Diduga Keracunan MBG di Jayapura, Heiner Marandof: Nyawa Anak Bukan Bahan Eksperimen Kebijakan!
Rabu, 05-08-2026 - 22:59:58 WIB
Bupati Jayapura, Yunus Wonda, Atas, Menjenguk Siswa, Dugaan Korban Keracunan MBG di RS Yoweri. (dok.Vic).
Baca juga:
   
 

 


Jayapura, - Janji manis Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang seharusnya menjadi harapan perbaikan gizi generasi penerus, kini berubah menjadi mencekam di Kabupaten Jayapura. Dalam kurun waktu kurang dari 24 jam, gelombang dugaan keracunan massal melanda dua distrik sekaligus, Depapre dan Sentani. Ratusan orang tua murid kini diliputi cemas dan marah, mempertaruhkan perasaan percaya mereka kepada pemerintah atas keselamatan buah hati.


Ini bukan sekadar insiden kesehatan biasa, tetapi  Ini adalah bukti nyata kelumpuhan sistem pengawasan yang seharusnya menjadi benteng utama, serta arogansi birokrasi yang mengesampingkan keselamatan nyawa anak-anak.


Pada Selasa, 04 Agustus 2026, puluhan siswa di distrik Depapre tumbang setelah mengonsumsi menu MBG. Konfirmasi dari Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Jayapura, dr. Anton Mote, justru terasa mengambang dan gagap. Saat dikonfirmasi, awak media  ia mengakui adanya rujukan pasien ke RSUD Yowari dan Puskesmas Komba, namun menolak merilis data pasti jumlah korban.


Menurnya “Untuk data pastinya, saya belum bisa memberikan keterangan karena saat ini kami masih fokus menangani para pasien,” ujar dr. Anton.


Sikap tertutup ini justru memicu kecurigaan yang makin dalam. Di tengah keadaan darurat, publik berhak tahu,  berapa pasti anak yang terkena dampak?,  Apa zat penyebabnya?,  Siapa penyedia kateringnya?


Menanggapi hal itu, Ketua Ormas AKRAP Papua, Heiner Marandof, saat ditemui awak media di kediamannya di Kampung Yoka, Distrik Heram, menyatakan penyesalan yang mendalam atas kejadian ini. “Ini adalah bukti nyata kelumpuhan sistem pengawasan yang seharusnya menjadi benteng utama melindungi nyawa anak-anak kita. Bagaimana mungkin makanan yang disiapkan negara justru menjadi sumber bahaya di tangan anak-anak? Ini bukan sekadar kesalahan teknis, melainkan kelalaian besar yang mencederai kepercayaan rakyat,” tegas Heiner dengan nada kecewa.


Ketidak transparan ini menimbulkan dugaan kuat adanya upaya mengaburkan fakta demi melindungi oknum tertentu,  Angka sekitar 20 kasus yang dicatat DPRK Jayapura diduga hanyalah puncak gunung es, sementara realitas di lapangan jauh lebih mengkhawatirkan.


Kemarahan yang tertahan di Depapre akhirnya meledak di Sentani,  Sekitar lebih kurang 100 orang tua wali murid SD Inpres Kampung Harapan terpaksa memblokir jalur strategis Sentani-Abepura di depan Stadion Lukas Enembe. Mereka datang bukan untuk berdebat manis, melainkan menagih tanggung jawab secara langsung kepada Bupati Jayapura.


“Kami lelah anak-anak kami dijadikan kelinci percobaan!” teriak salah satu perwakilan orang tua, di tempat yang enggan menyebutkan namanya, mewakili suara hati ratusan keluarga yang merasa dikhianati.


Di tengah gelombang protes itu, Kapolres Jayapura AKBP Dionisius V.D.P Helan justru membenarkan tindakan pembubaran paksa aksi sebelumnya dengan alasan “berdasarkan SOP demi keamanan”. Pernyataan ini terasa begitu jauh dari rasa empati publik. 


Masyarakat bertanya,  keamanan siapa yang dijaga? Apakah keamanan pejabat dari kritik, atau keamanan nyawa anak-anak dari makanan yang membahayakan? Ketika aparat lebih sibuk mengatur keramaian daripada mengusut akar masalah, fungsi perlindungan negara jelas telah gagal.


Menurut Heiner Marandof, krisis MBG ini menelanjangi tiga lubang hitam dalam tata kelola pemerintahan daerah:
(1). Tidak ada pemeriksaan mendadak berkala terhadap kualitas bahan baku dan proses pengolahan makanan, 
(2). Dinas terkait bersikap defensif dan tertutup, alih-alih proaktif memberi informasi jelas kepada masyarakat;
(3). Absennya Akuntabilitas Politik,  di mana belum ada pejabat yang berani meminta maaf atau mengakui kelalaian secara terbuka.


