Poltak Silitonga Kenang Kamaruddin Simanjuntak sebagai Sahabat Seperjuangan dalam Penegakan Hukum
Jakarta, - Kabar kepergian Kamaruddin Simanjuntak membawa duka mendalam bagi sahabat dan rekan seperjuangannya, Poltak Silitonga, S.H. Dalam ungkapan belasungkawa yang disampaikannya, Poltak mengenang Kamaruddin sebagai sosok pengacara pemberani yang memiliki komitmen kuat dalam memperjuangkan keadilan dan kebenaran.
Poltak mengungkapkan, kabar duka tersebut diterimanya melalui pesan WhatsApp sekitar pukul 05.00 WIB. Berita itu membuatnya terpukul dan kembali mengingat berbagai pengalaman yang telah mereka lalui bersama selama menjalankan profesi sebagai advokat.
Dalam kenangannya, persahabatan mereka tidak selalu berjalan tanpa perbedaan. Keduanya pernah berselisih pendapat, saling diam, hingga menghadapi persoalan bersama. Namun, perbedaan tersebut tidak menghilangkan kedekatan mereka sebagai sahabat.
“Sudahlah, biarkan mereka,” demikian salah satu ucapan Kamaruddin yang masih diingat Poltak ketika mereka menghadapi persoalan dengan klien.
Bagi Poltak, kalimat sederhana itu mencerminkan sikap sahabatnya dalam menghadapi berbagai situasi. Di balik keseriusan dalam memperjuangkan hukum, Kamaruddin juga dikenangnya sebagai pribadi yang dapat bercanda, bernyanyi, tertawa bersama, dan berbagi kesedihan.
Poltak turut mengenang perjalanan mereka ketika menghadapi berbagai situasi yang menantang. Mereka pernah bersama-sama menghadapi orang-orang yang dianggap mengancam keselamatan, serta melakukan perjalanan pada malam hingga dini hari.
Salah satu pengalaman yang membekas terjadi ketika mereka hampir menabrak sebuah truk saat berkendara. Dalam situasi menegangkan itu, Kamaruddin disebut berusaha menenangkan Poltak dengan mengatakan bahwa Tuhan melindungi mereka.
Kenangan-kenangan tersebut kini menjadi bagian berharga yang terus melekat dalam ingatan Poltak. Ia mengungkapkan kesedihannya karena kehilangan sahabat yang selama ini menjadi rekan dalam perjalanan memperjuangkan penegakan hukum.
Menurut Poltak, kepergian Kamaruddin juga meninggalkan kehilangan bagi orang-orang yang mengenal dan menghargai perjuangannya. Ia berharap semangat untuk menegakkan hukum dan memperjuangkan keadilan tetap berlanjut.
“Selamat jalan, sahabatku. Kami akan melanjutkan perjuanganmu untuk menegakkan hukum di negeri ini,” demikian pesan perpisahan Poltak.
Ia juga menyampaikan doa agar keluarga yang ditinggalkan diberi kekuatan dan ketabahan dalam menghadapi masa berduka.
“Semoga keluarga dan semua yang mencintaimu diberikan Tuhan kekuatan serta ketabahan untuk menerima kepergianmu. Amin.”
Ungkapan duka tersebut menjadi bentuk penghormatan Poltak Silitonga kepada sahabatnya, sekaligus kenangan atas perjalanan persahabatan yang diwarnai perjuangan, perbedaan, keberanian, dan kebersamaan.
(**).
Komentar Anda :