TWKM XXXV di Sultra Bahas Hilirisasi Hijau dan Masa Depan Lingkungan
Minggu, 04-10-2026 - 19:35:58 WIB
Baca juga:
   
 

 


Sulawesi  Tenggara, - Sebanyak 350 mahasiswa pencinta alam dari berbagai daerah di Indonesia bakal berkumpul di Sulawesi Tenggara (Sultra) dalam Temu Wicara dan Kenal Medan (TWKM) XXXV.


Kegiatan nasional yang digelar Mahasiswa Pencinta Alam Universitas Halu Oleo (MAHACALA UHO) itu dijadwalkan berlangsung pada 22–28 Oktober 2026.


TWKM XXXV mengangkat tema “Hilirisasi Hijau: Kolaborasi Pemuda dan Industri untuk Indonesia Emas 2045.” Tema tersebut menjadi pintu masuk untuk membahas hubungan antara pembangunan industri, pemanfaatan sumber daya alam, serta keberlanjutan lingkungan.


Ketua Umum MAHACALA UHO, Ika Amalia, mengatakan TWKM memiliki dua agenda utama, yakni Temu Wicara dan Kenal Medan.


Temu Wicara menjadi ruang diskusi mahasiswa pencinta alam dari berbagai daerah untuk membahas persoalan organisasi dan isu lingkungan. Agenda tersebut diisi Seminar Nasional Green Industrial Dialogue, sidang pleno hingga sidang komisi.


Dari keseluruhan peserta, 200 mahasiswa akan mengikuti Temu Wicara. Sementara 150 peserta lainnya mengikuti rangkaian Kenal Medan yang terbagi dalam tiga kegiatan, yakni 50 peserta gunung hutan, 50 peserta panjat tebing, dan 50 peserta diving.


Hasil pembahasan Temu Wicara nantinya ditargetkan menghasilkan Manifesto Hijau 2045 yang menjadi rumusan bersama dan bahan masukan kepada pemerintah.


“Temu Wicara menjadi ruang bagi kami untuk membahas isu-isu lingkungan dan persoalan yang terjadi di berbagai daerah. Dari forum ini, kami ingin menghasilkan rumusan bersama yang bisa menjadi masukan kepada pemerintah,” kata Ika dalam konferensi pers di Kendari, Jumat (2/10/2026).


Tak berhenti di ruang forum, peserta juga bakal turun langsung ke lapangan melalui rangkaian Kenal Medan.


Sejumlah kawasan alam Sultra menjadi lokasi kegiatan. Di antaranya Pegunungan Karst Matarombeo di Desa Bendewuta, Kecamatan Oheo, Konawe Utara; perairan Wakatobi di Wangi-Wangi untuk kegiatan diving; serta Gunung Mekongga di Desa Tinukari, Kolaka Utara, untuk kegiatan gunung hutan.


Menurut Ika, Kenal Medan menjadi bagian penting karena peserta tidak hanya memperoleh materi secara teoritis, tetapi juga melihat kondisi lingkungan secara langsung.


“Apa yang mereka temukan di lapangan nantinya dibawa kembali ke forum untuk dibahas dan dirumuskan bersama,” ujarnya.


Panitia juga menyiapkan sejumlah agenda pengabdian dan aksi lingkungan. Mulai penanaman mangrove, transplantasi terumbu karang, Kendari Bersih hingga bakti sosial di Kecamatan Soropia, Kabupaten Konawe.


Sultra dipilih sebagai tuan rumah karena memiliki kekayaan alam sekaligus aktivitas industri yang berkembang. Kondisi tersebut dinilai relevan dengan isu hilirisasi hijau yang menjadi tema utama TWKM XXXV.


“Kami ingin pembangunan terus maju tanpa mengabaikan lingkungan dan kondisi sosial masyarakat. Sulawesi Tenggara memiliki potensi alam dan industri, sehingga melalui kegiatan ini kami ingin mempertemukan pembahasan tentang pembangunan dengan tanggung jawab menjaga lingkungan,” kata Ika.


Diagendakan Dihadiri Dua Menteri dan Gubernur Malut


Ketua Panitia TWKM XXXV Muhamad Kurniawan mengatakan persiapan kegiatan kini memasuki tahap akhir. Sejumlah universitas dan organisasi mahasiswa pencinta alam dari berbagai daerah telah mengonfirmasi kehadiran.


Kegiatan tersebut juga direncanakan dihadiri Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni, Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto, serta Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda.


“Untuk persiapan, secara keseluruhan kami sudah siap. Beberapa peserta dari universitas di Indonesia sudah mengonfirmasi kehadiran dan panitia juga telah menyiapkan kebutuhan teknis untuk seluruh rangkaian kegiatan,” ujar Kurniawan.


Untuk rangkaian Kenal Medan, peserta dibagi ke tiga kegiatan dengan kuota masing-masing 50 orang. Sebanyak 50 peserta mengikuti kegiatan gunung hutan, 50 peserta mengikuti panjat tebing, dan 50 peserta lainnya mengikuti diving.


Khusus peserta gunung hutan di Gunung Mekongga, keberangkatan dilakukan lebih awal, yakni 20 Oktober. Kegiatan tersebut diperkirakan membutuhkan waktu sekitar satu pekan.


Keselamatan peserta menjadi perhatian khusus panitia. Tim evakuasi akan ditempatkan di Pos 2 Gunung Mekongga. Untuk memastikan komunikasi di lapangan, panitia juga berkoordinasi dengan ORARI Kolaka.


