, pada Rabu, 29 Juli 2026.


Gelombang desakan publik kini menuntut aparat penegak hukum membongkar sindikat tindak pidana korupsi mulai dari teknis perencanaan, pelaksanaan sampai menyasar aktor intelektual di balik korupsi massal tersebut.


Ketua Madina Corruption Watch (MCW) Jupriadi Batubara dalam keterangan Pers di Panyabungan (30/07) menyatakan pihaknya  secara resmi akan menyurati Kejaksaan Negeri agar tidak berhenti pada pihak pelaksana lapangan. 


Pihaknya akan mendesak pemeriksaan menyeluruh terhadap jajaran Pendamping Desa se-Kabupaten Madina yang diduga kuat ikut terlibat dalam konspirasi sistematis tersebut.


Dia menjelaskan  bahwa program Smart Village sendiri merupakan salah satu kegiatan yang dibiayai melalui Dana Desa Tahun Anggaran 2023. Tujuan program ini adalah untuk meningkatkan kemampuan desa memanfaatkan aplikasi digital.


Sedangkan nilai anggaran program tersebu cukup fantastis Rp 24.975.000 untuk setiap desa se Kabupaten Madina. 


Namun, berdasarkan hasil penyidikan kejaksaan, AML selaku Plt Kadis PMD dan pihak pelaksana sebelumnya terbukti melakukan korupsi program tersebut, dan telah resmi ditetapkan selaku tersangka.


"Kami mengapresiasi Kejari Madina atas tersangka baru. Namun, ini tidak boleh menjadi akhir. Masyarakat menunggu sikap tegas kejaksaan mengusut tuntas siapa pihak yang mendesain, terlibat, hingga menikmati aliran dana haram ini. Kita mendesak penuntasan kasus ini secara menyeluruh hingga ke akar-akarnya. Dugaan keterlibatan para pendamping desa se Kabuapten Madina selaku pihak paling bertanggung jawab atas perencanaan, pelaksanaan dan pengawasan program tersebut wajib diselidiki oleh pihak Kejari secara profesional dan transparan" tegas Jupriadi yang juga berprofesi selaku jurnalis ini.


Ditempat terpisah, Ketua Gerakan Mahasiswa Peduli Hukum (GMPH) Ridwandi Nasution menyebut dorongan ini murni berdasarkan hukum normatif dengan menjunjung asas praduga tak bersalah.


Sorotan tajam pihaknya cukup beralasan, atas korupsi Smart Village yang dinilai memiliki jaringan terstruktur, massif dan sistematis. Pihaknya mempertanyakan letak peran, fungsi dan tanggung jawab para Tenaga Pendamping Profesional (TPP) mulai dari Pendamping Lokal Desa, Pendamping Desa (Kecamatan), Tenaga Ahli Pemberdayaan Masyarakat atau Koordinator Kabupaten TPP).


Berdasarkan UU No. 3 Tahun 2024, pendamping desa harusnya menjadi instrumen preventif pencegahan korupsi. Namun, pihaknya melihat adanya "sisi gelap" berupa kelalaian jangkauan pengawasan, potensi kongkalikong anggaran praktik pungli, atau manipulasi dalam penyusunan Laporan Pertanggungjawaban (LPJ).


"Pendamping desa harusnya menjadi benteng transparansi. Jika proyek Smart Village ini jebol, di mana fungsi pendampingan, perencanaan, pelaksanaan, kontrol mereka selama ini, apakah murni lalai, atau ada keterlibatan sistematis,"  kecam Ridwandi.


Pihaknya menegaskan bahwa tersangka kedua baru-baru ini, harus menjadi pintu masuk untuk mengurai utuh konstruksi perkara secara menyeluruh termasuk dugaan keterlibatan para TPP (Tenaga Pendamping Profesional) Desa se-Kabupaten Madina serta membongkar  indikasi aliran dana kepada mantan Bupati Madina HM JSN dan anggota DPRD Sumut Dapil II berinisial MR jika ditemukan bukti konkret.


Pihaknya juga berkomitmen mengawal kasus ini bersama masyarakat agar terbebas dari intervensi dan dapat diusut secara terang benderang.


Sampai berita ini diterbitkan, belum ada tanggapan resmi dari para sejumlah TPP (Tim Pendanping Profesional). 


