Dugaan Kuat Manipulasi Data, Pemalsuan Surat dan Mafia Tanah di Jawa Tengah
Sabtu, 07-09-2024 - 04:29:25 WIB
Baca juga:
   
 

Pamotan, Rembang - Berdasarkan adanya aduan dari warga masyarakat awak Media bersama Tim melakukan investasi para pihak pihak yang diduga terlibat dalam proses dugaan tindak kejahatan mafia tanah waris dan pemalsuan surat otentik untuk mendapatkan informasi yang sangat valid dari para terduga pelaku, yang berkedudukan alamat di Desa Ketangi Kecamatan Pamotan Kabupaten Rembang Provinsi Jawa Tengah, (05/9/24).

Diduga kuat Oknum KADES bersama perangkatnya telah melakukan penyimpangan dan memanipulasi data serta pemalsuan surat, akta otentik, termasuk pembuatan surat tanah berupa peralihan Sertifikat Hak Milik (SHM).

Menurut warga pengadu  yang tidak ingin disebut namanya dan sudah menguasakan kepada lembaga kontrol sosial (LPKSM KRESNA CAKRA NUSANTARA) menyampaikan bahwa, ia di zholimi oleh orang yang diduga bukan merupakan ahli waris yang sah (NURHADI), ia mengadu  bahwa Nurhadi telah melakukan penyerobotan tanah waris miliknya dengan cara yang keji.

"Kami dua bersaudara, adik saya menikah dan tidak punya anak, adik saya dan istri meninggal dunia, mestinya semua harta Gono gini kembali ke saya dulu, ini kok bisa dikuasai semua sama keponakan dari ipar saya,  bahkan diwakafkan, disertifikatkan dan dijual tanpa persetujuan saya padahal itu harta bawaan dari orang tua saya dan saya ikut berjuang mengumpulkan harta warisan itu. Kalau seperti ini keponakan dari adik ipar saya itu namanya ngerampok," ungkapnya.

Diduga  Oknum KADES/PETINGGI bersama perangkatnya sengaja menabrak aturan dan memalsukan surat-surat otentik untuk memuluskan penyerobotan tanah dari ahli waris terkait proses penerbitan sertifikat, meski ia tau adanya  pembatalan surat wakaf dari kantor Urusan Agama (KUA) setempat karna masih adanya sengketa ahli waris.

Untuk memperkuat dugaan kejahatan dan pemalsuan tersebut, tim berusaha turun untuk mengklarifikasi permasalahan tersebut dengan mendatangi kantor Kepala Desa Ketangi, di lokasi tim tidak berhasil menemui Kepala Desa (KADES), ia menolak ditemui dengan alasan kesibukan, akhirnya tim mencoba konfirmasi via telpon seluler pribadinya dan berhasil terhubung.

"Setelah pembatalan surat wakaf dari KUA itu saya tidak mengeluarkan surat apapun mas, saya tidak tau dengan cara apa mereka bisa menerbitkan sertifikat itu," kata KADES AGUS EKO PRASETYO via telpon kamis (05/09/2024).

Terpisah, Tim mendatangi kantor KUA Kecamatan Pamotan dan ditemui langsung oleh pejabat baru kepala KUA bernama M. SUBCHAN, menurutnya Wakaf tidak bisa dibatalkan sesuai undang undang no. 41 th 2024 pasal 17.

"Saya S2 nya hukum mas, secara hukum, Wakaf itu tidak bisa dibatalkan sesuai undang undang no. 41 th 2024 pasal 17. masalah ini sampe dajal keluar 3 kali pun tidak akan bisa selesai. Laporkan saja ke polisi biar dibuktikan mas," kata M. SUBCHAN (05/09/24).

