Hanya Jadi Lelucon Mafia, Aktivitas PETI Kotanopan Terpantau Normal Pasca Razia
Rabu, 23-09-2026 - 20:26:00 WIB
Tampak alat berat ekskavator dan pekerja tambang kembali beraktivitas normal melakukan perusakan lingkungan di kawasan belakang Masjid Al Muhtadin, Jambur Tarutung Pasar Kotanopan, pada Rabu, (23/9/2026).
Baca juga:
   
 

 


Panyabungan, - Keberadaan Satgas PETI Mandailing Natal (Madina) kembali menuai sorotan negatif. Belum genap satu minggu melakukan operasi penindakan, aktivitas penambangan emas ilegal di wilayah Kotanopan dilaporkan telah beroperasi bebas kembali tanpa hambatan.


Laporan warga dan dokumentasi visual warga di lapangan pada Rabu (23/9) menunjukkan alat berat jenis ekskavator dan pekerja tambang kembali beraktivitas normal melakukan perusakan lingkungan di kawasan belakang Masjid Al Muhtadin, Jambur Tarutung Pasar Kotanopan.


Kelancaran aktivitas ilegal ini dinilai menjadi bukti nyata kegagalan represif aparat penegak hukum dan pemerintah daerah.


Mandulnya kinerja Satgas ini memicu kritik tajam dari masyarakat yang menilai penegakan hukum hanya menjadi bahan lelucon bagi para mafia tambang. Narasumber lokal menyatakan bahwa ketidakseriusan aparat dipicu oleh dugaan aliran dana atau upeti dari para cukong tambang.


"Satgas ini hanya jadi bahan lelucon bagi para mafia tambang Kotanopan. Semuanya diduga sudah dibayar dan transaksional, makanya tidak ada satupun toke tambang dan alat berat yang berhasil diringkus," ungkap seorang warga setempat yang meminta identitasnya dirahasiakan kepada wartawan.


Warga menilai mustahil aktivitas PETI skala besar ini tidak diketahui oleh jajaran pemangku kebijakan, termasuk Wakil Bupati Atika Azmi Utammi yang merupakan putra asli Kotanopan, pihak Camat, Koramil, hingga Polsek. Kinerja tim gabungan yang terkesan "main kucing-kucingan" ini memperkuat dugaan adanya praktik pembiaran dan perlindungan sistematis.


"Tahu ajalah bang, semuanya sudah dapat upeti dari PETI ini, bagaimana mau bertindak. Makanya tetap dibiarkan dan terkesan dilindungi. Aparat hukum dan pemerintah sama-sama tutup mata," pungkas warga tersebut dengan nada satir.


Kondisi ini memperpanjang carut-marut penanganan dampak lingkungan di Madina. 
Sebelumnya, Satgas PETI juga telah dituding "tutup mata" terkait sengkarut status hukum reklamasi di lahan eks-PETI Kotanopan yang ditinggalkan begitu saja tanpa ada tindakan hukum yang tegas bagi para perusak lingkungan.


Merespon hal ini, Ketua SIPLAH (Solidaritas Pemuda Peduli Lingkungan Hidup) menilai Kinerja Satgas "mandul" serta diduga sarat kongkalikong transaksional dengan mafia tambang.


"Kinerja Satgas yang hanya mampu menyita tiga unit dompeng rusak serta "garang" kepada tenda dan alat operasional yang ditinggalkan penambang merupakan dagelan konyol birokrasi yang memalukan dan menggelikan. Lebih baik bubarkan saja Satgas ini karna sama sekali tidak berguna " ucapnya. 


Hingga berita ini diterbitkan belum ada keterangan resmi dari Satgas PETI, Pemkab Madina dan Camat. Pihak Redaksi membuka ruang klarifikasi dan hak jawab kepada pihak terkait yang disebutkan dalam pemberitaan untuk perimbangan informasi yang objektif.


(Magrifatulloh).


