Hadiri Kongres ANSU, Kapolrrs Sergai Dukung Perjuangan Hak Nelayan dan Kelestarian Laut
Serdang Bedagai, - Perlindungan hak nelayan tradisional, peningkatan kesejahteraan masyarakat pesisir, hingga ancaman kerusakan ekosistem laut menjadi sorotan dalam Kongres Pertama Aliansi Nelayan Sumatera Utara Bersatu (ANSU) yang digelar di Pantai Mangrove Kampung Nipah, Desa Sei Nagalawan, Kecamatan Perbaungan, Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai), Selasa (20/10/2026).
Kongres yang berlangsung selama dua hari, 20–21 Oktober 2026, itu dihadiri langsung Bupati Serdang Bedagai H. Darma Wijaya dan Kapolres Sergai AKBP Sah Udur T.M. Sitinjak, S.H., S.I.K., M.H. Kegiatan tersebut diikuti sekitar 300 peserta, termasuk perwakilan organisasi nelayan, tokoh masyarakat pesisir, dan sejumlah elemen masyarakat.
Mengusung tema “Menjemput Keadilan di Laut, Menolak Penghancuran Ekosistem, Memperkuat Perlindungan Sosial, dan Membela Hak Nelayan Tradisional Sumatera Utara”, kongres ini menjadi forum konsolidasi untuk memperkuat perjuangan nelayan sekaligus mendorong perhatian lebih besar terhadap persoalan yang dihadapi masyarakat pesisir.
Ketua Panitia, Supriadi, S.Sos., dalam laporannya menyampaikan apresiasi kepada Koalisi Rakyat untuk Keadilan Perikanan (KIARA), Federasi Serikat Nelayan Nusantara (FSNN), dan Persaudaraan Perempuan Nelayan Indonesia (PPNI) atas dukungan terhadap penyelenggaraan kongres tersebut.
Ia menjelaskan, kongres diharapkan menjadi ruang bagi nelayan untuk menyatukan pandangan, memperkuat organisasi, serta merumuskan langkah bersama dalam memperjuangkan hak dan kesejahteraan masyarakat pesisir.
Ketua Umum ANSU, Sutrisno, S.Sos., menegaskan pentingnya kongres perdana tersebut sebagai momentum untuk mendorong kemajuan sektor perikanan dan meningkatkan taraf hidup nelayan di Sumatera Utara.
Ia juga mengajak pemerintah daerah agar terus memberikan perhatian, pembinaan, dan dukungan kepada komunitas nelayan. Dengan organisasi yang solid, nelayan diharapkan memiliki posisi lebih kuat dalam menyampaikan aspirasi serta memperjuangkan kepentingan mereka.
Sementara itu, perwakilan Ketua Umum FSNN, Anwar Sastro Ma'ruf, mengingatkan bahwa Indonesia memiliki sejarah panjang sebagai bangsa maritim. Karena itu, kemajuan sektor kelautan harus dibarengi dengan peningkatan kesejahteraan nelayan dan penyediaan sarana serta prasarana yang memadai.
Dukungan lintas organisasi, menurutnya, juga diperlukan agar perjuangan nelayan tidak berjalan sendiri-sendiri, melainkan menjadi gerakan bersama untuk mendorong kebijakan yang berpihak kepada masyarakat pesisir.
Bupati Serdang Bedagai H. Darma Wijaya, dalam arahan sekaligus sambutannya, mendorong masyarakat pesisir untuk terus mengembangkan pola pikir yang produktif agar mampu meningkatkan kesejahteraan keluarga dan komunitas nelayan.
Pemerintah Kabupaten Serdang Bedagai, kata dia, memiliki komitmen untuk memfasilitasi kebutuhan masyarakat pesisir, termasuk penataan permukiman dan penyediaan sarana pendukung yang diperlukan.
Kongres secara resmi dibuka melalui pemukulan gong oleh Bupati Serdang Bedagai bersama unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dan pimpinan organisasi nelayan.
Prosesi tersebut menandai dimulainya forum konsolidasi yang diharapkan mampu menghasilkan gagasan dan langkah konkret untuk memperjuangkan kepentingan nelayan tradisional serta menjaga keberlanjutan ekosistem laut.
Polres Sergai Dukung Aspirasi Nelayan
Kapolres Serdang Bedagai AKBP Sah Udur T.M. Sitinjak melalui Kasi Humas Polres Sergai AKP Bringin Jaya, S.H., M.H., menyampaikan dukungan terhadap pelaksanaan Kongres Pertama Aliansi Nelayan Sumatera Utara.
Menurutnya, kongres tersebut merupakan forum positif untuk memperjuangkan aspirasi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat nelayan.
“Kehadiran jajaran kepolisian bersama unsur Forkopimda merupakan wujud keterbukaan dan sinergitas Polri dengan pemerintah serta elemen masyarakat guna memastikan seluruh kegiatan kemasyarakatan dan pengelolaan wilayah pesisir berjalan aman, tertib, dan kondusif,” demikian disampaikan Kasi Humas Polres Sergai.
Ia berharap kongres tersebut tidak berhenti sebatas pertemuan organisasi, tetapi mampu melahirkan gagasan dan rekomendasi yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat pesisir.
Selain meningkatkan kesejahteraan nelayan, hasil kongres diharapkan turut mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat serta memperkuat upaya menjaga kelestarian lingkungan laut di Kabupaten Serdang Bedagai.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Ketua Umum PPNI Jumiati, perwakilan KIARA, unsur organisasi nelayan, tokoh masyarakat pesisir, serta para undangan lainnya.
Melalui kongres perdana ini, perjuangan nelayan Sumatera Utara diharapkan semakin terorganisasi, dengan perlindungan hak, keadilan dalam pemanfaatan sumber daya laut, dan keberlanjutan lingkungan sebagai agenda utama.
(Dali).
Komentar Anda :