AMBA Sultra Bentuk Bumi Anoa Nusantara Institute, Fokus Kembangkan SDM Ekonomi Kreatif Berbasis Budaya
Kendari, - Angkatan Muda Bumi Anoa Sulawesi Tenggara (AMBA Sultra Indonesia) mencanangkan program pengembangan sumber daya manusia (SDM) di bidang ekonomi kreatif melalui pembentukan Bumi Anoa Nusantara Institute.
Lembaga tersebut berada di bawah naungan Yayasan Angkatan Muda Bumi Anoa Sulawesi Tenggara dan diarahkan sebagai wadah pengkajian, penelitian, serta pelatihan untuk meningkatkan kapasitas SDM, khususnya pada sektor ekonomi kreatif yang berkaitan dengan kebudayaan dan pariwisata di Sulawesi Tenggara.
Ketua Umum AMBA Sultra sekaligus Founder Bumi Anoa Nusantara Institute, Stenly Diover, S.T., mengatakan lembaga tersebut dibentuk untuk mendukung peningkatan kapasitas generasi muda dan pelaku seni di daerah.
"Bumi Anoa Nusantara Institute dirancang sebagai pusat pelatihan seni dan budaya melalui kolaborasi aktif bersama sanggar-sanggar seni di Sulawesi Tenggara. Kami juga siap mengawal serta menjadi bagian integral dari promosi budaya melalui flagship event Bumi Anoa Nusantara Festival yang telah masuk dalam agenda pelaksanaan di berbagai wilayah Sulawesi hingga luar daerah," ujar Stenly.
Bangun Jejaring Kebudayaan Regional
Dalam pengembangan programnya, AMBA Sultra menyebut akan melibatkan sejumlah tokoh daerah serta membangun kemitraan dengan organisasi kebudayaan di tingkat regional.
Salah satu jejaring yang dijalin yakni melalui International Nusantara Cultural Forum (INCaF), yang mencakup sejumlah organisasi kebudayaan di kawasan Asia Tenggara, termasuk Malaysia.
Upaya tersebut melanjutkan kegiatan promosi kebudayaan yang sebelumnya dilakukan AMBA Sultra. Organisasi tersebut tercatat menggelar kegiatan promosi budaya di Malaysia pada 2025.
Pada Agustus 2026, AMBA Sultra juga menyelenggarakan Bumi Anoa Nusantara Festival: Mangkasara' Molulo di Kota Makassar.
Ditargetkan Beroperasi Awal 2027
Bumi Anoa Nusantara Institute ditargetkan mulai beroperasi secara penuh pada awal 2027. Sejumlah program yang direncanakan meliputi seminar, pelatihan teknis, serta kegiatan pengkajian dan penelitian.
Pengembangan program akan diarahkan melalui kerja sama dengan pegiat seni, lembaga adat, komunitas budaya, dan pemangku kepentingan sektor pariwisata.
Melalui pembentukan lembaga tersebut, AMBA Sultra berharap pengembangan kapasitas SDM dapat berjalan berkelanjutan sekaligus mendukung tumbuhnya ekosistem ekonomi kreatif yang berbasis pada potensi budaya dan pariwisata Sulawesi Tenggara.
(Robby).
Komentar Anda :