Pastikan Aman Dilalui Warga, Danrem 074/Wrt Cek Langsung 9 Jembatan di Boyolali
Selasa, 06-10-2026 - 21:24:37 WIB
 |
| Danrem 074/Warastratama Kolonel Inf Muhammad Arry Yudistira bersama tim Korem 074/Wrt dan Denzibang IV/IV Surakarta saat meninjau sembilan jembatan di Kabupaten Boyolali, Selasa (6/10/2026). |
Boyolali, - Danrem 074/Warastratama Kolonel Inf Muhammad Arry Yudistira bersama tim Korem 074/Wrt dan Denzibang IV/IV Surakarta meninjau sembilan jembatan di wilayah Kabupaten Boyolali, Selasa (6/10/2026).
Peninjauan didampingi Dandim 0724/Boyolali Letkol Inf Gunawan Nurbathin. Kegiatan tersebut dilakukan untuk melihat langsung kondisi hasil pembangunan sekaligus mengecek aspek konstruksi, mutu, dan kelayakan jembatan sebelum dimanfaatkan masyarakat.
Sembilan lokasi yang ditinjau meliputi Jembatan Beton Desa Sumur, Kecamatan Tamansari; Jembatan Gantung Desa Bolo, Kecamatan Wonosegoro; Jembatan Gantung Desa Nglembu, Kecamatan Sambi; Jembatan Beton dan Jembatan Gantung Desa Keyongan, Kecamatan Nogosari; Jembatan Gantung Desa Cerme; Jembatan Beton Desa Pilangrejo; serta dua Jembatan Beton di Kelurahan Sambeng, Kecamatan Juwangi.
Pemeriksaan mencakup kondisi konstruksi, tali penggantung (sling), pagar pengaman, ukuran jembatan, hingga akses jalan menuju lokasi.
Berdasarkan hasil pengecekan fisik di lapangan, bagian-bagian utama pembangunan pada sembilan jembatan yang ditinjau telah selesai dikerjakan. Kondisi tersebut menjadi dasar penilaian bahwa pekerjaan pembangunan di lokasi yang diperiksa telah mencapai tahap penyelesaian. Namun, aspek kelayakan dan keamanan tetap menjadi perhatian melalui pemeriksaan terhadap komponen konstruksi dan fasilitas pendukungnya.
Dengan selesainya pekerjaan pembangunan tersebut, jembatan diharapkan dapat mendukung mobilitas masyarakat, termasuk akses menuju permukiman, lahan pertanian, pusat kegiatan ekonomi, pendidikan, dan fasilitas umum.
Tim juga mengimbau masyarakat untuk bersama-sama menjaga dan merawat jembatan agar kondisinya tetap baik serta dapat dimanfaatkan dalam jangka panjang.
(Agus Kemplu).
Komentar Anda :