Dikatakan lebih lanjut oleh  Heiner Marandof  bahwa,  Masyarakat Kabupaten Jayapura tidak membutuhkan alasan berbelit-belit,   Sebab yang mereka  butuhkan adalah,  Transparansi Total, Nama penyedia katering, hasil uji laboratorium, dan daftar lengkap korban harus dibuka untuk umum; Sanksi Tegas, Pencabutan izin penyedia yang lalai dan tindakan tegas terhadap pejabat yang abai terhadap kasus ini, serta Evaluasi Menyeluruh, Peninjauan ulang seluruh rantai pasok di setiap distrik sebelum program dilanjutkan.


Heiner Marandof  mengingatkan  kepada pemerintah, "Nyawa anak bukan bahan eksperimen kebijakan,  Jangan biarkan ketidak pedulian merenggut masa depan mereka," pesan Heiner Marandof  saat menutup pernyataannya.


Jika Pemkab Jayapura tetap lambat dan setengah hati, jangan salahkan jika kemarahan rakyat berubah menjadi penolakan massal yang lebih luas,tegasnya.


(Vicky Ririhena).


 




 
Berita Lainnya :
  • Panglima TNI Resmikan Markas Baru Koopssus TNI
  • Tak Kenal Lelah, TNI dan Warga Kompak Kejar Target Pengecoran Jalan TMMD di Desa Wates
  • Gempur Sarang Narkoba, Polresta Deli Serdang Tetapkan 57 Tersangka, Sita 23 Kg Sabu dan 24 Kg Ganja
  • Patroli Malam Cipta Kondisi, Babinsa Ajak Masyarakat Peduli Keamanan Lingkungan
  • Kaster TNI Pimpin Sertijab Wakaster, Mayjen TNI Achiruddin Gantikan Mayjen TNI Suhardi
  •  
    Komentar Anda :

     
     
     
    + Indeks Berita +
    01 Panglima TNI Resmikan Markas Baru Koopssus TNI
    02 Tak Kenal Lelah, TNI dan Warga Kompak Kejar Target Pengecoran Jalan TMMD di Desa Wates
    03 Gempur Sarang Narkoba, Polresta Deli Serdang Tetapkan 57 Tersangka, Sita 23 Kg Sabu dan 24 Kg Ganja
    04 Patroli Malam Cipta Kondisi, Babinsa Ajak Masyarakat Peduli Keamanan Lingkungan
    05 Kaster TNI Pimpin Sertijab Wakaster, Mayjen TNI Achiruddin Gantikan Mayjen TNI Suhardi
    06 Sekda Meranti Resmi Buka Peluncuran Inovasi Pelita ASN dan Ikan Patin
    07 Kemendagri Perkuat Integrasi Perlindungan Anak dalam Perencanaan Pembangunan Daerah
    08 Babinsa Kemlayan Pererat Silaturahmi dengan Warga Melalui Komsos
    09 Kapolri Mutasi Kapolres Sukoharjo dan Nonaktifkan Tiga Personel Terkait Penggeledahan Ponpes HQ
    10 Perkuat Koordinasi Peradilan Militer, Kaotmilti I Medan Kunjungi Pangdam II/Sriwijaya
    11 56 Siswa TK Pertiwi Slogohimo Kunjungi Koramil 22, Kenali Tugas TNI Sejak Dini
    12 Tinjau RSUD Kondosapata, Gibran Tekankan Kesiapan Dokter dan Alat Kesehatan
    13 Polres Tebing Tinggi Tingkatkan Kesiapsiagaan Personel Melalui Latihan Dalmas
    14 Bupati Asmar Tinjau Progres Tanjung Samak–Tanjung Kedabu Sepanjang 1,4 Kilometer
    15 Workshop Pengelolaan Sampah, Pemda Belajar Menyeimbangkan Biaya dan Kemampuan Warga
    16 Satgas TMMD Kodim 0724/Boyolali Gelar Donor Darah dan Sosialisasi Kesehatan
    17 Soroti Dugaan Kekerasan terhadap Mahasiswa, PMII Minta Pengawasan Internal PDAM Palopo Diperiksa
    18 Babinsa Peleman Perkuat Kedekatan dengan Peternak Kambing di Desa
    19 Tiga Wajah Kejahatan Digital Terkuak, Polres Tebing Tinggi Bongkar Judol dan Revenge Porn
    20 Kemendagri Sinkronkan PSN Pantura Jawa dengan Tata Ruang Daerah di Jawa Tengah
    21 Doa Kebangsaan Lintas Agama Warnai Harlah Ke-5 RBPI, 700 Pengemudi Serukan Persatuan Bangsa
    22 Didampingi FERADI WPI, Korban BMT Dinar Mulia Jalani Pemeriksaan di Polda Jateng
     
     
     
    Galeri Foto | Advertorial | Indeks Berita
    Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Tentang Kami | Info Iklan
    © zoinnews.com