Lebih lanjut Tim datangi kantor hukum EDDY HERYANTO yang beralamat di perumahan permata hijau jl. Kawis no. 13 ngotet Rembang. Kepada tim advokat/pengacara Eddy Heryanto membenarkan bahwa clienya tersebut telah dizholimi oleh Nurhadi cs dan  para  oknum Pemerintah Desa (PEMDES) Ketangi. Eddy  mendukung dan siap menjadi saksi jika permasalah ini dibawa ke ranah Penegakan hukum, Eddy pun merekomendasikan beberapa pasal yang bisa dilampirkan sebagai dasar laporan pemalsuan surat, diantaranya pasal 266 KUHP yang ancaman pidananya 7 tahun.

"Saya melihat KUHP yang  masih berlaku tentang pemalsuan surat dipasal 266 KUHP ancaman pidananya kalau tidak salah 7 tahun. ini akta otentik Lo yang dipalsukan," ungkapnya.

Lanjut Eddy menjelaskan, Kepala desa cs sudah tau bahwa sebenarnya bahwa tanah tersebut dalam sengketa ahli waris, seharusnya tidak semudah itu untuk membuat keterangan keterangan untuk kelengkapan administrasi mengubah nama dari Sunarti ke Nurhadi cs, ini jelas ada dugaan pemalsuan pemalsuan surat didalamnya harus dibongkar oleh penegak hukum dalam hal ini aparat kepolisian.

"Dihari yang sama pasca pembatalan surat wakaf tersebut kepala KUA langsung menghubungi KADES  ketangi lewat telpon didepan saya bahwa surat wakaf dibatalkan. Jadi wakaf tanah itu sudah batal tapi kenapa bisa sah dan jadi sertifikat dengan nomor yang sama tapi namanya dirubah masak nama Sunarti bisa dirubah menjadi Nurhadi cs hanya dalam sehari ya ngga mungkin lah, karena perlu proses tanda tangan tanda tangan para pihak dan harus diumumkan dulu minimal sekian bulan," lanjutnya.

Tak lupa advokat Eddy berpesan kepada aparat penegak hukum kepolisian agar bekerja dengan benar.
"Tolonglah kewajiban anda sebagai penegak hukum. Jalankan pekerjaan anda dengan sebaik baiknya, anda bernaung dan diatur dengan undang-undang kepolisian dan perkap POLRI tegakan hukum dengan benar", pungkasnya.

(Dir/Tim)
 

adanya aduan dari warga masyarakat Awak Media bersama Tim melakukan investasi para pihak pihak yang diduga terlibat dalam proses dugaan tindak kejahatan mafia tanah waris dan pemalsuan surat otentik untuk mendapatkan informasi yang sangat valid dari para terduga pelaku, yang berkedudukan alamat di Desa Ketangi Kecamatan Pamotan Kabupaten Rembang Provinsi Jawa Tengah, (05/9/24).

Diduga kuat Oknum KADES bersama perangkatnya telah melakukan penyimpangan dan memanipulasi data serta pemalsuan surat, akta otentik, termasuk pembuatan surat tanah berupa peralihan Sertifikat Hak Milik (SHM).

Menurut warga pengadu  yang tidak ingin disebut namanya dan sudah menguasakan kepada lembaga kontrol sosial (LPKSM KRESNA CAKRA NUSANTARA) menyampaikan bahwa, ia di zholimi oleh orang yang diduga bukan merupakan ahli waris yang sah (NURHADI), ia mengadu  bahwa Nurhadi telah melakukan penyerobotan tanah waris miliknya dengan cara yang keji.

"Kami dua bersaudara, adik saya menikah dan tidak punya anak, adik saya dan istri meninggal dunia, mestinya semua harta Gono gini kembali ke saya dulu, ini kok bisa dikuasai semua sama keponakan dari ipar saya,  bahkan diwakafkan, disertifikatkan dan dijual tanpa persetujuan saya padahal itu harta bawaan dari orang tua saya dan saya ikut berjuang mengumpulkan harta warisan itu. Kalau seperti ini keponakan dari adik ipar saya itu namanya ngerampok," ungkapnya.

