Pemerintah Indonesia Tuan Rumah World Water Forum ke-10 di Bali
Selasa, 13-02-2024 - 23:54:44 WIB
Keterangan foto: Plh SUPD I, Ditjen Bina Pembangunan Daerah, Gunawan Eko Movianto
Baca juga:
   
 

Jakarta - Ditjen Sumber Daya Air Kementerian PUPR menggelar rapat koordinasi partisipasi pemerintah daerah, dalam menyambut penyelenggaraan World Water Forum ke-10 tahun 2024.

Dalam keterangan persnya, Selasa (13/2), acara yang berlangsung di Auditorium Kementerian PUPR ini menandai langkah awal persiapan Indonesia sebagai tuan rumah bersama World Water Council dalam forum air terbesar di dunia yang akan digelar pada 18 hingga 25 Mei 2024 mendatang di Provinsi Bali.

Turut hadir dalam acara ini pembicara dari berbagai lembaga terkait seperti Kemendagri, Ketua Umum Asosiasi Pemerintah Provinsi Seluruh Indonesia (APPSI), serta perwakilan dari 38 pemerintah provinsi, kota, dan kabupaten.

Dalam rapat koordinasi ini dibahas berbagai kebutuhan yang nantinya diperlukan seperti logistik, transportasi, akreditasi delegasi, keamanan dan pengamanan, hingga publikasi kegiatan.

Dalam rapat tersebut, juga membahas pentingnya kolaborasi lintas sektor dan pemangku kepentingan dalam memastikan suksesnya acara yang akan datang.

World Water Forum ke-10 merupakan platform penting bagi Indonesia sebagai negara yang menjadi tuan rumah untuk memperjuangkan akses air bersama, dengan tema utama 'Water for Shared Prosperity'.

Melalui kolaborasi yang kuat antara pemerintah, sektor swasta, dan masyarakat, dapat mencapai tujuan bersama untuk meningkatkan kesejahteraan dan keberlanjutan.

World Water Forum ke-10 akan menyoroti enam subtema utama, seperti keamanan air, keberlanjutan, serta inovasi dalam pengelolaan sumber daya air. Keberhasilan penyelenggaraan acara ini diharapkan dapat memberikan kontribusi nyata dalam mencapai tujuan global terkait dengan air dan sanitasi.

Plh SUPD I, Ditjen Bina Pembangunan Daerah, Gunawan Eko Movianto, menyampaikan langkah-langkah strategis Kemendagri dalam mendukung penguatan pengelolaan Sumber Daya Alam (SDA). Melalui Ditjen Bina Bangda, Kemendagri telah menyusun komitmen bersama dalam penanggulangan banjir dan longsor di kawasan Jabodetabek.

Selain itu, juga disusun komitmen bersama untuk implementasi kebijakan Penyelarasan Penataan Sistem Tata Ruang Wilayah Nasional (PPSI), yang ditandatangani bersama oleh pejabat terkait di tingkat pusat dan daerah.

"Langkah-langkah ini diambil untuk meningkatkan koordinasi dan kerjasama antara pemerintah pusat dan daerah dalam mengelola SDA, terutama dalam menghadapi tantangan seperti banjir dan longsor yang sering terjadi di kawasan Jabodetabek," kata Gunawan Eko Movianto saat memberikan sambutannya pada acara tersebut.

Lebih lanjut, Gunawan Eko menyoroti manfaat World Water Forum bagi Pemerintah Daerah (Pemda). Forum ini memberikan kesempatan bagi Pemda untuk melakukan sinkronisasi, kolaborasi, integrasi, dan harmonisasi program dan kegiatan antar pemangku kepentingan di daerah. Dengan demikian, diharapkan akan tercipta kerjasama yang lebih baik dalam pengelolaan SDA, serta penanggulangan bencana seperti banjir dan longsor.

Kemendagri berkomitmen untuk terus mendukung upaya-upaya ini guna mencapai pengelolaan SDA yang lebih baik dan peningkatan ketahanan lingkungan di tingkat lokal maupun nasional.

