Jakarta, - Kabupaten Sukabumi bukan daerah kecil. Dengan populasi sekitar 2,9 juta jiwa dan APBD mencapai sekitar Rp4 triliun, beban pengelolaan pemerintahannya dinilai setara dengan daerah berskala jauh lebih besar. Kondisi itu membuat kebutuhan terhadap aparatur sipil negara (ASN) berkapasitas tinggi menjadi semakin penting.
Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN) Prof. Zudan mendorong Pemerintah Kabupaten Sukabumi menjadikan manajemen talenta sebagai instrumen utama untuk menyiapkan ASN sesuai kebutuhan daerah. Pemetaan kompetensi, potensi, kinerja, dan integritas dinilai penting agar setiap talenta ditempatkan dan dikembangkan sesuai kebutuhan organisasi.
“Penerapan manajemen talenta diperlukan untuk memastikan ASN dengan kompetensi, potensi, kinerja, dan integritas yang sesuai dapat dipetakan dan dipersiapkan untuk mendukung kebutuhan organisasi, termasuk dalam pengisian jabatan dan pengembangan karier ASN,” kata Zudan dalam ekspose penerapan Manajemen Talenta Pemerintah Kabupaten Sukabumi di Kantor Pusat BKN, Jakarta, Selasa (29/9/2026).
Menurut Zudan, besarnya jumlah penduduk dan anggaran yang dikelola menunjukkan kompleksitas pemerintahan Sukabumi. Bahkan, skala tersebut disebut melampaui sejumlah provinsi di luar Jawa.
Karena itu, manajemen talenta tidak semestinya hanya dipandang sebagai mekanisme untuk mengisi jabatan. Instrumen tersebut harus menjadi cara pemerintah daerah menemukan, memetakan, dan mengembangkan ASN terbaik sesuai kebutuhan organisasi serta arah pembangunan daerah.
Melalui pemetaan talenta dengan pendekatan sembilan kotak atau nine box dalam SIMATA BKN, pemerintah daerah dapat melihat posisi setiap talenta ASN. Hasil pemetaan itu kemudian dapat menjadi dasar pengembangan kompetensi, karier, hingga rencana suksesi.
“Ini satu langkah maju yang sangat penting untuk membangun Kabupaten Sukabumi agar lebih cepat maju dan lebih cepat sejahtera. Kabupaten Sukabumi ini kabupaten yang rasa provinsi,” ujar Zudan.
Penerapan manajemen talenta di Sukabumi juga menjadi bagian dari penguatan sistem merit dalam manajemen ASN secara nasional. Setelah tugas dan fungsi Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN) dialihkan ke BKN, pembinaan penerapan manajemen talenta dilanjutkan oleh BKN.
Pada periode 2016 hingga akhir 2024, tercatat 42 instansi telah mendapatkan pembinaan penerapan manajemen talenta. Sementara sepanjang 2025-2026, BKN membimbing sekitar 643 instansi. Dari jumlah tersebut, 322 instansi telah memperoleh persetujuan dan menerapkan manajemen talenta.
BKN juga menyiapkan ekosistem kebijakan untuk memperkuat penerapan manajemen talenta di daerah. Sebanyak 15 kebijakan baru disiapkan guna memudahkan instansi pemerintah mengidentifikasi, memetakan, dan menyiapkan ASN sesuai kebutuhan organisasi.
Ekosistem tersebut antara lain mencakup kemudahan pencantuman gelar akademik dan profesi serta penyediaan profil ASN untuk mendukung proses pengelolaan talenta.
Bupati Sukabumi H. Asep Japar mengatakan pemerintah daerah memahami bahwa pengembangan talenta membutuhkan kualitas data yang konsisten, komitmen pimpinan, serta kolaborasi lintas perangkat daerah.
Pemkab Sukabumi juga telah menggunakan SIMATA BKN untuk mengintegrasikan data potensi, kompetensi, dan kinerja pegawai.
“Kami berharap langkah ini mendukung terwujudnya birokrasi yang profesional, adaptif, berintegritas, dan berorientasi hasil. Langkah ini sekaligus memperkuat kapasitas kami dalam mendukung visi pembangunan Kabupaten Sukabumi yang maju, berbudaya, dan berkah,” ujar Asep.
Tim Manajemen Talenta BKN selanjutnya mengarahkan agar implementasi di Sukabumi tidak berhenti pada pengisian jabatan. Manajemen talenta diharapkan menjadi fondasi untuk memastikan pemerintah daerah memiliki ASN yang mampu mengelola sumber daya sekaligus menghadapi kompleksitas pemerintahan dalam skala besar.
Dengan dukungan kebijakan dan pendampingan BKN, Pemkab Sukabumi diharapkan mampu membangun talent pool yang transparan dan berbasis merit. Langkah tersebut diarahkan untuk memperkuat kapasitas ASN sekaligus mendukung percepatan pembangunan dan peningkatan kualitas pelayanan publik.
(M.Husnie).
Komentar Anda :