Jakarta, - Ketua Badan Kerja Sama Antar-Parlemen (BKSAP) DPR RI Syahrul Aidi Maazat mendorong Pemerintah Provinsi Riau memperkuat kerja sama dengan Jepang di bidang pendidikan, ketenagakerjaan, dan investasi.
Hal itu disampaikan Syahrul Aidi dalam pertemuan BKSAP DPR RI dengan Pemprov Riau dan Kedutaan Besar Jepang di Jakarta, Selasa (15/9/2026). Pertemuan tersebut turut dihadiri Direktur Politik Kedutaan Besar Jepang Tanaka Motoyasu, Sekda Riau Syahrial Abdi, serta perwakilan Kementerian Ketenagakerjaan RI.
Syahrul Aidi mengatakan, kerja sama pendidikan perlu diarahkan untuk meningkatkan kompetensi generasi muda Riau agar sesuai dengan kebutuhan dunia kerja di Jepang. Salah satu yang dibahas adalah penguatan pembelajaran Bahasa Jepang bagi siswa SMA dan SMK.
Menurutnya, kemampuan Bahasa Jepang dapat menjadi salah satu bekal bagi lulusan Riau yang ingin mengikuti program magang maupun bekerja di Jepang.
Selain pendidikan, ia mengusulkan penjajakan program magang dan penempatan tenaga kerja asal Riau di Jepang. Kerja sama tersebut dapat ditempuh melalui skema Government to Government (G2G) maupun Business to Business (B2B) dengan melibatkan perusahaan atau lembaga terkait.
Dalam pertemuan itu, Tanaka Motoyasu menyampaikan bahwa Jepang membutuhkan tenaga kerja asing. Ia menyebut kebutuhan tenaga kerja Indonesia di Jepang mencapai sekitar 260 ribu orang per tahun.
Tanaka juga mencontohkan Provinsi Lampung yang dinilai aktif mendorong pembelajaran Bahasa Jepang dan pengiriman tenaga kerja ke Jepang.
Sementara itu, Riau masih menghadapi keterbatasan jumlah Lembaga Pelatihan Kerja (LPK). Penguatan dan penambahan LPK dinilai diperlukan agar calon tenaga kerja dapat memperoleh pelatihan di daerah.
Selain ketenagakerjaan, Syahrul Aidi menawarkan peluang investasi Jepang di sektor hilirisasi kelapa. Menurutnya, potensi kelapa di Riau dapat dikembangkan dengan dukungan teknologi Jepang, termasuk untuk mengolah sabut dan tempurung menjadi produk bernilai tambah.
“Kerja sama ini diharapkan tidak berhenti pada pertemuan, tetapi dapat ditindaklanjuti dalam bentuk program yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat Riau,” kata Syahrul Aidi.
Pemprov Riau, lanjutnya, telah mulai menyiapkan program pembelajaran Bahasa Jepang melalui kerja sama dengan Japan Foundation. Program tersebut dirancang bertahap mulai kelas X hingga XII SMA, sekaligus untuk memetakan siswa yang berpotensi mengikuti pendidikan, magang, maupun bekerja di Jepang.
(Rls).
Komentar Anda :