Indonesia, dengan dipilihnya Provinsi Bali sebagai lokasi penyelenggaraan, menjadi negara pertama di Asia Tenggara yang menjadi tuan rumah World Water Forum. Acara ini diperkirakan akan dihadiri oleh 15.000 hingga 17.000 peserta dari 15 negara yang akan berpartisipasi dalam berbagai sesi, panel diskusi, serta pameran yang terkait dengan empat komponen utama forum tersebut.

Keterangan foto: Plh SUPD I, Ditjen Bina Pembangunan Daerah, Gunawan Eko Movianto

Jakarta - Ditjen Sumber Daya Air Kementerian PUPR menggelar rapat koordinasi partisipasi pemerintah daerah, dalam menyambut penyelenggaraan World Water Forum ke-10 tahun 2024.

Dalam keterangan persnya, Selasa (13/2), acara yang berlangsung di Auditorium Kementerian PUPR ini menandai langkah awal persiapan Indonesia sebagai tuan rumah bersama World Water Council dalam forum air terbesar di dunia yang akan digelar pada 18 hingga 25 Mei 2024 mendatang di Provinsi Bali.

Turut hadir dalam acara ini pembicara dari berbagai lembaga terkait seperti Kemendagri, Ketua Umum Asosiasi Pemerintah Provinsi Seluruh Indonesia (APPSI), serta perwakilan dari 38 pemerintah provinsi, kota, dan kabupaten.

Dalam rapat koordinasi ini dibahas berbagai kebutuhan yang nantinya diperlukan seperti logistik, transportasi, akreditasi delegasi, keamanan dan pengamanan, hingga publikasi kegiatan.

Dalam rapat tersebut, juga membahas pentingnya kolaborasi lintas sektor dan pemangku kepentingan dalam memastikan suksesnya acara yang akan datang.

World Water Forum ke-10 merupakan platform penting bagi Indonesia sebagai negara yang menjadi tuan rumah untuk memperjuangkan akses air bersama, dengan tema utama 'Water for Shared Prosperity'.

Melalui kolaborasi yang kuat antara pemerintah, sektor swasta, dan masyarakat, dapat mencapai tujuan bersama untuk meningkatkan kesejahteraan dan keberlanjutan.

World Water Forum ke-10 akan menyoroti enam subtema utama, seperti keamanan air, keberlanjutan, serta inovasi dalam pengelolaan sumber daya air. Keberhasilan penyelenggaraan acara ini diharapkan dapat memberikan kontribusi nyata dalam mencapai tujuan global terkait dengan air dan sanitasi.

Plh SUPD I, Ditjen Bina Pembangunan Daerah, Gunawan Eko Movianto, menyampaikan langkah-langkah strategis Kemendagri dalam mendukung penguatan pengelolaan Sumber Daya Alam (SDA). Melalui Ditjen Bina Bangda, Kemendagri telah menyusun komitmen bersama dalam penanggulangan banjir dan longsor di kawasan Jabodetabek.

Selain itu, juga disusun komitmen bersama untuk implementasi kebijakan Penyelarasan Penataan Sistem Tata Ruang Wilayah Nasional (PPSI), yang ditandatangani bersama oleh pejabat terkait di tingkat pusat dan daerah.

"Langkah-langkah ini diambil untuk meningkatkan koordinasi dan kerjasama antara pemerintah pusat dan daerah dalam mengelola SDA, terutama dalam menghadapi tantangan seperti banjir dan longsor yang sering terjadi di kawasan Jabodetabek," kata Gunawan Eko Movianto saat memberikan sambutannya pada acara tersebut.

Lebih lanjut, Gunawan Eko menyoroti manfaat World Water Forum bagi Pemerintah Daerah (Pemda). Forum ini memberikan kesempatan bagi Pemda untuk melakukan sinkronisasi, kolaborasi, integrasi, dan harmonisasi program dan kegiatan antar pemangku kepentingan di daerah. Dengan demikian, diharapkan akan tercipta kerjasama yang lebih baik dalam pengelolaan SDA, serta penanggulangan bencana seperti banjir dan longsor.

Kemendagri berkomitmen untuk terus mendukung upaya-upaya ini guna mencapai pengelolaan SDA yang lebih baik dan peningkatan ketahanan lingkungan di tingkat lokal maupun nasional.

