Korbrimob Polri Hadiri NCT APAC 2026, Perluas Wawasan Penanganan Ancaman CBRNE dan Jibom
Rabu, 21-10-2026 - 18:56:16 WIB
 |
| Komandan Pasukan Gegana Korbrimob Polri Brigjen Pol. Mulyadi saat menghadiri pembukaan NCT APAC 2026 ,di Hotel Le Méridien, Jakarta Pusat, pada 20 Oktober 2026. |
Jakarta, - Komandan Pasukan Gegana Korbrimob Polri Brigjen Pol. Mulyadi menghadiri pembukaan NCT APAC 2026, konferensi dan pameran internasional yang membahas perkembangan teknologi serta penanganan ancaman Chemical, Biological, Radiological, Nuclear, and Explosives (CBRNE) dan Explosive Ordnance Disposal (EOD). Kegiatan tersebut berlangsung di Hotel Le Méridien, Jakarta Pusat, pada 20 Oktober 2026.
Kegiatan ini dipimpin oleh Direktur Pelaksana NCT Consultants, Ilja Bonsen, didampingi Ketua Konferensi sekaligus Penasihat Eksekutif Senior NCT Consultants, William King. Turut hadir Teknisi Jibom Utama Tk. II Korbrimob Polri Brigjen Pol. Yopie Indra Prasetya Sepang, Dansat KBRN Pas Gegana Korbrimob Polri Kombes Pol. Andy Rifai, S.I.K., M.H., personel Korbrimob Polri, serta tamu undangan lainnya.
NCT APAC 2026 menghadirkan konferensi, pameran teknologi, jejaring profesional, serta NCT PRO eXperience. Kegiatan berbasis skenario operasional tersebut mempertemukan tim operasional dengan pelaku industri untuk memperlihatkan penerapan teknologi dalam situasi simulasi yang realistis.
Penyelenggaraan kegiatan ini juga melibatkan komunitas CBRNE dan keamanan Indonesia melalui empat Joint Task Forces, yang mencakup 22 instansi dan unit spesialis dalam 12 tim multidisiplin.
Keikutsertaan Korbrimob Polri, khususnya Pasukan Gegana, menjadi kesempatan untuk memperluas wawasan mengenai perkembangan teknologi, peralatan khusus, dan metode penanganan ancaman CBRNE serta bahan peledak. Informasi dan pengetahuan yang diperoleh dapat menjadi bahan referensi dalam mengevaluasi kebutuhan peralatan dan mendukung peningkatan kesiapsiagaan operasional, terutama dalam pelaksanaan tugas penjinakan bom (Jibom) dan penanggulangan ancaman berbahaya.
Selain itu, forum tersebut menjadi sarana pertukaran informasi dan pengetahuan antara Korbrimob Polri, para ahli, instansi terkait, dan penyedia teknologi keamanan. Pertukaran tersebut diharapkan dapat mendukung pengembangan kompetensi teknis dan profesionalisme personel dalam menghadapi potensi ancaman CBRNE dan bahan peledak.
Melalui partisipasi dalam forum internasional ini, Korbrimob Polri diharapkan dapat memperoleh referensi mengenai perkembangan teknologi dan praktik penanganan ancaman yang relevan untuk mendukung pelaksanaan tugas sesuai dengan kewenangan dan prosedur yang berlaku.
(**).
Komentar Anda :