Jelang Nataru, TNI AL dan Instansi Terkait Periksa Kesiapan Kapal di Pelabuhan Merak
Sabtu, 31-10-2026 - 21:33:40 WIB
 |
| Kolonel Laut (P) Wawan Subagyo Mardani bersama perwakilan KSOP Kelas I Banten, manajemen PT ASDP Indonesia Ferry, GAPASDAP, INFA & Port, Polairud Polda Banten, serta Biro Klasifikasi Indonesia (BKI) saat meninjau kapal di Pelabuhan Merak. |
Banten, - Pangkalan TNI Angkatan Laut (Lanal) Banten bersama sejumlah instansi terkait melakukan inspeksi fasilitas pelabuhan dan kapal penyeberangan di Pelabuhan PT ASDP Indonesia Ferry Merak, Banten, Jumat (30/10/2026).
Inspeksi tersebut dilakukan untuk memastikan kesiapan fasilitas dan kapal penyeberangan dalam memenuhi standar keselamatan pelayaran. Kegiatan ini juga menjadi langkah antisipasi menyusul insiden kebakaran KMP Batu Mandi di Perairan Selat Sunda beberapa waktu lalu serta menghadapi peningkatan aktivitas penyeberangan menjelang Natal dan Tahun Baru (Nataru).
Komandan Lanal Banten Kolonel Laut (P) Wawan Subagyo Mardani bersama perwakilan KSOP Kelas I Banten, manajemen PT ASDP Indonesia Ferry, Gabungan Pengusaha Nasional Angkutan Sungai, Danau dan Penyeberangan (GAPASDAP), INFA & Port, Polairud Polda Banten, serta Biro Klasifikasi Indonesia (BKI) meninjau sejumlah kapal yang sedang bersandar di Pelabuhan Merak.
Dalam pemeriksaan tersebut, tim mengecek ketersediaan dan kondisi peralatan keselamatan kapal, antara lain jaket pelampung (life jacket), sekoci, rakit penolong (liferaft), perangkat pemancar sinyal darurat EPIRB (Emergency Position Indicating Radio Beacon), serta sistem pemadam kebakaran CO2 terpusat di ruang mesin.
Selain itu, pemeriksaan mencakup jurnal pemeliharaan dan catatan pemeriksaan kapal untuk memastikan kegiatan pengecekan rutin berjalan serta awak kapal memahami prosedur penanganan keadaan darurat.
Danlanal Banten Kolonel Laut (P) Wawan Subagyo Mardani mengatakan, keselamatan pelayaran merupakan tanggung jawab bersama yang membutuhkan komitmen dan sinergi seluruh pemangku kepentingan.
Menurutnya, keterlibatan TNI AL dalam kegiatan tersebut merupakan bentuk dukungan terhadap pengawasan dan pemantauan keamanan maritim, khususnya di wilayah Perairan Selat Sunda.
Melalui inspeksi ini, seluruh operator kapal diharapkan meningkatkan kedisiplinan dalam memenuhi standar keselamatan, serta memastikan kesiapan awak dan peralatan kapal guna mengantisipasi keadaan darurat.
Dengan demikian, aktivitas penyeberangan di Selat Sunda diharapkan dapat berlangsung aman, tertib, dan lancar, terutama selama periode angkutan Natal dan Tahun Baru.
(Rls)/Jonni)
Komentar Anda :