Bandung, - Semangat Bandung Lautan Api seolah kembali membara di Kota Bandung pada Oktober 2026. Lebih dari 1.000 peserta antusias meramaikan Bandung Domino Tournament (BDT) 2026, PORDI Series 5 Babak Kualifikasi Liga Pro, yang digelar Pengurus Besar Persatuan Olahraga Domino Indonesia (PB PORDI) pada 17–18 Oktober 2026 di D'Botanica Mall, kawasan Pasteur, Kota Bandung, Jawa Barat.
Turnamen berskala nasional ini diikuti peserta dari 10 provinsi serta seluruh kabupaten dan kota di Jawa Barat. Kegiatan tersebut menjadi momentum penting dalam pengembangan olahraga domino di Indonesia, sekaligus mempererat persaudaraan antardaerah dan mendorong pergerakan ekonomi masyarakat setempat.
Pembukaan turnamen dilakukan secara resmi oleh Wakil Wali Kota Bandung, H. Erwin, S.E., M.Pd., yang akrab disapa Kang Erwin. Kegiatan ini turut dihadiri Ketua Umum PB PORDI, Dr. H. Andi Jamaro Dulung, M.Si., jajaran Pemerintah Kota Bandung, tokoh masyarakat Jawa Barat, serta pengurus PORDI dari berbagai daerah.
Dalam sambutannya, Kang Erwin menyampaikan bahwa domino merupakan olahraga yang memiliki banyak peminat dari berbagai kalangan masyarakat. Karena itu, menurutnya, pengembangan domino di bawah naungan PORDI perlu mendapatkan perhatian dan dukungan berkelanjutan.
“Domino di bawah naungan PORDI perlu mendapatkan perhatian sekaligus dukungan pengembangan secara berkelanjutan. Terlebih, dampak dari gelaran selama dua hari ini sangat dirasakan. Hotel-hotel penuh, UMKM pun merasakan manfaat dari kegiatan ini. Luar biasa,” ujarnya.
Ia menambahkan, penyelenggaraan PORDI Series 5 di Kota Bandung tidak hanya menjadi ajang kompetisi olahraga, tetapi juga berpotensi memberikan kontribusi terhadap peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Menurutnya, kehadiran peserta dan pendukung dari berbagai wilayah dapat menggerakkan perekonomian lokal, terutama pada sektor perhotelan, kuliner, perdagangan, transportasi, dan jasa.
Sementara itu, Ketua Umum PB PORDI, Dr. H. Andi Jamaro Dulung, menyampaikan apresiasi kepada Pengurus Daerah (Pengda) PORDI Bandung, Komite Olahraga Masyarakat Indonesia (KORMI) Kota Bandung, serta High Games Island (HGI) selaku mitra penyelenggara.
Ia menilai Kota Bandung memiliki karakter masyarakat yang beragam serta kehidupan komunitas yang dinamis, sehingga menjadi lokasi strategis untuk penyelenggaraan turnamen domino berskala nasional.
Andi Jamaro berharap kegiatan tersebut dapat memperkuat pembinaan atlet, memperluas partisipasi masyarakat, serta meningkatkan eksistensi domino sebagai olahraga yang mengedepankan strategi, konsentrasi, kecermatan, dan sportivitas.
Di sisi lain, Manajer Event sekaligus Ketua Litbang PB PORDI, Dr. Wahyu Irfandi, menegaskan bahwa turnamen domino memiliki nilai strategis yang tidak terbatas pada kompetisi olahraga semata.
Menurut Wahyu, kegiatan ini dapat menjadi ruang kolaborasi antara tokoh agama, tokoh masyarakat, organisasi kemasyarakatan (ormas), pemerintah daerah, dan insan media untuk memperkuat hubungan sosial sekaligus mendukung terciptanya ketertiban masyarakat.
Ia juga menjelaskan bahwa turnamen domino dapat dimanfaatkan sebagai sarana edukasi publik oleh pemerintah daerah. Materi edukasi tersebut antara lain mencakup peningkatan literasi keuangan, pencegahan praktik judi online, serta penguatan kecakapan digital agar masyarakat semakin bijak dalam memanfaatkan teknologi.
Melalui Bandung Domino Tournament 2026, PB PORDI berharap olahraga domino semakin berkembang sebagai kegiatan yang positif, kompetitif, dan inklusif. Lebih dari sekadar pertandingan, turnamen ini diharapkan menjadi wadah pembinaan prestasi, penguatan edukasi masyarakat, dan perluasan jejaring antardaerah.
Penyelenggaraan BDT 2026 sekaligus menegaskan pentingnya sinergi antara organisasi olahraga, pemerintah daerah, pelaku usaha, dan masyarakat dalam mengembangkan olahraga rekreasi yang memberikan manfaat sosial serta mendorong pertumbuhan ekonomi lokal.
(M. Husnie).
Komentar Anda :