Indonesia, dengan dipilihnya Provinsi Bali sebagai lokasi penyelenggaraan, menjadi negara pertama di Asia Tenggara yang menjadi tuan rumah World Water Forum. Acara ini diperkirakan akan dihadiri oleh 15.000 hingga 17.000 peserta dari 15 negara yang akan berpartisipasi dalam berbagai sesi, panel diskusi, serta pameran yang terkait dengan empat komponen utama forum tersebut.

(Alf)




 
Berita Lainnya :
  • Panglima TNI Resmikan Markas Baru Koopssus TNI
  • Tak Kenal Lelah, TNI dan Warga Kompak Kejar Target Pengecoran Jalan TMMD di Desa Wates
  • Gempur Sarang Narkoba, Polresta Deli Serdang Tetapkan 57 Tersangka, Sita 23 Kg Sabu dan 24 Kg Ganja
  • Patroli Malam Cipta Kondisi, Babinsa Ajak Masyarakat Peduli Keamanan Lingkungan
  • Kaster TNI Pimpin Sertijab Wakaster, Mayjen TNI Achiruddin Gantikan Mayjen TNI Suhardi
  •  
    Komentar Anda :

     
     
     
    + Indeks Berita +
    01 Panglima TNI Resmikan Markas Baru Koopssus TNI
    02 Tak Kenal Lelah, TNI dan Warga Kompak Kejar Target Pengecoran Jalan TMMD di Desa Wates
    03 Gempur Sarang Narkoba, Polresta Deli Serdang Tetapkan 57 Tersangka, Sita 23 Kg Sabu dan 24 Kg Ganja
    04 Patroli Malam Cipta Kondisi, Babinsa Ajak Masyarakat Peduli Keamanan Lingkungan
    05 Kaster TNI Pimpin Sertijab Wakaster, Mayjen TNI Achiruddin Gantikan Mayjen TNI Suhardi
    06 Sekda Meranti Resmi Buka Peluncuran Inovasi Pelita ASN dan Ikan Patin
    07 Kemendagri Perkuat Integrasi Perlindungan Anak dalam Perencanaan Pembangunan Daerah
    08 Babinsa Kemlayan Pererat Silaturahmi dengan Warga Melalui Komsos
    09 Kapolri Mutasi Kapolres Sukoharjo dan Nonaktifkan Tiga Personel Terkait Penggeledahan Ponpes HQ
    10 Perkuat Koordinasi Peradilan Militer, Kaotmilti I Medan Kunjungi Pangdam II/Sriwijaya
    11 56 Siswa TK Pertiwi Slogohimo Kunjungi Koramil 22, Kenali Tugas TNI Sejak Dini
    12 Tinjau RSUD Kondosapata, Gibran Tekankan Kesiapan Dokter dan Alat Kesehatan
    13 Polres Tebing Tinggi Tingkatkan Kesiapsiagaan Personel Melalui Latihan Dalmas
    14 Bupati Asmar Tinjau Progres Tanjung Samak–Tanjung Kedabu Sepanjang 1,4 Kilometer
    15 Workshop Pengelolaan Sampah, Pemda Belajar Menyeimbangkan Biaya dan Kemampuan Warga
    16 Satgas TMMD Kodim 0724/Boyolali Gelar Donor Darah dan Sosialisasi Kesehatan
    17 Soroti Dugaan Kekerasan terhadap Mahasiswa, PMII Minta Pengawasan Internal PDAM Palopo Diperiksa
    18 Babinsa Peleman Perkuat Kedekatan dengan Peternak Kambing di Desa
    19 Tiga Wajah Kejahatan Digital Terkuak, Polres Tebing Tinggi Bongkar Judol dan Revenge Porn
    20 Kemendagri Sinkronkan PSN Pantura Jawa dengan Tata Ruang Daerah di Jawa Tengah
    21 Doa Kebangsaan Lintas Agama Warnai Harlah Ke-5 RBPI, 700 Pengemudi Serukan Persatuan Bangsa
    22 Didampingi FERADI WPI, Korban BMT Dinar Mulia Jalani Pemeriksaan di Polda Jateng
     
     
     
    Galeri Foto | Advertorial | Indeks Berita
    Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Tentang Kami | Info Iklan
    © zoinnews.com