 




 
Berita Lainnya :
  • Tak Kenal Lelah, TNI dan Warga Kompak Kejar Target Pengecoran Jalan TMMD di Desa Wates
  • Gempur Sarang Narkoba, Polresta Deli Serdang Tetapkan 57 Tersangka, Sita 23 Kg Sabu dan 24 Kg Ganja
  • Patroli Malam Cipta Kondisi, Babinsa Ajak Masyarakat Peduli Keamanan Lingkungan
  • Kaster TNI Pimpin Sertijab Wakaster, Mayjen TNI Achiruddin Gantikan Mayjen TNI Suhardi
  • Sekda Meranti Resmi Buka Peluncuran Inovasi Pelita ASN dan Ikan Patin
  •  
    Komentar Anda :

     
     
     
    + Indeks Berita +
    01 Tak Kenal Lelah, TNI dan Warga Kompak Kejar Target Pengecoran Jalan TMMD di Desa Wates
    02 Gempur Sarang Narkoba, Polresta Deli Serdang Tetapkan 57 Tersangka, Sita 23 Kg Sabu dan 24 Kg Ganja
    03 Patroli Malam Cipta Kondisi, Babinsa Ajak Masyarakat Peduli Keamanan Lingkungan
    04 Kaster TNI Pimpin Sertijab Wakaster, Mayjen TNI Achiruddin Gantikan Mayjen TNI Suhardi
    05 Sekda Meranti Resmi Buka Peluncuran Inovasi Pelita ASN dan Ikan Patin
    06 Kemendagri Perkuat Integrasi Perlindungan Anak dalam Perencanaan Pembangunan Daerah
    07 Babinsa Kemlayan Pererat Silaturahmi dengan Warga Melalui Komsos
    08 Kapolri Mutasi Kapolres Sukoharjo dan Nonaktifkan Tiga Personel Terkait Penggeledahan Ponpes HQ
    09 Perkuat Koordinasi Peradilan Militer, Kaotmilti I Medan Kunjungi Pangdam II/Sriwijaya
    10 56 Siswa TK Pertiwi Slogohimo Kunjungi Koramil 22, Kenali Tugas TNI Sejak Dini
    11 Tinjau RSUD Kondosapata, Gibran Tekankan Kesiapan Dokter dan Alat Kesehatan
    12 Polres Tebing Tinggi Tingkatkan Kesiapsiagaan Personel Melalui Latihan Dalmas
    13 Bupati Asmar Tinjau Progres Tanjung Samak–Tanjung Kedabu Sepanjang 1,4 Kilometer
    14 Workshop Pengelolaan Sampah, Pemda Belajar Menyeimbangkan Biaya dan Kemampuan Warga
    15 Satgas TMMD Kodim 0724/Boyolali Gelar Donor Darah dan Sosialisasi Kesehatan
    16 Soroti Dugaan Kekerasan terhadap Mahasiswa, PMII Minta Pengawasan Internal PDAM Palopo Diperiksa
    17 Babinsa Peleman Perkuat Kedekatan dengan Peternak Kambing di Desa
    18 Tiga Wajah Kejahatan Digital Terkuak, Polres Tebing Tinggi Bongkar Judol dan Revenge Porn
    19 Kemendagri Sinkronkan PSN Pantura Jawa dengan Tata Ruang Daerah di Jawa Tengah
    20 Doa Kebangsaan Lintas Agama Warnai Harlah Ke-5 RBPI, 700 Pengemudi Serukan Persatuan Bangsa
    21 Didampingi FERADI WPI, Korban BMT Dinar Mulia Jalani Pemeriksaan di Polda Jateng
    22 Kapolres Tebing Tinggi Turun Langsung Atur Lalulintas di Sekolah F. Tandean dan SD Muhammadiyah
     
     
     
    Galeri Foto | Advertorial | Indeks Berita
    Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Tentang Kami | Info Iklan
    © zoinnews.com