Jaga Keamanan dan Kenyamanan Warga, Babinsa Koramil Jatipurno Gelar Patroli Malam
Wonogiri, - Guna menciptakan situasi yang aman dan kondusif, Kodim 0728/Wonogiri melalui Koramil 15/Jatipurno melaksanakan patroli cipta kondisi di wilayah Kecamatan Jatipurno Senin malam, 03 Agustus 2026.
Kegiatan tersebut dipimpin oleh Serka Mariono bersama beberapa anggota Koramil dengan menyusuri sejumlah titik di wilayah kecamatan.
Patroli malam dilakukan sebagai langkah preventif untuk mengantisipasi potensi gangguan keamanan sekaligus memastikan masyarakat dapat beraktivitas dan beristirahat dengan rasa aman.
Dalam kegiatan tersebut, personel Koramil juga menyempatkan diri berdialog dengan warga yang masih beraktivitas di malam hari.
Selain memantau kondisi lingkungan, para anggota memberikan imbauan kepada masyarakat agar terus menjaga keamanan lingkungan, meningkatkan kepedulian terhadap situasi sekitar, serta segera melaporkan apabila menemukan hal-hal yang mencurigakan.
Kehadiran aparat TNI di tengah masyarakat mendapat sambutan positif karena memberikan rasa tenang dan nyaman.
Melalui patroli cipta kondisi yang rutin dilaksanakan, Koramil jajaran Kodim 0728/Wonogiri berharap sinergi antara TNI dan masyarakat semakin kuat dalam menjaga stabilitas keamanan wilayah. Dengan kebersamaan dan kepedulian seluruh elemen masyarakat, Kecamatan Jatipurno diharapkan tetap menjadi wilayah yang aman, tertib, dan kondusif.
(Agus Kemplu).
yang diikuti pejabat utama Polres Kudus, para Kapolsek jajaran, serta sejumlah satuan yang disiapkan untuk penanganan bencana.
Dalam arahannya, AKBP Wahyu mengatakan memasuki musim kemarau potensi terjadinya kebakaran hutan dan lahan di sejumlah wilayah Kudus meningkat.
Menurutnya, Karhutla tidak hanya berdampak pada kerusakan lingkungan, tetapi juga kesehatan masyarakat, keselamatan lalu lintas, dan sektor perekonomian.
"Karhutla bukan hanya merusak lingkungan, tetapi juga berdampak langsung pada kesehatan masyarakat, mengganggu jarak pandang lalu lintas, dan merugikan perekonomian," kata AKBP Wahyu.
Usai apel, Kapolres melakukan pemeriksaan kendaraan dinas serta perlengkapan penanggulangan bencana. Pengecekan dilakukan untuk memastikan seluruh sarana pendukung dalam kondisi siap digunakan sewaktu-waktu.
Pihaknya mengatakan Polres Kudus telah menyiapkan sejumlah perlengkapan, mulai dari Alat Pemadam Api Ringan (APAR), kendaraan Armoured Water Cannon (AWC), hingga perlengkapan perorangan yang dapat digunakan untuk menjangkau titik-titik kebakaran yang sulit diakses kendaraan besar.
"Kita sudah menyiapkan beberapa peralatan dan perlengkapan seperti APAR, kemudian AWC yang bisa diperbantukan untuk pemadaman bersama mobil damkar. Kita juga memperkuat dengan alat perorangan untuk menjangkau lokasi yang tidak terjangkau kendaraan berat," ujarnya.
Menurutnya, wilayah yang menjadi perhatian khusus dalam antisipasi Karhutla meliputi Kecamatan Jekulo, Dawe, dan Gebog. Ketiga wilayah tersebut dinilai memiliki potensi terjadinya kebakaran selama musim kemarau, baik akibat faktor alam maupun aktivitas manusia.
"Kita fokus di wilayah yang rawan seperti Jekulo, Dawe, dan Gebog yang berpotensi terjadi kebakaran, baik yang disengaja maupun tidak disengaja," jelasnya.
Selain menyiapkan personel dan peralatan, Polres Kudus juga akan memperkuat koordinasi dengan sejumlah instansi terkait, seperti TNI, BPBD, pemerintah daerah, dan pemadam kebakaran. Langkah tersebut dilakukan untuk mempercepat penanganan apabila terjadi kebakaran.
"Kami akan melaksanakan rapat koordinasi terpadu untuk memperkuat dukungan dari instansi terkait agar penanganan kebakaran bisa dilakukan secara cepat dan terpadu," tambahnya.
Di sisi lain, Polres Kudus juga melakukan pemetaan desa-desa yang memiliki sumber air sebagai bagian dari upaya deteksi dini dan percepatan pemadaman sebelum bantuan tambahan datang ke lokasi kejadian.
Dalam kesempatan itu, AKBP Wahyu mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan pembakaran lahan dengan alasan apapun. Ia menegaskan tindakan tersebut berpotensi memicu kebakaran yang lebih luas.
"Saya mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan pembakaran dengan alasan apa pun, baik untuk membuka lahan maupun alasan lainnya. Mari bersama-sama menjaga Kudus agar terhindar dari kebakaran selama musim kemarau," pungkasnya.
(Robby).
Komentar Anda :