Bertolak ke Vladivostok, Presiden Prabowo Jadi Tamu Kehormatan Utama EEF atas Undangan Putin
Rabu, 02-09-2026 - 20:06:36 WIB
 |
| Rangkaian kegiatan Presiden RI Prabowo Subianto untuk menghadiri Eastern Economic Forum (EEF) ke-11Vladivostok, Rusia, mulai 1-2 September 2026.
|
Jakarta, - Presiden RI Prabowo Subianto bertolak menuju Vladivostok, Rusia, untuk menghadiri Eastern Economic Forum (EEF) ke-11 di Far Eastern Federal University (FEFU) pada Selasa, 1 September 2026.
Dalam kunjungan tersebut, Presiden Prabowo hadir sebagai tamu kehormatan utama atas undangan Presiden Rusia Vladimir Putin. Kehadiran tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat hubungan bilateral Indonesia-Rusia, khususnya di bidang ekonomi dan kerja sama strategis.
Undangan khusus dari Presiden Putin itu menjadi kali kedua Prabowo dipercaya sebagai tamu kehormatan dalam forum ekonomi internasional yang digelar Rusia. Sebelumnya, Prabowo menghadiri St. Petersburg International Economic Forum (SPIEF) pada tahun lalu.
Rusia memandang Indonesia sebagai salah satu mitra penting dan strategis di kawasan Asia-Pasifik. Posisi Indonesia sebagai anggota ASEAN, representasi negara-negara Global South, serta bagian dari dunia Muslim turut memperkuat peran strategis tersebut.
Dalam penerbangan menuju Vladivostok, Presiden Prabowo didampingi sejumlah pejabat, yakni Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri Luar Negeri Sugiono, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto, Menteri Investasi dan Hilirisasi Rosan Roeslani, serta Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya.
Sementara itu, sejumlah pejabat turut melepas keberangkatan Presiden, di antaranya Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman Maruarar Sirait, Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto, Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo, dan Kepala BIN Muhammad Herindra.
Kehadiran Presiden Prabowo dalam EEF diharapkan menjadi momentum untuk memperluas peluang kerja sama ekonomi sekaligus mempererat hubungan Indonesia dan Rusia.
(***).
Komentar Anda :