Diduga  Oknum KADES/PETINGGI bersama perangkatnya sengaja menabrak aturan dan memalsukan surat-surat otentik untuk memuluskan penyerobotan tanah dari ahli waris terkait proses penerbitan sertifikat, meski ia tau adanya  pembatalan surat wakaf dari kantor Urusan Agama (KUA) setempat karna masih adanya sengketa ahli waris.

Untuk memperkuat dugaan kejahatan dan pemalsuan tersebut, tim berusaha turun untuk mengklarifikasi permasalahan tersebut dengan mendatangi kantor Kepala Desa Ketangi, di lokasi tim tidak berhasil menemui Kepala Desa (KADES), ia menolak ditemui dengan alasan kesibukan, akhirnya tim mencoba konfirmasi via telpon seluler pribadinya dan berhasil terhubung.

"Setelah pembatalan surat wakaf dari KUA itu saya tidak mengeluarkan surat apapun mas, saya tidak tau dengan cara apa mereka bisa menerbitkan sertifikat itu," kata KADES AGUS EKO PRASETYO via telpon kamis (05/09/2024).

Terpisah, Tim mendatangi kantor KUA Kecamatan Pamotan dan ditemui langsung oleh pejabat baru kepala KUA bernama M. SUBCHAN, menurutnya Wakaf tidak bisa dibatalkan sesuai undang undang no. 41 th 2024 pasal 17.

"Saya S2 nya hukum mas, secara hukum, Wakaf itu tidak bisa dibatalkan sesuai undang undang no. 41 th 2024 pasal 17. masalah ini sampe dajal keluar 3 kali pun tidak akan bisa selesai. Laporkan saja ke polisi biar dibuktikan mas," kata M. SUBCHAN (05/09/24).

Lebih lanjut Tim datangi kantor hukum EDDY HERYANTO yang beralamat di perumahan permata hijau jl. Kawis no. 13 ngotet Rembang. Kepada tim advokat/pengacara Eddy Heryanto membenarkan bahwa clienya tersebut telah dizholimi oleh Nurhadi cs dan  para  oknum Pemerintah Desa (PEMDES) Ketangi. Eddy  mendukung dan siap menjadi saksi jika permasalah ini dibawa ke ranah Penegakan hukum, Eddy pun merekomendasikan beberapa pasal yang bisa dilampirkan sebagai dasar laporan pemalsuan surat, diantaranya pasal 266 KUHP yang ancaman pidananya 7 tahun.

"Saya melihat KUHP yang  masih berlaku tentang pemalsuan surat dipasal 266 KUHP ancaman pidananya kalau tidak salah 7 tahun. ini akta otentik Lo yang dipalsukan," ungkapnya.

Lanjut Eddy menjelaskan, Kepala desa cs sudah tau bahwa sebenarnya bahwa tanah tersebut dalam sengketa ahli waris, seharusnya tidak semudah itu untuk membuat keterangan keterangan untuk kelengkapan administrasi mengubah nama dari Sunarti ke Nurhadi cs, ini jelas ada dugaan pemalsuan pemalsuan surat didalamnya harus dibongkar oleh penegak hukum dalam hal ini aparat kepolisian.

"Dihari yang sama pasca pembatalan surat wakaf tersebut kepala KUA langsung menghubungi KADES  ketangi lewat telpon didepan saya bahwa surat wakaf dibatalkan. Jadi wakaf tanah itu sudah batal tapi kenapa bisa sah dan jadi sertifikat dengan nomor yang sama tapi namanya dirubah masak nama Sunarti bisa dirubah menjadi Nurhadi cs hanya dalam sehari ya ngga mungkin lah, karena perlu proses tanda tangan tanda tangan para pihak dan harus diumumkan dulu minimal sekian bulan," lanjutnya.

Tak lupa advokat Eddy berpesan kepada aparat penegak hukum kepolisian agar bekerja dengan benar.
"Tolonglah kewajiban anda sebagai penegak hukum. Jalankan pekerjaan anda dengan sebaik baiknya, anda bernaung dan diatur dengan undang-undang kepolisian dan perkap POLRI tegakan hukum dengan benar", pungkasnya.

