Makassar, - Bentrokan antarkelompok bermotor terjadi di Jalan Perintis Kemerdekaan KM 19, Kelurahan Sudiang, Kecamatan Biringkanaya, Kota Makassar, Minggu (4/10/2026) dini hari.
Dalam peristiwa tersebut, seorang mahasiswa tewas, sementara seorang lainnya mengalami luka berat setelah diduga diserang menggunakan parang dan anak panah busur.
Korban meninggal dunia diketahui bernama Muh. Akmal Makmur (24). Sementara korban luka berat adalah Muh. Farel SM (17). Keduanya disebut merupakan mahasiswa.
Kasi Humas Polrestabes Makassar AKP Jaffar Achmad menjelaskan, peristiwa tersebut bermula sekitar pukul 02.00 WITA. Saat itu, Arif bersama sejumlah rekannya sedang nongkrong di kawasan Jalan Dg. Ramang, Kelurahan Pai, Kecamatan Biringkanaya.
Tak lama kemudian, datang sekelompok orang yang menggunakan sekitar 12 sepeda motor. Kelompok tersebut diduga membawa senjata tajam berupa parang dan busur.
“Selanjutnya datang kelompok lain menggunakan sekitar 12 unit sepeda motor dengan membawa senjata tajam berupa parang dan busur yang diduga akan menyerang kelompok Arif,” kata Jaffar saat dikonfirmasi melalui pesan singkat, Minggu (4/10/2026).
Kelompok Arif kemudian melakukan perlawanan dan mengejar kelompok tersebut hingga ke arah Kabupaten Maros.
Situasi semakin memanas ketika rombongan tersebut tiba di Jalan Perintis Kemerdekaan KM 19, tepat di depan minimarket. Sepeda motor yang dikendarai Arif dengan tiga orang penumpang, yakni Arif, Nizar, dan Muh. Akmal Makmur, terlibat kecelakaan dengan sepeda motor yang dikendarai Angga bersama Muh. Farel SM.
Menurut keterangan polisi, kelompok yang diduga datang dari arah Kabupaten Maros kemudian berbalik setelah melihat kecelakaan tersebut.
Kelompok itu diduga kembali menyerang rombongan Arif menggunakan parang dan busur.
Akmal dan Farel disebut tidak sempat menyelamatkan diri. Akmal meninggal dunia di lokasi kejadian, sedangkan Farel mengalami luka berat akibat serangan tersebut.
Sekitar pukul 05.08 WITA, jenazah Akmal kemudian dievakuasi ke RS Bhayangkara Makassar untuk menjalani pemeriksaan medis forensik berupa visum et repertum dan autopsi.
Polisi masih menyelidiki kasus tersebut untuk mengungkap identitas para pelaku, kronologi secara utuh, serta motif di balik penyerangan.
(A.Surya Ramadhan/Robby).
Komentar Anda :