“Kami sudah menyiapkan jalur evakuasi dan tim yang akan berada di Pos 2 sebagai tim evakuasi. Untuk komunikasi di lapangan, kami juga sudah berkoordinasi dengan ORARI Kolaka sehingga apabila terjadi kondisi yang membutuhkan penanganan, komunikasi bisa tetap berjalan,” jelas Kurniawan.


Selain menjadi forum mahasiswa pencinta alam, TWKM XXXV juga diharapkan menjadi ruang untuk memperkenalkan potensi alam dan wisata Sultra. Peserta dari berbagai daerah akan mendapat kesempatan mengenal langsung sejumlah kawasan yang menjadi lokasi kegiatan.


Kurniawan mengatakan peserta tidak hanya mengikuti forum, tetapi juga mendapatkan pengalaman langsung di lapangan.


“Teman-teman yang datang dari berbagai daerah tidak hanya mengikuti forum, tetapi juga kami ajak melihat langsung potensi alam dan wisata yang ada di Sulawesi Tenggara,” katanya.


Ika menegaskan, pembahasan TWKM XXXV diharapkan tidak berhenti pada forum diskusi. Temuan selama Kenal Medan maupun aksi pengabdian akan menjadi bahan pembahasan untuk merumuskan rekomendasi.


Salah satu isu yang ingin mendapat perhatian adalah pengelolaan kawasan bekas tambang yang dinilai belum optimal.


“Kami ingin melihat bagaimana pembangunan di daerah kita berjalan berdampingan dengan industri dan lingkungan yang harus dijaga. Salah satunya persoalan kawasan bekas tambang yang belum dikelola dengan baik,” pungkas Ika.


(Robby).


 




 
Berita Lainnya :
  • Panglima TNI Resmikan Markas Baru Koopssus TNI
  • Tak Kenal Lelah, TNI dan Warga Kompak Kejar Target Pengecoran Jalan TMMD di Desa Wates
  • Gempur Sarang Narkoba, Polresta Deli Serdang Tetapkan 57 Tersangka, Sita 23 Kg Sabu dan 24 Kg Ganja
  • Patroli Malam Cipta Kondisi, Babinsa Ajak Masyarakat Peduli Keamanan Lingkungan
  • Kaster TNI Pimpin Sertijab Wakaster, Mayjen TNI Achiruddin Gantikan Mayjen TNI Suhardi
  •  
    Komentar Anda :

     
     
     
    + Indeks Berita +
    01 Panglima TNI Resmikan Markas Baru Koopssus TNI
    02 Tak Kenal Lelah, TNI dan Warga Kompak Kejar Target Pengecoran Jalan TMMD di Desa Wates
    03 Gempur Sarang Narkoba, Polresta Deli Serdang Tetapkan 57 Tersangka, Sita 23 Kg Sabu dan 24 Kg Ganja
    04 Patroli Malam Cipta Kondisi, Babinsa Ajak Masyarakat Peduli Keamanan Lingkungan
    05 Kaster TNI Pimpin Sertijab Wakaster, Mayjen TNI Achiruddin Gantikan Mayjen TNI Suhardi
    06 Sekda Meranti Resmi Buka Peluncuran Inovasi Pelita ASN dan Ikan Patin
    07 Kemendagri Perkuat Integrasi Perlindungan Anak dalam Perencanaan Pembangunan Daerah
    08 Babinsa Kemlayan Pererat Silaturahmi dengan Warga Melalui Komsos
    09 Kapolri Mutasi Kapolres Sukoharjo dan Nonaktifkan Tiga Personel Terkait Penggeledahan Ponpes HQ
    10 Perkuat Koordinasi Peradilan Militer, Kaotmilti I Medan Kunjungi Pangdam II/Sriwijaya
    11 56 Siswa TK Pertiwi Slogohimo Kunjungi Koramil 22, Kenali Tugas TNI Sejak Dini
    12 Tinjau RSUD Kondosapata, Gibran Tekankan Kesiapan Dokter dan Alat Kesehatan
    13 Polres Tebing Tinggi Tingkatkan Kesiapsiagaan Personel Melalui Latihan Dalmas
    14 Bupati Asmar Tinjau Progres Tanjung Samak–Tanjung Kedabu Sepanjang 1,4 Kilometer
    15 Workshop Pengelolaan Sampah, Pemda Belajar Menyeimbangkan Biaya dan Kemampuan Warga
    16 Satgas TMMD Kodim 0724/Boyolali Gelar Donor Darah dan Sosialisasi Kesehatan
    17 Soroti Dugaan Kekerasan terhadap Mahasiswa, PMII Minta Pengawasan Internal PDAM Palopo Diperiksa
    18 Babinsa Peleman Perkuat Kedekatan dengan Peternak Kambing di Desa
    19 Tiga Wajah Kejahatan Digital Terkuak, Polres Tebing Tinggi Bongkar Judol dan Revenge Porn
    20 Kemendagri Sinkronkan PSN Pantura Jawa dengan Tata Ruang Daerah di Jawa Tengah
    21 Doa Kebangsaan Lintas Agama Warnai Harlah Ke-5 RBPI, 700 Pengemudi Serukan Persatuan Bangsa
    22 Didampingi FERADI WPI, Korban BMT Dinar Mulia Jalani Pemeriksaan di Polda Jateng
     
     
     
    Galeri Foto | Advertorial | Indeks Berita
    Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Tentang Kami | Info Iklan
    © zoinnews.com