Presiden Prabowo Perkuat Penanganan Karhutla di Kalteng
Minggu, 23-08-2026 - 18:16:11 WIB
 |
| Presiden Prabowo Subianto saat memimpin rapat penguatan penanganan karhutla di Posko Aju Penanganan Karhutla Kalteng, kawasan Bandara Tjilik Riwut, Palangka Raya, Sabtu (22/8/2026). |
Palangka Raya, - Presiden Prabowo Subianto memimpin rapat penguatan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Posko Aju Penanganan Karhutla Kalimantan Tengah (Kalteng), kawasan Bandara Tjilik Riwut, Palangka Raya, Sabtu (22/8/2026).
Rapat tersebut dihadiri Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian bersama jajaran pemerintah pusat dan daerah. Pertemuan digelar setelah Presiden meninjau penanganan karhutla di Kalimantan Barat.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana dan Pemadam Kebakaran (BPBPK) Kalteng Ahmad Toyib melaporkan, sepanjang 1 Januari hingga 22 Agustus 2026 tercatat 19.992 titik panas dan 1.639 kejadian karhutla. Luas lahan yang ditangani berdasarkan laporan pemerintah daerah mencapai 4.499,21 hektare.
“Data ini berdasarkan laporan harian dari 14 kabupaten/kota se-Kalimantan Tengah yang setiap hari kami himpun di Pusdalops Satgas Karhutla Provinsi Kalimantan Tengah,” ujar Ahmad.
Sementara berdasarkan analisis satelit Kementerian Kehutanan, luas karhutla di Kalteng mencapai 7.634,46 hektare. Angka tersebut menempatkan Kalteng di urutan kesembilan secara nasional. Sebanyak 13 kabupaten/kota juga telah menetapkan status siaga darurat karhutla.
Penanganan karhutla melibatkan sekitar 10.700 personel dari berbagai unsur, termasuk BPBD, Dinas Kehutanan, pemadam kebakaran, TNI, Polri, Manggala Agni, Masyarakat Peduli Api, dan unsur masyarakat.
Dalam rapat, Presiden Prabowo meminta informasi mengenai kebutuhan tambahan untuk mendukung operasi pemadaman. Ahmad menyampaikan Kalteng membutuhkan tambahan dua hingga tiga unit helikopter untuk operasi water bombing.
“Mohon izin penambahan kalau bisa 2 sampai 3 unit lagi Bapak Presiden,” kata Ahmad.
Selain helikopter, Kalteng juga masih membutuhkan sekitar 100 hingga 200 unit pompa air untuk memperkuat pemadaman dari darat.
Presiden kemudian menindaklanjuti kebutuhan tersebut dengan melakukan komunikasi melalui sambungan telepon saat rapat berlangsung. Dukungan tambahan itu diharapkan dapat memperkuat operasi pemadaman dan mempercepat pengendalian karhutla di Kalteng.
(***).
Komentar Anda :