Meranti, - Bupati Kepulauan Meranti H. Asmar memimpin upacara peringatan Hari Santri Nasional tingkat Kabupaten Kepulauan Meranti di Lapangan Bola Desa Gogok Darussalam, Kecamatan Tebing Tinggi Barat, Minggu, 25 Oktober 2026.
Upacara mengusung tema "Mengawal Indonesia Merdeka Menuju Peradaban Dunia". Kegiatan diikuti kiai, pengasuh pondok pesantren, tenaga pendidik, serta santri dan santriwati dari berbagai pondok pesantren di Kepulauan Meranti.
Hadir dalam upacara tersebut jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah, Wakil Ketua DPRD Antoni Sidharta, Wakapolres Kompol Detis Mayer Silitonga, Danposal Selatpanjang Lettu Laut Adu Ismanto, Plt Kepala Kantor Kemenag Misyamto, Sekretaris Daerah Sudandri, Ketua TP PKK Ismiatun, Ketua FKPP M. Nurdin, kepala OPD, dan tokoh agama.
Dalam amanatnya, Bupati Asmar membacakan sambutan Menteri Agama Nasaruddin Umar. Menteri Agama menekankan peran strategis santri dalam memperkuat bangsa, baik dalam perjuangan kemerdekaan maupun pembangunan.
"Melalui tema tahun ini, santri didorong mengambil peran strategis mewujudkan Indonesia Emas 2045. Tidak hanya menguasai ilmu agama, santri juga diharapkan meningkatkan pengetahuan, menguasai teknologi, dan berinovasi tanpa meninggalkan tradisi pesantren dan akhlak mulia," kata Asmar saat membacakan amanat Menteri Agama.
Pada kesempatan itu, Asmar juga berpesan kepada guru dan pengelola pondok pesantren untuk membina generasi muda agar menjadi pribadi berkualitas dan santun.
"Didiklah anak-anak kita dengan sebaik-baiknya. Kita berharap mereka menjadi santri yang berkualitas, berakhlak mulia, dan mampu memberikan kontribusi positif bagi daerah maupun bangsa," ujarnya.
Terkait isu yang beredar di masyarakat mengenai dugaan aktivitas menyimpang, Asmar menyatakan pemerintah daerah telah berkoordinasi dengan aparat kepolisian.
"Berdasarkan penelusuran di lapangan, aparat kepolisian belum menemukan fakta yang mengonfirmasi isu tersebut. Namun, pemerintah daerah akan terus mendorong edukasi kepada masyarakat, pendidik, dan generasi muda tentang pentingnya menjaga etika dan lingkungan sosial yang sehat," jelasnya.
Bertindak sebagai perwira upacara Muhammad Nawawi dari Ponpes Alhusna Mantiasa dan komandan upacara M. Farhan Nur Rasyid dari Ponpes Darul Fikri Selatpanjang. Petugas pengibar bendera berasal dari Ponpes Hidayatul Muttaqin Mantiasa, sementara paduan suara dari Ponpes Al Muawanah.
(Am).
Komentar Anda :