(Dir/Tim)
 




 
Berita Lainnya :
  • LPP Atlantara Sambangi Kejari Makassar, Dorong Sinergi Pengawasan Dunia Pendidikan
  • Gagalkan Pengiriman 15 Kg Sabu Lintas Provinsi, Kapolresta Deli Serdang Apresiasi Kinerja Satresnarkoba
  • H. Ulung Purnama, SH., MH. Ucapkan Selamat atas Pelantikan 154 Kepala Desa se-Kabupaten Bekasi
  • Panglima TNI Resmikan Markas Baru Koopssus TNI
  • Tak Kenal Lelah, TNI dan Warga Kompak Kejar Target Pengecoran Jalan TMMD di Desa Wates
  •  
    Komentar Anda :

     
     
     
    + Indeks Berita +
    01 LPP Atlantara Sambangi Kejari Makassar, Dorong Sinergi Pengawasan Dunia Pendidikan
    02 Gagalkan Pengiriman 15 Kg Sabu Lintas Provinsi, Kapolresta Deli Serdang Apresiasi Kinerja Satresnarkoba
    03 H. Ulung Purnama, SH., MH. Ucapkan Selamat atas Pelantikan 154 Kepala Desa se-Kabupaten Bekasi
    04 Panglima TNI Resmikan Markas Baru Koopssus TNI
    05 Tak Kenal Lelah, TNI dan Warga Kompak Kejar Target Pengecoran Jalan TMMD di Desa Wates
    06 Gempur Sarang Narkoba, Polresta Deli Serdang Tetapkan 57 Tersangka, Sita 23 Kg Sabu dan 24 Kg Ganja
    07 Patroli Malam Cipta Kondisi, Babinsa Ajak Masyarakat Peduli Keamanan Lingkungan
    08 Kaster TNI Pimpin Sertijab Wakaster, Mayjen TNI Achiruddin Gantikan Mayjen TNI Suhardi
    09 Sekda Meranti Resmi Buka Peluncuran Inovasi Pelita ASN dan Ikan Patin
    10 Kemendagri Perkuat Integrasi Perlindungan Anak dalam Perencanaan Pembangunan Daerah
    11 Babinsa Kemlayan Pererat Silaturahmi dengan Warga Melalui Komsos
    12 Kapolri Mutasi Kapolres Sukoharjo dan Nonaktifkan Tiga Personel Terkait Penggeledahan Ponpes HQ
    13 Perkuat Koordinasi Peradilan Militer, Kaotmilti I Medan Kunjungi Pangdam II/Sriwijaya
    14 56 Siswa TK Pertiwi Slogohimo Kunjungi Koramil 22, Kenali Tugas TNI Sejak Dini
    15 Tinjau RSUD Kondosapata, Gibran Tekankan Kesiapan Dokter dan Alat Kesehatan
    16 Polres Tebing Tinggi Tingkatkan Kesiapsiagaan Personel Melalui Latihan Dalmas
    17 Bupati Asmar Tinjau Progres Tanjung Samak–Tanjung Kedabu Sepanjang 1,4 Kilometer
    18 Workshop Pengelolaan Sampah, Pemda Belajar Menyeimbangkan Biaya dan Kemampuan Warga
    19 Satgas TMMD Kodim 0724/Boyolali Gelar Donor Darah dan Sosialisasi Kesehatan
    20 Soroti Dugaan Kekerasan terhadap Mahasiswa, PMII Minta Pengawasan Internal PDAM Palopo Diperiksa
    21 Babinsa Peleman Perkuat Kedekatan dengan Peternak Kambing di Desa
    22 Tiga Wajah Kejahatan Digital Terkuak, Polres Tebing Tinggi Bongkar Judol dan Revenge Porn
     
     
     
    Galeri Foto | Advertorial | Indeks Berita
    Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Tentang Kami | Info Iklan
    © zoinnews.com