Ketahanan Air Jadi Prioritas Nasional, Pemerintah Dorong Kolaborasi Hadapi Ancaman El Nino
Jakarta,- Ketahanan air tak lagi bisa dipandang sebagai isu sektoral. Pemerintah menempatkannya sejajar dengan ketahanan pangan dan energi sebagai salah satu prioritas strategis nasional.
Hal itu mengemuka saat IndoWater 2026 Expo & Forum digelar di Kemayoran, Jakarta, Selasa (11/08/2026). Forum tersebut mempertemukan pemerintah, dunia usaha, industri, hingga pelaku teknologi untuk mencari solusi atas tantangan ketahanan air di Indonesia.
Pemerintah menyadari persoalan ketersediaan air di Indonesia tidak seragam. Perbedaan kondisi geografis dan iklim antarwilayah membuat kebutuhan serta tantangan pengelolaan air harus ditangani secara terukur dan terpadu.
“Ketahanan air bukan isu sampingan. Pemerintah menempatkan water security sejajar dengan ketahanan pangan dan energi sebagai salah satu prioritas utama,” demikian disampaikan dalam forum tersebut.
Penguatan ketahanan air dinilai mendesak untuk memastikan masyarakat memperoleh akses air bersih, sekaligus menjaga keberlanjutan sistem irigasi yang menjadi penopang produktivitas pertanian.
Di sisi lain, pemerintah juga dituntut memperkuat kesiapsiagaan menghadapi ancaman kekeringan akibat kemarau panjang dan fenomena El Nino yang berpotensi menekan ketersediaan air di sejumlah wilayah.
Kementerian Koordinator Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan terus mengoordinasikan berbagai langkah pemerintah, baik di tingkat pusat maupun daerah, dengan melibatkan seluruh pemangku kepentingan pembangunan infrastruktur.
Kolaborasi lintas sektor menjadi kunci. Pemerintah membuka ruang lebih luas bagi dunia usaha, industri dan pengembang teknologi untuk terlibat dalam penguatan sistem ketahanan air nasional.
IndoWater 2026 juga menjadi momentum mendorong kerja sama melalui joint research dan joint production, sehingga pengembangan teknologi pengelolaan air tidak berhenti pada transfer teknologi, tetapi mampu melahirkan kapasitas produksi di dalam negeri.
Penguatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) turut didorong agar Indonesia secara bertahap mengurangi ketergantungan terhadap teknologi dan peralatan impor.
Dengan tantangan perubahan iklim yang semakin nyata, ketahanan air bukan sekadar persoalan pembangunan infrastruktur. Ia menyangkut keberlangsungan kehidupan masyarakat, ketahanan pangan, produktivitas ekonomi, hingga daya tahan Indonesia menghadapi krisis iklim.
Pemerintah pun menegaskan bahwa membangun ketahanan air membutuhkan kerja bersama. Negara, industri, dunia usaha, akademisi, dan sektor teknologi harus bergerak dalam satu agenda: memastikan air tersedia, aman, dan berkelanjutan bagi masyarakat Indonesia.
(**).
Komentar Anda :