Indonesia-Jerman Perkuat Kemitraan Ekonomi, Fokus Energi Hijau dan Industri Semikonduktor
Kamis, 20-08-2026 - 22:38:45 WIB
 |
| Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto bersama Menteri Federal Jerman untuk Kerja Sama Ekonomi dan Pembangunan Reem Alabali Radovan dan delegasi bisnis Jerman. |
Jakarta, - Pemerintah Indonesia terus memperkuat hubungan ekonomi dengan Jerman melalui penjajakan sejumlah proyek strategis di bidang energi hijau, industri semikonduktor, pendidikan vokasi, serta investasi.
Hal tersebut mengemuka dalam pertemuan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dengan Menteri Federal Jerman untuk Kerja Sama Ekonomi dan Pembangunan, Reem Alabali Radovan, beserta delegasi bisnis Jerman di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian.
Pertemuan tersebut membahas sejumlah pipeline project yang dinilai berpotensi memperkuat kerja sama ekonomi kedua negara sekaligus membuka peluang investasi baru.
Saat ini, lebih dari 250 perusahaan Jerman telah beroperasi di Indonesia. Nilai investasi kumulatif perusahaan asal Jerman tersebut mencapai sekitar USD1,23 miliar selama periode 2021–2026.
Pemerintah Indonesia juga mendorong pengembangan proyek energi hijau dengan dukungan pembiayaan, termasuk melalui KfW. Selain itu, kerja sama diarahkan untuk memperkuat rantai nilai semikonduktor dan meningkatkan pengembangan pendidikan vokasi.
Perkembangan Indonesia-European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement (IEU-CEPA) turut menjadi bagian penting dalam pembahasan. Kesepakatan tersebut diharapkan dapat memperluas akses serta membuka peluang kerja sama ekonomi dan investasi antara Indonesia, Jerman, dan negara-negara Uni Eropa.
Jerman memiliki sejumlah keunggulan di bidang riset terapan, precision manufacturing, dan standardisasi industri. Keunggulan tersebut dinilai dapat menjadi modal untuk mendorong kemitraan yang lebih konkret dan produktif.
Kerja sama Indonesia-Jerman diharapkan tidak hanya meningkatkan investasi, tetapi juga memberikan kontribusi terhadap penguatan kapasitas industri, transfer pengetahuan, pengembangan sumber daya manusia, serta pembangunan ekonomi yang berkelanjutan.
(**).
Komentar Anda :