BKN Profiling 815 ASN Guru DKI, Prof Zudan Tekankan Peran Guru
Rabu, 09-09-2026 - 22:37:54 WIB
 |
| Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN) Prof. Zudan saat memberikan arahan dalam Town Hall Guru ASN DKI Jakarta 2026 di Aula Ki Hajar Dewantara, Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta, Selasa (8/9/2026). |
Jakarta, - Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN) Prof. Zudan menekankan pentingnya peran guru ASN dalam membentuk karakter dan masa depan generasi muda.
Hal itu disampaikannya saat memberikan arahan dalam Town Hall Guru ASN DKI Jakarta 2026 di Aula Ki Hajar Dewantara, Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta, Selasa (8/9/2026).
Prof. Zudan mengatakan, tugas guru tidak hanya menyampaikan pengetahuan, tetapi juga mendidik, menjadi teladan, serta menjalankan peran sebagai ASN yang memberikan pelayanan kepada masyarakat.
"Filosofi kita sebagai guru harus mampu memposisikan diri kita sebagai pendidik, sebagai guru, dan sebagai ASN. Guru memiliki peranan penting untuk menanamkan karakter kepada peserta didik, termasuk sikap hormat kepada orang tua, guru, dan lingkungan. Ini tugas yang sangat mulia," ujar Prof. Zudan.
Ia juga mengajak para guru ASN membantu pemerintah mengatasi persoalan anak tidak sekolah di Jakarta. Menurutnya, memastikan seluruh anak memperoleh pendidikan merupakan tanggung jawab bersama.
"Saya titip ibu bapak untuk bersama-sama menghilangkan anak tidak sekolah di wilayah Provinsi Jakarta. Ini tugas kita semuanya," tegasnya.
Prof. Zudan turut mengingatkan para guru agar menjalankan amanah orang tua dengan menjaga dan mendidik anak-anak selama berada di lingkungan sekolah.
"Ibu, bapak, para guru, tolong dijaga betul anak-anak, karena itu merupakan mata hati, buah hati, permata hati dari semua orang tua," katanya.
Selain itu, ia mendorong ASN guru membangun citra positif melalui empat aspek, yakni people, product, process, dan perception. Menurutnya, persepsi publik terhadap ASN harus dijaga melalui kinerja serta perilaku yang baik.
"Persepsi publik terhadap ASN harus positif, maka sangat penting ASN bangun branding," pungkasnya.
(M.Husnie).
Komentar Anda :