Ketika dikonfirmasi kepada salah seorang Pendamping Desa Kecamatan yang tak mau disebutkan namanya, dia mengarahkan untuk melakukan konfirmasi langsung kepada Koordinator Kabupaten TPP saat ini  yang dijabatAswar Lubis atau Koordinator sebelumnya bernama Kobol Nasution. 


Pihak media masih terus berupaya melakukan konfirmasi kepada pihak terkait untuk bahan pemberitaan lanjutan.


(Magrifatulloh).


 




 
Berita Lainnya :
  • Panglima TNI Resmikan Markas Baru Koopssus TNI
  • Tak Kenal Lelah, TNI dan Warga Kompak Kejar Target Pengecoran Jalan TMMD di Desa Wates
  • Gempur Sarang Narkoba, Polresta Deli Serdang Tetapkan 57 Tersangka, Sita 23 Kg Sabu dan 24 Kg Ganja
  • Patroli Malam Cipta Kondisi, Babinsa Ajak Masyarakat Peduli Keamanan Lingkungan
  • Kaster TNI Pimpin Sertijab Wakaster, Mayjen TNI Achiruddin Gantikan Mayjen TNI Suhardi
  •  
    Komentar Anda :

     
     
     
    + Indeks Berita +
    01 Panglima TNI Resmikan Markas Baru Koopssus TNI
    02 Tak Kenal Lelah, TNI dan Warga Kompak Kejar Target Pengecoran Jalan TMMD di Desa Wates
    03 Gempur Sarang Narkoba, Polresta Deli Serdang Tetapkan 57 Tersangka, Sita 23 Kg Sabu dan 24 Kg Ganja
    04 Patroli Malam Cipta Kondisi, Babinsa Ajak Masyarakat Peduli Keamanan Lingkungan
    05 Kaster TNI Pimpin Sertijab Wakaster, Mayjen TNI Achiruddin Gantikan Mayjen TNI Suhardi
    06 Sekda Meranti Resmi Buka Peluncuran Inovasi Pelita ASN dan Ikan Patin
    07 Kemendagri Perkuat Integrasi Perlindungan Anak dalam Perencanaan Pembangunan Daerah
    08 Babinsa Kemlayan Pererat Silaturahmi dengan Warga Melalui Komsos
    09 Kapolri Mutasi Kapolres Sukoharjo dan Nonaktifkan Tiga Personel Terkait Penggeledahan Ponpes HQ
    10 Perkuat Koordinasi Peradilan Militer, Kaotmilti I Medan Kunjungi Pangdam II/Sriwijaya
    11 56 Siswa TK Pertiwi Slogohimo Kunjungi Koramil 22, Kenali Tugas TNI Sejak Dini
    12 Tinjau RSUD Kondosapata, Gibran Tekankan Kesiapan Dokter dan Alat Kesehatan
    13 Polres Tebing Tinggi Tingkatkan Kesiapsiagaan Personel Melalui Latihan Dalmas
    14 Bupati Asmar Tinjau Progres Tanjung Samak–Tanjung Kedabu Sepanjang 1,4 Kilometer
    15 Workshop Pengelolaan Sampah, Pemda Belajar Menyeimbangkan Biaya dan Kemampuan Warga
    16 Satgas TMMD Kodim 0724/Boyolali Gelar Donor Darah dan Sosialisasi Kesehatan
    17 Soroti Dugaan Kekerasan terhadap Mahasiswa, PMII Minta Pengawasan Internal PDAM Palopo Diperiksa
    18 Babinsa Peleman Perkuat Kedekatan dengan Peternak Kambing di Desa
    19 Tiga Wajah Kejahatan Digital Terkuak, Polres Tebing Tinggi Bongkar Judol dan Revenge Porn
    20 Kemendagri Sinkronkan PSN Pantura Jawa dengan Tata Ruang Daerah di Jawa Tengah
    21 Doa Kebangsaan Lintas Agama Warnai Harlah Ke-5 RBPI, 700 Pengemudi Serukan Persatuan Bangsa
    22 Didampingi FERADI WPI, Korban BMT Dinar Mulia Jalani Pemeriksaan di Polda Jateng
     
     
     
    Galeri Foto | Advertorial | Indeks Berita
    Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Tentang Kami | Info Iklan
    © zoinnews.com