Tekan Pengangguran dan Kriminalitas, Kapolrestabes Medan Gandeng BBPVP Gelar Pelatihan Kerja
Medqn, - Polrestabes Medan mengimplementasikan program Polisi Peduli Pengangguran (Poliran) dengan memfasilitasi masyarakat mengikuti pelatihan keterampilan kerja di Balai Besar Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BBPVP) Medan.
Program tersebut ditandai dengan kunjungan Kapolrestabes Medan Kombes Pol Dr Jean Calvijn Simanjuntak ke BBPVP Medan, Kamis (29/10/2026). Dalam kegiatan itu, sebanyak 64 pencari kerja telah menyelesaikan pelatihan, sedangkan 30 peserta lainnya masih mengikuti proses pelatihan.
Calvijn mengatakan, Poliran merupakan bagian dari implementasi program prioritas Kapolri Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto yang mulai dijalankan sejak 15 Agustus 2026.
“Persoalan besar yang kita hadapi adalah pendidikan, kemiskinan, dan pengangguran. Dengan mengurangi pengangguran, kita berharap dapat menekan penyalahgunaan narkoba dan kejahatan jalanan,” ujar Calvijn.
Ia menjelaskan, Polrestabes Medan telah melakukan pendataan pencari kerja melalui jajaran kepolisian sektor (polsek). Pada 15 Oktober 2026, Polrestabes Medan mengundang Balai Latihan Kerja (BLK) dan BBPVP untuk melakukan pemetaan kebutuhan pelatihan.
Selanjutnya, pada 22 Oktober 2026, dilakukan penandatanganan kerja sama antara Polrestabes Medan, BBPVP Medan, dan Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Medan.
Berdasarkan data yang dihimpun, sebanyak 191 warga telah terdata dalam program Poliran. Dari jumlah tersebut, 94 orang telah mengikuti pelatihan, terdiri atas 64 orang yang sudah menyelesaikan pelatihan dan 30 orang yang masih menjalani pelatihan. Sementara itu, 97 warga lainnya masih menunggu giliran.
Calvijn mengatakan, Polrestabes Medan berencana kembali merekrut pencari kerja untuk mengikuti pelatihan tahap berikutnya agar program tersebut dapat menjangkau lebih banyak masyarakat yang membutuhkan keterampilan dan kesempatan kerja.
“Ke depan, kami juga akan membuka bursa kerja atau job fair. Harapannya, warga tidak hanya mendapatkan keterampilan, tetapi juga memiliki akses untuk memperoleh pekerjaan,” katanya.
Selain Poliran, Polrestabes Medan juga menjalankan sejumlah program sosial dan kemasyarakatan, di antaranya Polisi Peduli Pendidikan, Polisi Peduli Pangan, Polisi Peduli Lingkungan, serta kegiatan Subuh Keliling.
Menurut Calvijn, tugas kepolisian tidak hanya berorientasi pada penegakan hukum, tetapi juga mencakup upaya membantu mengatasi persoalan sosial yang berpotensi menjadi pemicu tindak kriminalitas.
Sementara itu, Kepala BBPVP Medan Amran, ST, mengatakan pelatihan vokasi tidak hanya memberikan keterampilan teknis kepada peserta, tetapi juga membangun sikap kerja dan kemampuan nonteknis (soft skill).
Ia menjelaskan, peserta harus mengikuti seluruh tahapan pelatihan sejak hari pertama hingga selesai agar memiliki peluang lebih besar untuk lulus dan memperoleh sertifikat kompetensi.
Pelatihan dapat dilaksanakan di BBPVP, melibatkan keluarga, maupun langsung di tengah masyarakat sesuai kebutuhan. Materi pelatihan juga disesuaikan dengan peluang kerja dan kebutuhan pasar.
“Pelatihan sebaiknya tidak hanya berdasarkan keinginan peserta, tetapi juga disesuaikan dengan peluang dan kebutuhan pasar kerja. Setelah pelatihan, peserta akan mengikuti uji kompetensi untuk memperoleh sertifikasi,” ujar Amran.
Ia menambahkan, lulusan pelatihan dapat mencari pekerjaan secara mandiri atau memanfaatkan jaringan BBPVP dan Apindo. BBPVP Medan juga berencana menggelar pelatihan mekanik bekerja sama dengan Indako.
Program pelatihan vokasi tersebut turut diarahkan untuk membantu masyarakat yang terdampak pemutusan hubungan kerja (PHK), baik di Kota Medan maupun wilayah Sumatera Utara.
BBPVP Medan menyediakan sejumlah program pelatihan melalui beberapa kejuruan. Kejuruan pariwisata memiliki sembilan program, yakni barista, restaurant attendant, commercial cookery, commis pastry, bakery, housekeeping, front office, spa and therapist, serta tour guide.
Sementara itu, kejuruan bangunan menyediakan delapan program, meliputi surveyor, AutoCAD, SketchUp, cabinet maker, kriya kayu, Archicad, Revit, dan finishing kayu.
Adapun kejuruan pendukung lainnya memiliki enam program pelatihan, yaitu servis sepeda motor konvensional, digital marketing, pengelasan, kelistrikan, Hinode, dan operator forklift.
Melalui kerja sama tersebut, Polrestabes Medan dan BBPVP Medan berharap masyarakat tidak hanya memperoleh keterampilan kerja, tetapi juga memiliki kesempatan lebih luas untuk memasuki dunia kerja.
(Rizky).
Komentar Anda :